Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Kisah Sedih dan Keberanian yang Terpenjara

Widodo Ramadhani by Widodo Ramadhani
14/02/2020
in Cecurhatan
Kisah Sedih dan Keberanian yang Terpenjara

Sejak kau tinggalkan, aku jadi lelaki yang suka guyon tapi sesungguhnya terpenjara dalam sedih dan trauma, hingga hampir lupa cara jatuh cinta.

Apakah kau ingat saat kita berjanji saling membahagiakan?
Bukan tentang kenapa kita saling meninggalkan, tapi kenangan indah yang tiba-tiba muncul di kepala.

Jarak memang memisahkan. Kehendak orang tua memilih pesantren untuk pendidikanmu, tak bisa diganggu gugat layaknya hakim yang sudah mengetok palu hasil persidangan.

Kehidupanmu di pesantren memang tak seenak kehidupanmu di rumah. Aku tahu bagaimana kehidupanmu di rumah. Kamu yang dikit-dikit minta apa, selalu diturutin.

Khawatir denganmu itu memang wajar. Rindu sapaan selamat malam di chatmu, serasa tak ada gunanya. Di saat gabut, hanya game  online yang menemaniku.

Aku mendapat kabar dari kakakmu, kalau kamu sakit dan dibawa ke RS. Katanya, sakitnya biasa saja. Tapi aku pun bergegas menjengukmu. Meski sejenak, pertemuan itu sudah mengobati banyak rasa rinduku.

Hatiku tak karuan saat kamu dikabarkan kritis. Saat itu, aku langsung menjengukmu kembali dan berdoa dan memberi semangat agar kau lekas sehat. Dan aku yakin, kau akan segera seperti sedia kala.

Namun, takdir memang tak pernah terpikirkan oleh manusia. Aku jadi bodoh mendadak, saat kabar duka itu menghampiri telinga sekaligus menyayat hatiku.

Sang kuasa memanggilmu. Memanggil kembali salah satu makhluknya yang amat aku cintai.

Sejak saat itu, hanya air mata yang dapat berkata-kata. Aku jadi lelaki yang malas berbicara. Aku jadi lelaki yang suka glimbang-glimbung bok-tangi dalam kamar, tanpa motivasi apa-apa.

Aku selalu ingat, beberapa saat lalu, kamu masih berbicara denganku. Aku seperti tak bisa menerima kenyataan, bahwa aku telah sendirian. Aku sulit melupakanmu.

Aku masih sering sedih mendadak saat mengingatmu. Kesedihan-kesedihan itu membuatku menjadi lelaki penakut. Lelaki yang keberaniannya terpenjara dalam rasa sedih. Hingga aku lupa bagaimana cara menyapa orang lain.

Untuk menutupi rasa sedihku, kau tahu, aku menjadi lelaki yang suka guyon dan tak pernah serius terhadap apapun. Sesungguhnya, aku hanya tak bisa tidak kelihatan bersedih. Aku selalu bersedih.

Aku guyon dan tak pernah serius karena menutupi kesedihan. Aku benar-benar takut kehilangan dan takut ditinggalkan dan takut sendirian. Aku takut bahkan untuk terlihat baik-baik.

Aku benar-benar trauma ditinggalkan. Dan rasa trauma itu, memenjara keberanianku untuk melangkah. Sehingga yang aku bisa, hanya guyon untuk menyembunyikan perasaan yang maha sedih.

Aku menjadi lelaki pengecut dan penakut, hanya karena takut kehilangan dan takut ditinggalkan. Kau pasti tahu, betapa rasa trauma ini begitu membuatku terpenjara.

Sejak kau tinggalkan, aku jadi lelaki yang suka guyon tapi sesungguhnya terpenjara dalam sedih dan trauma, hingga hampir lupa cara jatuh cinta.

 

Widodo Ramadhani, mahasiswa progresif yang jarang lari pagi. 

Tags: DitinggalkanKekasihKesedihan
Previous Post

Betapa Besarnya Fungsi Persuasi Media Massa

Next Post

Cokelat Steinbeck

BERITA MENARIK LAINNYA

Batu Bara dan Piring Kosong
Cecurhatan

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 
Cecurhatan

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)
Cecurhatan

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: