Badan Koordinasi Wilayah atau Bakorwil Bojonegoro menggelar program pengenalan Millennial Job Center pada Kamis (21/11/2019). Acara yang digelar di Gedung Maharani tersebut melibatkan puluhan anak muda dan pegiat UKM di Bojonegoro dan sekitarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuat sejumlah program unggulan. Salah satunya adalah Millennial Job Center atau MJC. MJC merupakan wadah yang mempertemukan talenta-talenta muda Jawa Timur dengan klien bahkan investor.
Tujuan utama dibuatnya MJC adalah memaksimalkan potensi anak muda di Jawa Timur sehingga siap bersaing di dunia kerja.
Bakorwil Bojonegoro punya komitmen tinggi dalam menjalankan program MJC dari Pemprov Jawa Timur. Salah satu contohnya adalah pembuatan East Java Super Coridor yang nantinya berfungsi sebagai co-working space sekaligus tempat bertemunya komunitas-komunitas berbasis anak muda.
Bentuk lain dari komitmen Bakorwil Bojonegoro terhadap MJC ini adalah program pengenalan secara langsung ke anak muda. Bekerja sama dengan Jurnaba.co, Bakorwil Bojonegoro membuat program fasilitasi pegembangan kegiatan ekonomi kreatif.
Dengan tajuk “Empowering Millennials Through Creative Economy”, Bakorwil Bojonegoro dan Jurnaba.co ingin mengenalkan program Millenial Job Center beserta fungsi dan manfaatnya.
Kepala Bakorwil Bojonegoro, Abimanyu Poncoatmojo dalam sambutannya mengatakan jika Millenial Job Center dan East Java Super Coridor dibuat untuk memaksimalkan potensi anak muda di Jawa Timur.
“Kami sedang membangun East Java Super Coridor sebagai tindak lanjut program MJC. Jadi kalau gedungnya sudah jadi, silahkan dimanfaatkan. Kami di Bakorwil sudah menyediakan, nanti silahkan dikembangkan bersama-sama,” ujar Abimanyu.

Dalam acara Empowering Millennials Through Creative Economy, hadir beberapa pembicara. Pertama ada Adib Nurdiyanto yang merupakan kreator Rumah Kreatif. Kemudian ada pengusaha muda berprestasi asal Bojonegoro, Siti Nur Banin. Terakhir ada fasilitator ekonomi kreatif asal Surabaya, Ariyasa.
Dalam acara yang menggunakan konsep talkshow tersebut, para pembicara memberikan informasi mengenai pengalaman sekaligus tantangan dalam dunia ekonomi kreatif.
Adib Nurdiyanto yang tak henti berkreasi berbicara mengenai inovasi dalam ekonomi kreatif. Ia berpendapat bahwa kreativitas adalah modal utama dalam pengembangan wirausaha.
Pria yang tinggal di Mojoedeso tersebut turut membawa beberapa produk buatannya di Rumah Kreatif. Seperti minuman dari bahan kemangi hingga bunga telang.
Sementara itu, Siti Nur Banin yang merupakan pemilik Rumah Ipus menceritakan awal mula usahanya hingga sampai berkembang pesat. Berbekal uang Rp 75 ribu, Banin kini sudah bisa menghasilkan omset puluhan juta dan memperkerjakan belasan karyawan lewat Rumah Ipus.
Banin juga berpesan kepada anak muda dan pegiat UKM yang hadir di acara tersebut, bahwa dalam membangun sebuah usaha dibutuhkan keyakinan dan ketelatenan.

Terakhir, Ariyasa mengungkapkan betapa pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak dan stakeholder dalam ekonomi kreatif. Menurut pria asal Surabaya ini, kolaborasi dan sinergi sangat diperlukan untuk mengembangkan ekonomi kreatif.
Para kreator harus berkolaborasi dengan orang yang paham dengan pemasaran dan juga publikasi. Dengan begitu, apa yang sudah dibuat bisa diterima oleh masyarakat.
Acara Empowering Millennials Through Creative Economy ini menjadi sarana penting untuk mengenalkan program MJC Pemprov Jawa Timur. Harapannya, ekonomi kreatif di Jawa Timur bisa lebih berkembang pesat dan cepat.








