Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Hari Lupus Sedunia dan Ingatan Kita tentang Film Lupus

Bakti Suryo by Bakti Suryo
10/05/2019
in Peristiwa
Hari Lupus Sedunia dan Ingatan Kita tentang Film Lupus

Courtesy: Winmarket

Nabs, kamu ingat film berjudul Lupus Milenium nggak? Generasi 90-an pasti tahu dong. Ya, Lupus Milenium merupakan sinetron yang dibintangi Irgi Fahrezi.

Lupus merupakan tokoh fiksi yang berasal dari cerpen karya Hilman Hariwijaya di sebuah tabloid nasional. Kemudian, tokoh lupus diangkat pada layar lebar melalui film berjudul Tangkaplah Daku Kau Kujitak pada 1987.

Kalau jaman sekolah dulu, Lupus itu Lupakan-Urusan-Pacar-Utamakan-Sekolah. Hee

Eh, tahukan kalau sebenarnya Lupus adalah sebuah nama penyakit? Mengutip Hellosehat, penyakit lupus merupakan suatu gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini menyebabkan sel-sel tubuh menjadi rusak dan mengalami peradangan. Sederhananya, penyakit ini membuat tubuh memproduksi antibodi secara berlebih.

Penyakit lupus sebagian besar diderita oleh perempuan. Misalnya seorang bintang Hollywood, Selena Gomez. Penyanyi mantan kekasih Justin Bieber tersebut menderita penyakit lupus. Pada 2017 lalu, dia sempat melakukan operasi besar. Salah satu ginjalnya terserang lupus dan mseti mendapatkan trasnplantasi ginjal.

Pada hari ini, Jum’at (10/5/2019), diperingati sebagai Hari Lupus Sedunia atau dikenal dengan istilah World Lupus Day. Mengutip Republika, pada tanggal tersebut, organisasi bernama World Lupus Federation (WLF) secara resmi dibentuk pada 2016 lalu. Organsasi ini bertujuan mengatasi isu dan permasalahan terkait penyakit lupus di dunia.

Yayasan Lupus Indonesia (YLI) sebagai salah satu international steering comitte untuk WLF turut berperan aktif. Tentu saja bersama 200 organisasi lupus dari seluruh dunia. Menurut anggota YLI, Ayu Bisono, dia mengungkapkan partisipasi aktif dalam inisiatif WLF yang diusung YLI akan meliputi peningkatan kesadaran akan lupus serta pemberian bantuan.

“Kami memberikan dukungan penuh, penuh semangat, sangat gembira, dan siap mengambil partispasi aktif dalam inisiatif World Lupus Federation,” ungkap Ayu.

Pada tahun ini, tema Hari Lupus Sedunia di Indonesia adalah ‘Go Healthy, Go Organic, Be Happy!’. Tema tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat, khususnya penderita lupus atau orang dengan lupus (odapus). Pemahaman tersebut berfokus pada pola hidup sehat. Pola hidu sehat dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya makanan organik.

Mengutip CNN Indonesia, asumsi prevalensi penyakit lupus di Indonesia sebesar 0,5 persen atau sekitar 1,25 juta jiwa. Data tersebut berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan. Sayangnya, hanya sekitar 12 persen dari jumlah tersebut yang dilaporkan. Setiap tahun, angkat tersebut cenderung meningkat. Tercatat ada 543 rumah sakit yang melaporkan jumlah odapus pada 2014, 621 rumah sakit pada 2015 dan 858 rumah sakit pada 2016.

Yayasan Lupus Indonesia sendiri didirikan sejak 1998 oleh seorang perempuan penderita lupus bernama Tiara Savitri. Tiara merasa bersyukur karena tidak lagi berjuang sendiri. Kegiatan dan kampanye kepedulian terhadap penyakit lupus sudah dilakukan secara global. Seluruh dunia bersedia saling membantu dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lupus.

“Mari kita bersatu untuk mewujudkan satu misi, satu tujuan, dengan hati bersih dan pikiran positif, untuk lupus,” seru Tiara.

Jadi, pengetahuan dan informasi tentang penyakit ini perlu untuk disebarluaskan. Ini bukan bentuk untuk menakut-nakuti, tetapi memberikan edukasi bagi masyarakat. Jangan hanya tahun penyakit berbahaya seperti kanker, AIDS, jantung dan sebagainya. Lupus memang ada dan harus kita lawan. Satu caranya dengan menerapkan pola hidup sehat.

Nabs, mari kita mulai mengkonsumsi makanan organik dan cek kesehatan secara rutin. Semakin dini penangan terhadap penyakit, semakin cepat untuk disembuhkan. Selama kita sehat, selama itu kita bisa berbahagia.

Tags: Hari Lupus SeduniaLupus
Previous Post

Menengok Ujian Praktik SIM C saat Puasa Ramadhan

Next Post

JFX Hoery, Maestro Sastra Jawa dari Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah
Peristiwa

Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah

24/07/2026
Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah
Peristiwa

Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah

24/07/2026
Realisasikan Visi Pembangunan Manusia, Pemkab Bojonegoro dan EMCL Sepakati Penguatan Pendidikan STEM
Peristiwa

Realisasikan Visi Pembangunan Manusia, Pemkab Bojonegoro dan EMCL Sepakati Penguatan Pendidikan STEM

22/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah

Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah

24/07/2026
Teori Syahadah dan Alasan Mengapa Iran Masih Bertahan

Teori Syahadah dan Alasan Mengapa Iran Masih Bertahan

24/07/2026
Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah

Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah

24/07/2026
Ketika Illusory Of Truth Effect Bergeser Menjadi Perangkat Kritik Historiografi 

Ketika Illusory Of Truth Effect Bergeser Menjadi Perangkat Kritik Historiografi 

23/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: