Sejumlah tim sudah melakukan persiapan jelang bergulirnya Liga 3 Jawa Timur 2020. Namun, Persibo Bojonegoro tidak termasuk dalam deretan tim tersebut. Laskar Angling Dharma nampak masih terlelap dalam tidurnya.
Kick off Liga 3 Jatim 2020 akan dilakukan pada 6 Juni. Jadwal tersebut diumumkan secara resmi oleh Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur dalam kongres tahunan bulan Februari lalu. Setelah diumumkannya jadwal kick off, sejumlah peserta Liga 3 Jatim langsung melakukan berbagai langkah persiapan.
PSM Madiun jadi salah satu klub yang langsung bersiap diri usai Asprov PSSI Jatim mengumumkan jadwal kick off. PSM langsung mempersiapkan diri dengan mengumpulkan pemain.
Pengalaman musim lalu dijadikan pembelajaran oleh PSM Madiun. Musim lalu, PSM yang berada satu grup dengan Persibo hanya bisa menempati peringkat kedua dari bawah. Itu jadi hasil yang cukup mengejutkan mengingat PSM sebenarnya cukup diunggulkan di awal.
Menatap musim 2020, PSM Madiun nampaknya bakal mempersiapkan diri lebih maksimal. Dengan persiapan dini dan lebih matang, PSM siap tampil trengginas di Kompetisi Liga 3 Jatim 2020.
Sedikit berbeda dengan PSM Madiun, Gresik United juga melakukan persiapan namun dengan pendekatan yang berbeda. Tim asal Kota Pudak tersebut memilih untuk menunjuk pelatih kepala terlebih dulu. Tak tanggung-tanggung, manajemen Gresik United menunjuk pelatih berpengalaman yakni Subangkit.
Penunjukkan Subangkit ini tentu menunjukkan indikasi betapa seriusnya Gresik United. Mereka berharap bisa jadi representasi klub asal Gresik di Liga 1 maupun Liga 2 di masa yang akan datang.
Lalu, bagaimana dengan Persibo Bojonegoro? Sampai saat ini, Persibo nampak masih terlelap dalam tidurnya. Belum ada tanda-tanda kehidupan dari klub kesayangan Wong Jonegoro tersebut.
Jangankan mempersiapkan pemain atau menunjuk pelatih, siapa yang akan mengurus Persibo di musim 2020 bahkan belum jelas. Apakah masih tetap dipegang oleh Abdullah Umar dan Sally Atyasasmi melalui PT Semangat Persibo? Dialihkan ke Askab PSSI Bojonegoro? Atau, diberikan kepada investor baru yang punya dana dan pengalaman?
Siapa yang akan mengurus Persibo pada 2020 menjadi bahan perbincangan dan diskusi suporter. Ada yang meminta agar Persibo tetap dikelola secara professional. Namun ada pula yang merekomendasikan agar Persibo diubah statusnya jadi klub amatir, sehingga bisa mendapatkan suntikan dana dari Pemkab.
Salah satu kelompok suporter Persibo yakni Drago Tifoso Curva Nord berharap jika Laskar Angling Dharma mampu diurus oleh orang-orang kompeten nan professional. Selain itu, DTCN juga menginginkan agar manajamen Persibo dalam 3 tahun terakhir yang dipimpin oleh Abdullah Umar untuk mundur. DTCN siap memboikot Persibo jika hal-hal tersebut tak terlaksana.
Waktu terus berjalan. Semua stakeholder harus mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan Persibo ini. Dengan begitu, persiapan yang lebih teknis seperti seleksi pemain atau penunjukkan tim pelatih bisa segera dilakukan.
Masalah kepengurusan memang jadi batu sandungan terbesar Persibo Bojonegoro jelang bergulirnya Liga 3 Jatim 2020. Jika The Giant Killer tak segera dipersiapkan, suporter harus siap dengan kemungkinan terburuk: Persibo vakum di Liga 3 Jatim 2020.








