Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Gunung Lorokan, Awal Tahun dan Kebaikan yang Datang

Widodo Ramadhani by Widodo Ramadhani
05/01/2025
in Peristiwa
Gunung Lorokan, Awal Tahun dan Kebaikan yang Datang

View tampak Gunung Penanggungan dari Puncak Gunung Lorokan 1100 MDPL

Mungkin klise tapi benar adanya, bahwa: kebaikan akan datang dengan sendirinya, ketika kita baik dengan sesama.

Perjalan kali ini, merupakan rihlah pertama yang saya lakukan kembali ke gunung. Setelah satu tahun lebih tak mendaki sama sekali. 2023 lalu, Gunung Merbabu yang saya kunjungi bersama 7 orang teman dari Bojonegoro maupun Tuban.

Nah, di tahun 2024, saya juga tak mengendus bau tanah gunung lagi. Karena kesibukan yang harus dituntaskan. Ada beberapa pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan juga menyelesaikan pendidikan sarjana yang menjadi kewajiban.

Di awal tahun 2025, saya kembali berkeinginan mendaki. Tentu fisik sudah tak seperti sediakala yang sudah terlatih menghadapi trek menanjak di gunung. Tentunya gunung yang saya pilih ini untuk pemanasan pendakian selanjtnya.

Gunung Lorokan, itulah yang saya pilih di 2025 untuk mendaki lagi. Tepat pada malam tahun baru saya mendaki Gunung Lorokan. Tak ada teman sama sekali saat rencana ini muncul.

Kebetulan saya berangkat dari Bojonegoro menuju Mojokerto ada barengan. Yang semula nekat berangkat sendiri. Ternyata ada beberapa teman yang ingin berangkat malam tahun baru ke Mojokerto. Syukurlah!

Gunung Lorokan terletak di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, dengan ketinggian 1100 Meter Di atas Permukaan Laut (MDPL). Cukup pendek rute pendakiannya jika dibandingkan gunung-gunung yang ada di sekitar Mojokerto.

Perjalan dimulai jam 00:00. Mulai izin ke orang tua dan packing alat yang perlu saya bawa. Sebab saya akan naik gunung sendirian. Teman saya berangkat dari Bojonegoro ke Mojokerto nantinya tidak ikut naik gunung. Hanya sekadar jalan-jalan menikmati akhir tahun.

Sepada motor melaju dengan kecepatan 50 Km/jam menuju Kedungadem. Saya akan melewati beberapa kecamatan dan kota. Dari Sumberrejo, Kedungadem, Sukorame, Kabuh, Jombang, dan Mojokerto hingga Pacet.

Untuk menuju ke basecamp pendakian Gunung Lorokan, saya akan melewati beberapa kecamatan dan kota yang saya sebutkan di atas itu. Melewati Alas Kabuh yang agak gelap, kini nyali harus benar-benar berani.

Tiga jam perjalanan menuju Kota Mojokerto. Saya terus melaju, untuk menuju base camp pendakian yakni terletak di Kecamatan Pacet. Saya rehat dan melaksanakan ibadah salat subuh di salah satu masjid dekat base camp.

Sebelum menuju base camp pendakian. Tak lupa sejenak berbelanja logistik. Dan mampir membeli sarapan nasi pecel di warung samping jalan raya. Sembari menikmati pecel. Hadir juga pemandangan gunung-gunung yang indah dan eksotik.

Teh hangat menjadi pelengkap sebab cuaca di Pacet sangat dingin. Kalau diingin kanapa ya orang di sana masih minum es? Kenyataannya es masih laku untuk dijual. Musabab kita adalah pendatang yang tak pernah mengendus cuaca dingin sekalipun.

Pukul 07:00 saya tiba di base camp. Bergegas melakukan registrasi simaksi atau tiket pendakian. Saya berencana menyusul teman saya Devid dari Kota Soto Lamongan. Ia bersama sang istri berada di Pos 1 Camp Area.

“Nek engko nyusul, tendoku onok genderone Palestina,” Ia meninggalkan pesan di WhastApp.

Setelah saya berdoa dan berjalan menuju Pos 1, kurang lebih 15 menit sampai di Pos 1. Kini saya bertemu Devid beserta istri. Dan kemudian ngobrol sejenak sembara makan cemilan. Dan kini saya akan lanjut naik ke puncak sendiri.

Setelah melewati beberapa pos. Kurang lebih 30 menit berjalan. Puncak sudah semakin dekat. Sebelum tiba di puncak ada pendaki berbaju merah tiba-tiba nyeleyup begini.

“Mas sampean dapat endors dari Eiger ya?” Ujar pendaki itu.

“Hehehe ndak kok, Kak,” Jawab saya.

Tiba di puncak inilah ada beberapa kebaikan yang saya alami. Saya yakin setiap pendaki memiliki sifat baik kepada pendaki lain. Entah itu kenal maupun tidak. Beberapa pendaki selalu menawari saya camilan, minum, permen, dll.

Kamu tak usah khawatir, di gunung ada banyak orang yang akan menolomgmu. Ingat jika tingkahmu sopan dan menghargai alam semesta. Alam memang mengandung bencana, tapi manusia bisa mengundang bahaya.

Setelah menikmati keindahan pemandangan gunung-gunung dan berfoto. Tampak dari sisi timur ada gunung Penanggungan, dan beberapa gunung, bukit yang tidak bisa saya sebutkan karena saking banyanya, heem.

Perjalanan dari puncak untuk turun lebih cepat dari naik, itu sudah pasti. Setelah saya turun dan bergegas beres-beres di base camp lagi. Kini cuaca mulai turun hujan rintik-rintik. Dari pos 1 Camp Area. hujan semakin deras.

Sampai di Basecamp langsung tukar karcis parkir motor dan melanjutkan perjalanan menuju Bojonegoro. Yaitu rumah paling nyaman ketika ditempati. Dari Pacet sampai Bojonegoro hujan terus turun tak ada henti bak rasa ini pada dirinya yang entah kemana, wqwqwq.

Memasuki Kota Jombang, kota yang konon beriman itu, saya mencoba menghubungi sahabat lama saya. Seorang sahabat yang saya jumpai waktu pelatihan di Kota Sidoarjo.

Ia adalah Hana, setelah saya calling dia bisa diajak ngopi pada saat siang itu juga. Katanya ada undangan acara di organisasinya. Tapi malah telat, karena acaranya jam 8 pagi malah dia datangnya siang. Alhasil kita ngopi di Caffe Dasarasa.

Banyak hal yang saya obrolkan dengan Hana. Mulai dari pekerjaan, dan beberapa moment kenangan dulu ketika bertemu di pelatihan. Mulai imut-imut hingga sekarang malah amit-amit, wqwqwq.

Lama ngobrol ngalor-ngidul dengannya. Tak terasa mata saya mulai terlelap dengan dirinya. Tiba-tiba saya tertidur di kursi caffe tanpa sadarkan diri sekalipun. Saya begitu menikmati tidur itu. Sebab, lelah dalam perjalanan dan belum tidur sama sekali.

Hana tetap santai menunggu saya tidur di kursi caffe itu. Ketika saya terbangun dengan sendirinya, jam dinding menunjukkan pukul 15:10 Waktu Indonesia Barat (WIB). Inilah yang saya rasakan. Ketika kita baik maka dibalas dengan baik pula.

Aku tak tahu perasaan ia saat menunggu saya tidur di kurai caffe tersebut. Entah, grundel atau bagaimana saya tak bisa menebak. Saya hanya bisa mengucapkan maaf dan banyak terima kasih kepada Hana. Karena ia telah sudi menemani saya ngopi hingga tak sadarkan diri sekalipun.

“Matursuwun lan sepurane ya, wes dikancani ngopi dan malah tak kon nunggoni aku turu, Mbak,” Ucap saya saat pamit pulang sambil bejabat tangan.

“Iya santai, nek ngantuk lereno sek,” Jawab ia sambil nyetater motor.

Belum ada setengah perjalanan saya terjebak hujan. Akhirnya neduh sebentar, ketemulah bapak-bapak membawa rombong. Kemudian bertanya.
“Mas motornya udah berapa tahun pemakaian?”
“Baru dua bulan ini, Pak”
“Kalau mau awet dan bagus mesinnya, kasih oli yang ada di toko Planet Ban, Mas”

Bapak itu bercerita tentang pengalamannya service di berbagai bengkel. Mulai bengkel resmi bahkan sampai rumahan. Katanya yang awet dan bagus ada di Planet Ban. Sontak saya mengiyakan argumentasi bapak tersebut.
“Nggh matursuwun, Pak”

“Sami-sami, Mas”

Saya kemudian melanjutkan perjalanan dari Mojokerto ke Bojonegoro dengan kondisi hujan tanpa jeda sekalipun. Tubuh berbalut jas hujan berwarna hijau ini. Kepala berlindungkan helm hitam yang sudah basah dan tak nyaman.

Tapi perjalanan harus saya tempuh, saya tak boleh menyerah dengan keadaan itu. Ingat, ada beberapa kebaikan yang kamu dapatkan lewat perjalanan itu. Dari dikasih makanan di Gunung, ada yang mau nungguin tidur di caffe, dan bahkan sampai motor saja dikasih saran terbaik.

Itulah ihwal mendaki Gunung Lorokan di Tahun 2025 tepat pada tanggal 01 Januari. Yang tentu bisa diambil ibrahnya. Setiap kita baik pada sesama, maka kebaikan itu datang untuk menolong kita.

Tags: Berbuat BaikGunung LorokanKebaikan
Previous Post

Dampingi Mengelola Emosi Negatif Atlet Pentanque Bojonegoro, Dosen Unugiri Beri Konseling CBT

Next Post

Dosen Unugiri Beri Penerapan Teknologi Augmented Reality, dalam Pembelajaran PJOK di SMAN MT Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja
Peristiwa

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

01/05/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro
Peristiwa

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual
Peristiwa

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026

Anyar Nabs

Kesehatan: Equilibrium Inovasi dan Kebijaksanaan

Kesehatan: Equilibrium Inovasi dan Kebijaksanaan

21/05/2026
Kebangkitan Nasional dan Bunyi Notifikasi

Kebangkitan Nasional dan Bunyi Notifikasi

20/05/2026
Tangan yang Dipotong, Jiwa yang Diselamatkan: Hikmah Humor dan Pencurian (16)

Tangan yang Dipotong, Jiwa yang Diselamatkan: Hikmah Humor dan Pencurian (16)

19/05/2026
Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: