Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Hati-hati dengan Investasi Bodong Bernama Cinta

Bakti Suryo by Bakti Suryo
13/01/2020
in JURNAKULTURA
Hati-hati dengan Investasi Bodong Bernama Cinta

Cinta bukanlah investasi yang bisa dihitung untuk keuntungan atau bukan. Apalagi sekadar kepentingan suargone ndunya. 

Dunia maya menjadi ruang gerak baru. Media sosial bisa menjadi wadah untuk cecurhatan. Buktinya, banyak akun alter base menampung dan berbagi cecurhatan. Misalnya akun “automenfess”, atau masih banyak yang lain juga.

Bagi seorang pemalu bisa menggunakan akun anonim. Akun semacam itu biasa disebut akun alter. Gampangnya, akun alter adalah akun yang dibentuk dengan karakter berbeda dari pengguna aslinya. Akun semacam ini tentu lebih leluasa dalam berinteraksi. Pasalnya, identitas asli tidak diketahui.

Keleluasaan ini membuat penggunanya lebih blak-blakan saat curhat. Bahkan, bukan hanya pada alter base. Seperti akun penyedia informasi keuangan @BigAlphaID sempat berbagi pula. Itu diposting Sabtu (11/1/2020) pagi.

Seorang anonim menceritakan pengalaman cintanya. Dia menjalani Long Distance Relationship (LDR) antara Jakarta-Bandung. Hubungan itu dia jalani selama empat tahun. Hingga akhirnya putus.

Setelah itu, dia sempat iseng untuk menghitung biaya selama berpacaran. Bolak-balik Jakarta-Bandung untuk apel dan kencan. Selama itu, tentu dia mengeluarkan biaya. Mulai dari kendaraan, hotal hingga makan-minum. Semua itu dia hitung.

Akhirnya, dia menemukan jumlah yang sangat fantastis. Biaya yang dia keluarkan selama LDR mencapai 64 juta rupiah. Dan akhirnya, takdir mengetok palu untuk memisahkan pasangan itu. Patut disayangkan. Dia dipaksa untuk menerima kenyataan pahit.

Semakin pahit ketika tahu menghabiskan biaya sebesar itu. Investasi cinta sebesar itu tidak membawa pada pelaminan. Dia merasa investasi cinta ternyata mahal banget. Loh, investasi cinta? Berarti, cinta adalah keuntungan yang bisa didapatkan pada kemudian hari. Tepatnya, investasi cinta atau investasi bodong?

Sutradara kondang asal Yogyakarta, Fajar Nugros turut mengomentari kasus tersebut. Melalui akun twitternya, dia berkomentar “Itu gimana sih, cinta kok diitung gitu?”.

Kalau perjalanan cinta dianggap sebagai investasi, tentunya terasa aneh. Masa biaya perawatan cinta dihitung, malah dianggap sebagai invetasi. Itu cinta atau start up?

Angka rugi dari investasi sudah cukup membuat hati kecewa. Apalagi menjadi korban penipuan semacam investasi bodong. Terang saja rasa pahit dirasakan di hati. Malah, akan membuat semakin kecewa.

Cinta bukanlah investasi yang bisa dihitung untuk keuntungan atau bukan. Apalagi sekadar kepentingan dan orientasi suargo ndunya yang nikmatnya cuma sepersekian angan-angan.

Menurut dalang kondang Sudjiwo Tedjo, cinta itu suci dan kudus. Cinta tidak bisa dihitung melalui modal. Misalnya pengorbanan demi cinta. Ketika merasa berkorban, cinta itu mulai pudar.

“Cinta tak perlu pengorbanan. Ketika kau merasa berkorban, cintamu mulai pudar. Begitu kau merasa berkorban, bullshit cintamu,” kata Presiden Jancuker tersebut saat menjadi pembicara di TedX Bandung.

Menurutnya, cinta itu tidak bisa dihitung. Bahkan dengan pengorbanan. Hal semacam itu ialah kalkulasi, perhitungan dalam konsep matematika. Cinta ya cinta aja. Dianggap investasi jelas kesalahan. Pasalnya, di dalam cinta tidak ada keuntungan, tetapi kenikmatan.

“Yang ada pengorbanan adalah kalkulasi. Cinta itu tidak ada karena-karena,” lanjut Sudjiwo Tedjo.

Sungguh merugi bagi orang-orang yang bercinta sebagai pengelolaan investasi. Jelas sekali itu investasi bodong. Cinta tidak bisa dihitung secara matematika. Jelas sekali tidak ada nilai keuntungan di sana.

Patah hati pasca putus sungguh membuat dunia menghitam. Masa mau ditambah lagi dengan kerugian materi? Itu mah menggarami luka. Barang siapa menganggap cinta adalah investasi, dia akan merasakan kerugian yang amat mendalam. Rugi materi dan rugi hati.

Tags: cintaInvestasi
Previous Post

5 Pelajaran Penting yang Bisa Diambil dari Ajang Pro Futsal League Bojonegoro

Next Post

Melihat Tren Bisnis Kuliner Youtuber Indonesia

BERITA MENARIK LAINNYA

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia
JURNAKULTURA

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

27/08/2026
Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez
JURNAKULTURA

Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez

25/08/2026
Quo Vadis NU Pasca Muktamar ke-35, Membaca Nahdlatul Ulama Hari Ini
JURNAKULTURA

Quo Vadis NU Pasca Muktamar ke-35, Membaca Nahdlatul Ulama Hari Ini

23/08/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Abdulloh Umar: Tambakberas dan Ucapan Selamat untuk Kepemimpinan PBNU

Abdulloh Umar: Tambakberas dan Ucapan Selamat untuk Kepemimpinan PBNU

01/09/2026
Membaca NU di Bawah Dua Kyai Terpilih dari Jawa Timur

Membaca NU di Bawah Dua Kyai Terpilih dari Jawa Timur

31/08/2026
Ideologi, Otonomi Terakhir Manusia

Ideologi, Otonomi Terakhir Manusia

30/08/2026
BALKONDES Bonorejo Resmi Dibangun, Jadi Harapan Baru Untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa

BALKONDES Bonorejo Resmi Dibangun, Jadi Harapan Baru Untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa

29/08/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: