Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Kisah KKN di Desa Penari dan Pengalaman Berbeda Lainnya

Bakti Suryo by Bakti Suryo
29/08/2019
in JURNAKULTURA
Kisah KKN di Desa Penari dan Pengalaman Berbeda Lainnya

Sebuah cerita horor sedang viral di jagad maya. Cerita tersebut berjudul KKN di Desa Penari. Pada Rabu (28/8/2019) malam, cerita tersebut bertengger di urutan 3 trending topic twitter Indonesia. Judul tersebut juga masuk dalam pencarian terbanyak menurut Google Trend.

Berkisah tentang enam mahasiswa yang sedang melakukan KKN. Enam mahasiswa tersebut di antaranya yakni Widya, Nur, Ayu, Wahyu, Bima dan Anton. Mereka adalah mahasiswa angkatan 2005/2006. KKN tersebut mereka lakukan di sebuah desa terpencil. Tidak detail, hanya tertulis desa di ujung timur Pulau Jawa.

Pengalaman ganjil nan mistis pun mereka alami. Bukan tanpa sebab. Sebuah desa terpencil biasanya mempunyai norma atau pantangan tersendiri. Norma atau pantangan tersebut mereka langgar saat KKN di tempat itu. Tidak hanya kejadian mistis. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang meninggal dunia.

Cerita KKN di Desa Penari tersebut ditulis oleh akun twitter @SimpleM81378523 melalui thread-nya. Thread tersebut pertama kali ditulis pada 24 Juni hingga 5 Juli 2019. Akun bernama SimpleMan tersebut menulis cerita tersebut selama 11 hari.

Viralnya kisah misteri tersebut mebuktikan bahwa cerita horror masih laku. Terutama di masyarakat Indonesia. Pasalnya, hal beraroma klenik masih kental di sini. Banyak budaya Indonesia yang erat dengan hal ghaib.

Namun, kisah tersebut masih diperdebatkan netizen. Entah nyata atau fiksi. Penulis sendiri mengaku bahwa tulisan tersebut berdasarkan pengalaman seorang teman.

“Sebuah cerita tentang pengalaman beliau (teman) selama KKN, di sebuah desa penari,” penggalan kalimat dalam cuitan SimpleMan (24/6/2019).

Patut disayangkan jika pengalaman KKN menjadi pengalaman buruk. Terlebih lagi menakutkan. Apalagi karena sebuah kesalahan yang merugikan diri sendiri.

Di mana bumi diinjak, di situ langit dijunjung. Seperti kata pepatah tersebut. Di mana kita berada, di situ kita harus menghormati adat dan adab. Itulah pentingnya tata krama dalam bermasyarakat.

Pengalaman KKN termasuk pengalaman belajar yang berharga. Selain bisa belajar langsung ke lapangan, interaksi sosial dengan masyarakat akan menyenangkan. Berkumpul bersama warga dan belajar hal baru. Selain itu, tentu bisa berkontribusi langsung dalam mengabdikan diri ke masyarakat.

Seorang alumni universitas negeri di Kota Malang, Rizky Dahlan mempunyai pengalaman menarik saat KKN. Bukan pengalaman mistis, melainkan kisah cinta yang romantis. Kala itu, dia sempat dekat dengan teman lawan jenisnya. Seorang teman satu kelompok KKN di lokasi yang sama. Setelah KKN selesai, dia pun mengaku kedekatan tersebut berlanjut hingga pacaran.

“KKN kok aneh-aneh? Bisa dekat dengan lawan jenis itu baru namanya KKN,” kata warga Desa Ngumpak Dalem tersebut sambil bercanda.

Seorang komika, Wira Nagara pernah menjadikan KKN materi lawakan. Itu saat mengikuti Super Stand Up Comedy, acara salah satu stasiun televisi swasta nasional. Menurut Wira, KKN adalah sebuah kisah cinta yang terfasilitasi oleh kampus. Dia juga menemukan teori cinta dalam ruang KKN.

“Cewe pertama yang dibonceng ketika menuju desa KKN itu akan menjadi cinlokmu. Iya nggak? Biasanya begituuuuu,” satu punchline dari Wira Nagara.

Menurut Wira, terdapat pula hal yang menyebalkan saat KKN. Terutama pengalaman sebagai seorang cowok. Biasanya terjadi saat tengah malam di desa KKN yang cukup terpencil.

“Tiba-tiba ada yang keluar dari pintu, cewek, rambutnya teruai bilang Temenin pipis. Itu cowok yang denger, langsung runtuh dada ini,” kata Wira bergaya manja dalam joke-nya tersebut.

Menurutnya, kejadian tersebut dapat membuat cewe nyaman. Lama-kelamaan juga akrab lanjut jadian. Penonton pun tertawa dan bertepuk tangan.

Pengalamaan saat KKN setiap orang berbeda-beda. Namun, apa bila diceritakan kembali akan menarik. Terlebih bersama teman-teman. Tidak hanya bisa membuat kita bernostalgia. Kita pun bisa sharing dan saling belajar.

Setiap kejadian dan cerita memiliki kisah unik dibaliknya. Akan banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Meski hanya sekadar untuk lucu-lucuan.

Previous Post

Muasal Kepedihan

Next Post

Nonton Bareng Film Bumi Manusia bersama Bupati Bojonegoro, Cara Sederhana Memupuk Nation Building

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: