Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Ini Beda Dark Joke dan Jerk Joke yang Harus Kamu Tahu

Bakti Suryo by Bakti Suryo
04/02/2020
in JURNAKULTURA
Ini Beda Dark Joke dan Jerk Joke yang Harus Kamu Tahu

Selain Dark Joke, ada gaya bercanda yang lebih asyik. Misalnya Jerk Joke. Jerk joke secara umum sudah sering dilakukan. Baik di dalam hubungan keluarga, teman atau pasangan.

Hubungan pergaulan begitu mendalam. Tidak semua orang bisa memilikinya. Saling ejek meromantisasi perbincangan. Candaan termasuk dialektika yang lumrah.

Satu frekuensi, satu pemahaman. Bukti mengalirnya sebuah keakraban. Gaya candaan dengan saling mengejek. Tapi, tentu harus berhati-hati. Salah timing dan placing, sensifitas terusik. Bahaya.

Seperti komika Reza Pardede atau Coki. Minggu lalu, pria jebolan kompetisi Stand Up Comedy tersebut menuai hujatan. Khususnya dari para netizen yang budiman. Pasalnya, Coki kerap melempar jokes yang cukup sensitif.

Sekitar minggu lalu, Virus Corona begitu ramai dibahas. Virus yang disinyalir asal China tersebut menebar teror. Itu dianggap sebagai isu serius. Banyak korban berjatuhan.

Namun, Coki hadir di tengah arus Twitter memberikan hiburan. Seperti biasanya, sebuah jokes melalui akunnya @pardedereza.

“Gong Xi Fa Cai! Apakah di Tiongkok pas angpao di buka isi nya Virus Corona?” tulis Coki (25/1).

Jokes tersebut menuai komentar negatif para netizen. Jokes tersebut dianggap tidak sensitif terhadap isu yang terjadi. Bahkan, mendapat komentar dari komika lain, Ernest Prakasa.

“A dark joke is still a joke. Kalo dark doang tapi kaga ada lucunya, menurut gw sih jatohnya cuma cari sensasi,” komentar Ernest (26/1).

Sebuah jokes dinilai dari kelucuannya. Meski itu sifatnya dark. Tapi untuk apa juga kalau dilempar ke ranah publik? Apalagi setiap orang punya tingkat sensitifitas yang berbeda. Itu kesalahan Coki.

Punggawa Majelis Lucu Indonesia (MLI) itu pun klarifikasi. Dia meminta maaf dan mengaku tidak punya empati. Selanjutnya, akan mencari media lain dalam bercanda. Ruang untuk gaya candaan yang gelap.

Benar saja, masalahnya candaan bisa menyinggung seseorang. Khususnya korban virus corona dalam kasus ini. Meski dalam maksud bercanda, harus ada perhatian terhadap ketersinggungan. Bikin tertawa tidak harus menyakiti pihak manapun.

Dark jokes itu sah, selama lucu dan diterima. Menghindari hujatan, seharusnya cukup dilempar di circle pergaulan. Tentunya dengan tingkat frekuensi dan pemahaman yang sama. Akan bahaya jika terjadi seperti pengalaman Coki.

Selain Dark Joke, ada gaya bercanda yang lebih asyik. Misalnya Jerk Joke. Jerk joke secara umum sudah sering dilakukan. Baik di dalam hubungan keluarga, teman atau pasangan.

“Seolah-olah Anda adalah orang menyebalkan yang senang menjadikan orang lain sebagai bahan candaan, atau dalam bahasa Inggrisnya lebih mengena “a jerk who loves to joke at the expense of other people,” tulis seorang relationship coach Hitman System, Lex Depraxis.

Jerk joke adalah gaya bercanda langsung kepada lawan bicara. Bukan pihak lain, orang ketiga atau rasan-rasan. Lawan bicara menjadi bahan ejekan tanpa merendahkan.

Biasanya, Jerk Joke berbentuk pujian satir. Tentunya fokus pada sisi lucunya, bukan objeknya. Joke terdengar makin lucu, bukan malah menghakimi. Sehingga tidak ada ketersinggungan berlebih. Apalgi merasa direndahkan.

Jerk Joke bisa menjadi gaya komunikasi yang asyik. Ini juga dijadian trik untuk mendekati gebetan. Bukan menjadi orang brengsek yang suka mengolok-olok. Asal kamu tahu, ketersinggungan penting untuk diperhatikan.

“Tagline Mojok itu ‘Sedikit Nakal Banyak Akal’. Akal itu untuk berpikir agar isu ketersinggungan tidak terjadi. Itu juga kami perhatikan betul,” kata Redaktur Mojok.co, Ahmad Khadafi saat mengisi seminar di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Sabtu (30/11/2019).

Karena itu, Dark Joke bukan candaan umum. Mungkin belum cocok bagi masyarakat Indonesia. Jadi, butuh kehati-hatian dan perhatian. Perlu pertimbangan sejauh mana joke itu lucu dan kritis. Bukan asal jeplak dengan alasa bercanda.

Tags: BercandaDark JokeJerk JokeLucu
Previous Post

Lelaki yang Hatinya Dirobek Kenyataan

Next Post

Saat Aku Berkunjung ke Pernikahan Mantan

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kekuasaan yang Berkedok Tradisi?

Kekuasaan yang Berkedok Tradisi?

05/05/2026
Prometheus, Api, dan Kesunyian: Hikmah Humor dan Pencurian (15)

Prometheus, Api, dan Kesunyian: Hikmah Humor dan Pencurian (15)

04/05/2026
Pendidikan Indonesia dan Tantangan terhadap Dunia Kerja

Pendidikan Indonesia dan Tantangan terhadap Dunia Kerja

03/05/2026
Hukum atau Senjata?

Hukum atau Senjata?

02/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: