Konsisten: perbuatan yang tetap dan tak berubah-ubah. Komitmen: janji pada diri sendiri untuk menjaga konsistensi. Sialnya, konsisten berkomitmen juga terjadi pada laku inkonsistensi.
Konsisten tanpa komitmen yang kuat hanyalah khayalan. Sedang komitmen kuat tanpa konsistensi yang jelas hanya bakal jadi mimpi. Sayangnya, mimpi indah tak selalu konsisten datang tiap-tiap hari.
Mereka yang pernah ngomong bakal memakan sandal jepit goreng ketika tim sepakbola jagoannya kalah, maka saat tim jagoannya kalah dan tak benar-benar melakukannya, bisa dilabeli sebagai makhluk yang tak komitmen, apalagi konsisten.
Dia yang ngomong sama kamu bakal menuju jenjang serius saat sudah kau terima cintanya, lalu saat kau terima cintanya, ternyata dia ngga juga serius-serius, bisa dilabeli sebagai makhluk yang tak komitmen, alih-alih konsisten.
Mereka yang pernah bilang akan bekerja sesuai aturan dan prosedur dan kesepakatan, lalu nyatanya sekadar malas-malasan dan enggan membuktikan ucapan, tentu bisa dilabeli sebagai makhluk hidup yang tak konsisten, alih-alih berkomitmen.
Berkomitmen terhadap sesuatu yang pernah diucap bukan perkara mudah. Sangat sulit. Apalagi jika ditakdirkan punya mulut yang suka berbelit-belit. Sebab selalu ada alasan untuk membenarkan laku inkonsistensi (lawan kata konsisten) terhadap apa yang ingin dikonsisteni.
Sialnya, konsisten terhadap laku inkonsistensi juga merupakan bentuk dari konsistensi itu sendiri. Karena itu, tak ada yang bisa mengubah sifat inkonsisten seseorang, kecuali takdir tuhan atau dirinya sendiri.
Pembaca yang budiman, jika ada orang yang konsisten dan berkomitmen terhadap apa yang pernah diucapkan, entah itu perkara kecil maupun besar, dia adalah makhluk yang teramat spesial. Teramat ekslusif.
Jika kamu jomblo dan kebetulan menemui orang yang konsisten dan berkomitmen terhadap apa yang dia ucapkan, jangan pernah ragu untuk langsung menjadikannya pasangan hidup. Percayalah. Yakinlah.
Ini serius. Sebab, dia amat spesial. Yaiyalah, lha wong ucapan yang nyata-nyata tak berwujud dan tak bisa disentuh saja bisa dikonsisteni dan dikomitmeni kok, apalagi pasangan yang nyata-nyata berwujud dan bisa disentuh.
Dengan kata lain:
Mereka yang konsisten dan berkomitmen pada ucapan adalah pasangan yang baik. Lha wong ucapan yang tak berwujud dan tak bisa disentuh saja bisa dikonsisteni dan dikomitmeni kok, apalagi pasangan yang jelas-jelas berwujud dan bisa disentuh.
** **
Ohya, mereka yang pernah bilang akan berhenti merokok saat tak punya uang, tapi kala tak punya uang justru rajin bekerja dan akhirnya punya banyak uang dan rajin bersedekah, ternyata nggak jadi berhenti merokok, tentu bisa dibilang sebagai, eits… Tunggu dulu!








