Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Fun Football dan Kembalinya Tren Main Bola Lapangan Besar di Kota Bojonegoro

Radinal Ramadhana by Radinal Ramadhana
12/03/2021
in Headline, JURNAKULTURA
Fun Football dan Kembalinya Tren Main Bola Lapangan Besar di Kota Bojonegoro

Di Bojonegoro, main bola lapangan besar yang sempat tergantikan futsal dan bersepeda, kini mulai dimainkan dengan orientasi senang-senang.

Di masa kecil, dulu kita sudah disuguhkan dengan permainanan sepakbola. Baik main bola di sekolah, di lapangan desa, di alun-alun, di tegalan, hingga di depan rumah tetangga cerewet yang saat nendang bola, kita juga harus siap-siap lari dari kejarannya.

Keceriaan sepakbola menjadi semangat anak-anak 90’an. Dari gawang kecil yang memakai sandal, gol kiperan, hingga musuhan antar gang. Kenangan dan semangat itu seakan muncul kembali di Kota Bojonegoro yang biasa-biasa ini.

kalah menang yang penting senang ~

Nabs, tren sepak bola lapangan besar saat ini vibes-nya mulai naik. Banyak tim sepak bola yang muncul bersama kenangan dan kegabutan untuk lahir sebagai kumpulan manusia optimistis di kala pandemi.

Setelah tenggelamnya tren bersepeda, tren sepak bola kini jadi pilihan alternatif untuk menjaga kesehatan di kala pandemi. Ini terjadi karena sepeda nggak bisa dibonceng 11 orang, sementara lapangan bisa dihuni ribuan sepeda. Kan lumayan, hemat di kala pandemi.

Kini, di Bojonegoro, ada banyak tim sepakbola berbasis suka-suka yang mulai bermunculan. Satu di antaranya, tim Fun Football, klub sepakbola yang lahir pada Juli 2020, sudah aktif dalam kegiatan kebugaran tubuh.

Diinisiasi oleh Petrik Kristiandy, tim Fun Football dibentuk dari teman-teman ngopi yang tidak begitu mahir dalam bermain bola. Intinya senang-senang daripada pucat dihantam potensi nganggur berkepanjangan gabut dan kebosanan.

Petrik mengungkapkan, selain jadi prioritas penjaga kesehatan, olahraga juga menjadi salah satu cara menjaga silaturahmi dari teman lama. Dia mengatakan, dalam kegabutan di kala pandemi ini, stress pekerjaan dan kebosanan saat ngopi kerap melanda sanubari.

“Dari sana, kemudian muncul ide membuat tim sepak bola yang bertajuk have fun.” Kata Petrik.

Kegiatan sepak bola ini hampir setiap minggu dilaksanakan. Bisa satu Minggu sekali sampai dua kali, total anggotanya, menurut Petrik, 52 orang. Bahkan sampai kini, masih banyak lagi yang ingin gabung di tim.

bersepeda cuma satu orang, main bola bisa satu dinasti ~

Untuk anggota saat ini, ada dari berbagai macam profesi pekerjaan. Mulai dari pegawai perbankan, pegawai pemkab, sales rokok, pengusaha, konsultan proyek hingga musisi yang jarang manggung karena pandemi.

Dan yang istimewa di tim Fun Football ini, Nabsky, ada Novan Setya (pemain Persibo dan Timnas) yang ikut gabung bermain sepakbola.

Eka Wahyudi, salah satu anggota tim mengatakan, tim ini tidak hanya bermain dengan satu tim saja, tapi juga bermain sparring (pertandingan persahabatan) dengan tim lain. Dari mulai tim yang nggak serius sampai tim yang serius.

Eka juga menceritakan tentang pemgalaman perjalanan ke Boyolali bersama tim Fun Football hanya untuk mencoba lapangan standar nasional disana. Perbedaan fasilitas, cuaca, dan suasana menjadi motivasi penting ketika bermain di Boyolali.

Tim Fun Football punya prinsip bersenang-senang tapi tidak pernah menang. Ya, bukankah hidup kadang tak pernah menang tapi juga tak pernah kehilangan rasa senang?

“Yang penting sehat dulu, kemudian bersenang-senang sampai tua”, pungkas Dodik, senior tim Fun Football.

Tags: Bersepedafun footballGaya HidupSepakbola
Previous Post

Filosofi Biji dan Konsep Dedikasi dalam Pandangan Sekolah Guratjaga

Next Post

Hirearki Kepengurusan BEM Nusantara Periode 2021-2022 dan Kontroversi Soal Legalitas Koordinator Pusatnya

BERITA MENARIK LAINNYA

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

07/06/2026
Timnas Norwegia dan Perahu Persibo Bojonegoro

Timnas Norwegia dan Perahu Persibo Bojonegoro

06/06/2026
Siasat Menentang Tanpa Melawan

Siasat Menentang Tanpa Melawan

06/06/2026
Gerak dan Lagu Meriahkan Pelepasan 124 Murid TK Muslimat NU 04 Bangilan

Gerak dan Lagu Meriahkan Pelepasan 124 Murid TK Muslimat NU 04 Bangilan

05/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: