Meski hakikat awalnya adalah wabah; baik wabah, epidemi maupun pandemi punya perbedaan bahaya dan skala penyebaran. Berikut penjelasannya.
World Health Organization (WHO) secara resmi menetapkan Covid-19 sebagai sebuah pandemi. Ini peristiwa penting untuk dipahami. Agar tahu apa yang sedang terjadi.
Dan harus diakui, penggunaan beragam istilah yang muncul baru-baru ini di media sosial, kerap memicu kebingungan di kalangan akar rumput. Banyak masyarakat belum paham beda wabah, epidemi dan pandemi.
Nabs, secara sederhana, beda antara wabah, epidemi dan pandemi ada pada skenario penyebaran penyakitnya. Atau ada pada persoalan skala wilayah.
Melalui sebuah artikel di The Conversation, ahli epidemiologi dari Texas A&M University, Rebecca S.B. Fischer memberi penjelasan memadai terkait beda ketiga istilah tersebut.
Wabah
Sesuatu yang kecil tapi punya dampak. Sebuah wabah merupakan peningkatan jumlah kasus yang jelas terlihat — meski kecil— jika dibandingkan dengan jumlah “normal” kasus yang diantisipasi.
Misal, tiba-tiba jumlah anak kecil yang terkena diare meningkat di sebuah sekolah. Satu atau dua anak sakit mungkin saja normal di hari-hari biasa. Tapi jika 15 anak sekaligus menderita diare, ini berarti wabah.
Epidemi
Lebih besar dari wabah dan menyebar. Ia wabah yang menyebar di area geografis yang lebih luas. Ketika orang-orang di luar Wuhan mulai terdeteksi mengidap Covid-19, para ahli epidemiologi tahu bahwa wabah telah menyebar luas.
Dan penyebaran virus Covid-19 secara luas di seluruh daerah Cina — di luar Wuhan —- menandakan bahwa virus yang semula sekadar wabah di Wuhan, telah berkembang, menyebar dan berganti status menjadi epidemi.
Pandemi
Wabah yang melintasi batas teritorial dan berada di luar kendali. Dalam pengertian paling sederhana, ketika sebuah epidemi menyebar ke beberapa negara atau wilayah di dunia, ia sudah dianggap sebagai pandemi.
Para ahli epidemiologi setuju bahwa ketika upaya pengendalian penularan wabah secara global telah gagal, kondisi itu harus dianggap sebagai sebuah pandemi yang lebih berbahaya dibanding wabah ataupun epidemi.
Itu tadi penjelasan mumpuni terkait beda wabah, epidemi dan pandemi dari ahli epidemiologi asal Texas A&M University, Rebecca S.B. Fischer.
Dengan pemahaman atas istilah pandemi tersebut, semoga kita kian waspada dan terus berupaya menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita ya, Nabs.








