Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unugiri yang dipimpin oleh Rohmad Apriyanto, dan anggota Mohamad Da’i, melaksanakan kegiatan bertajuk Penerapan Teknologi Augmented Reality (AR) dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMAN MT Bojonegoro, Sabtu (04/01/25).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN MT tersebut diikuti oleh 32 siswa, dimulai dengan mengenalkan konsep teknologi AR dan aplikasinya dalam pembelajaran PJOK. Melalui teknologi tersebut, siswa diperkenalkan pada metode interaktif untuk memahami materi olahraga, seperti teknik dasar pencak silat, permainan bola besar, dan senam, dengan bantuan visualisasi 3D berbasis AR.
Rohmad Apriyanto, selaku Ketua PkM, menjelaskan bila tujuan utama kegiatan tersebut diselenggarakan adalah memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan berbasis teknologi modern kepada siswa.
“Kami ingin membuktikan bahwa teknologi AR bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung pembelajaran, khususnya di bidang PJOK,” ujarnya.
Atas terselenggaranya kegiatan PkM tersebut, Rohmad, tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada LPPM Unugiri atas dana hibah yang telah diberikan.
“Terima kasih untuk LPPM Unugiri,” pungkasnya.
Terhadap PkM yang dilakukan oleh Dosen Unugiri, Kepala Sekolah SMAN MT Bojonegoro, Anam Syaifuddin, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi pembelajaran ini. Menurutnya kegiatan tersebut selarasn dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran.
“Kami berharap teknologi AR dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar PJOK,” ujar beliau.
Hal senada juga disampaikan Guru PJOK SMAN MT Bojonegoro, Tri Atmojo Puguh Asmoro, bila penerapan AR ini sangat membantu kami sebagai pendidik tidak sekadar belajar teori tetapi juga bisa visualisasi gerak.
“Siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga bisa langsung memvisualisasikan gerakan olahraga dengan cara yang menarik dan menyenangkan,” ungkapnya.
Sementara Mohamad Da’i, pada sesi praktik langsung mensimulasikan gerakan olahraga yang ditampilkan dalam format virtual. Sehingga, mereka lebih mudah memahami teknik yang diajarkan.
“Ini menjadi bagian yang paling dinantikan oleh siswa. Dengan perangkat AR, siswa dapat melihat simulasi,” jelasnya.
Da’i, juga menambah, bila kegiatan tersebut diakhiri dengan diskusi antara tim pengabdian, guru, dan siswa untuk mengevaluasi manfaat penerapan teknologi AR dalam pembelajaran.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk membawa pembelajaran yang lebih inovatif di SMAN MT Bojonegoro,” tutup Mohamad Da’i, yang juga anggota PkM Unugiri.
Atas terselenggaranya program tersebut, tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan teknologi pembelajaran di masa depan, di mana SMAN MT Bojonegoro siap menjadi pelopor penerapan teknologi modern dalam pembelajaran di Kabupaten Bojonegoro.








