Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Kangen Bulan Purnama

Ulil Fikri by Ulil Fikri
20/03/2020
in Cecurhatan
Kangen Bulan Purnama

Alangkah mahal momen malam bulan purnama hari ini. Dulu, situasi itu amat istimewa. Sekarang, sudah banyak yang lupa dan mengabaikannya. 

Masih ingat saat penerangan PLN belum begitu merata, saat masih banyak desa gelap-gulita dan hanya beberapa rumah yang diterangi petromak.

Banyak juga yang hanya lampu teplok kecil bekas kaleng cat dari minyak tanah.

Saat di mana kita masih sangat akrab dengan penanggalan bulan. Bahkan saking antusiasnya dengan purnama, kalender bulan sudah setara akrabnya dengan kalender masehi.

Bahkan tetangga seringkali bertanya hari pasaran dan nama bulan kalender rembulan. Mereka lebih akrab dengan jumadil awal atau suro daripada mei atau april.

Jika bagi kita kalender masehi pasti hafal, karena menghitung tanggal merah dan hari libur sekolah. Tetapi, jika kalender rembulan kaitannya dengan obak, dan menikmati purnama rembulan.

Saat malam istimewa untuk bermain, mengeluarkan keringat, sorak-sorai dan bertengkar kecil-kecilan mengasah urat dan ketangkasan serta insting.

Bagi anak desa, mendapat surplus cahaya malam hari hanya saat rembulan sedang semangat-semangatnya menampakkan diri.

Selain itu, malam hanya ada gelap gulita dan kesunyian dengan jangkrik, kunang yang kerlap-kerlip dan kelelawar mencari makan.

Bulan purnama, selain menjadi malam bermandikan cahaya, juga saat paling strategis outbond malam hari. Mulai petak umpet, hingga gobak sodor.

Bahkan, jika banyak personil dan punya bola, ya sepakbola. Dan bagi orang tua, berkumpul bersama tetangga dan keluarga dengan alas sak wadah pupuk yang dijahit dengan tali rafia agak jadi lebih lebar.

Meskipun hanya dengan hidangan sederhana, singkong goreng, kerupuk tepung tapioka, tempe goreng dan wedang kopi atau wedang sereh.

Tanggal limolas padang jingglang mbulane bunder, (ser)
Aku dikudang sok yen gede dadi dokter (dikudang Mbok ‘e)

Lirik lagu ciptaan Didi Kempot di atas merupakan gambaran betapa bulan purnama bukan momen yang sederhana. Ia layak dirayakan dengan hikmat rasa syukur yang mendalam.

Sekarang, saat PLN makin banyak kulakan energi, seakan bintang-bintang sudah malu menampakkan diri. Purnama hanya angin lalu, dan makin diabaikan.

Dan nasib sama juga dialami kalender rembulan, sudah makin jarang yang membaca dan hampir hilang tiap cetakan kalender terbaru.

Mungkin baru dibaca saat menjelang awal Ramadhan atau mencari kapan Hari Raya Idul Fitri saja.

Memang, alam mudah menyesuaikan diri. Dunia sudah berputar sangat cepat. Saat itu masa yang hanya diterangi kunang dan rembulan, kita rekreasi ke tempat banyak lampu.

Dan kini saat lampu sudah membanjiri desa, dan kota kita entah kapan akan rekreasi ke tempat kunang-kunang dan cahaya rembulan serta bintang-bintang.

Dan alangkah mahal momen malam bulan purnama hari ini. Meski dulu, situasi di atas amat istimewa, sekarang sudah banyak yang lupa dan mengabaikannya.

 

Kapas, 20 Maret 2020

Tags: Bulan PurnamaMasyarakat DesaTamggal Limolas
Previous Post

Lazizmu dan MDMC Muhammadiyah Bojonegoro Inisiasi Penyemprotan Disinfektan

Next Post

Melacak Nasab dan Menjahit Kisah Biografi Orang Tua

BERITA MENARIK LAINNYA

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten
Cecurhatan

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

21/10/2026
Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor
Cecurhatan

Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor

15/10/2026
Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Sertijab Direktur Eksekutif LPDS: Tantangan Jurnalisme di Era Digital dan Target Penguatan Kompetensi Pers

Sertijab Direktur Eksekutif LPDS: Tantangan Jurnalisme di Era Digital dan Target Penguatan Kompetensi Pers

21/10/2026
Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

21/10/2026
Dari Api Abadi hingga Doa Bersama, Merawat Kebersamaan di HJB 349

Dari Api Abadi hingga Doa Bersama, Merawat Kebersamaan di HJB 349

20/10/2026
Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

19/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: