Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro Sosialisasi Anti Bullying dan Kesetaraan Gender pada Senin, (28/08/2025) yang berlokasi di SDN Trojalu, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini diikuti 80 siswa SDN Trojalu dari berbagai jenjang kelas. Kehadiran para siswa mencerminkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan edukatif yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menghindari tindakan perundungan (bullying) dan menghargai kesetaraan gender di lingkungan sekolah.
Didik Rianto, S.Pd. selaku Kepala Sekolah Dasar (SD) Trojalu dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UNUGIRI Trojalu dalam menyelenggarakan program ini. Ia menekankan bahwa isu bullying dan kesetaraan gender merupakan hal yang sangat penting diperkenalkan kepada anak sejak usia sekolah dasar agar tumbuh kesadaran untuk saling menghargai, menyayangi, dan menghindari perilaku yang merugikan teman sebaya.
“isu bullying dan kesetaraan gender merupakan hal yang sangat penting diperkenalkan kepada anak sejak usia sekolah dasar, sebab jika itu terjadi akan merugikan temannya,” ujarnya.
Nasywa Qorriayna La’aly dan Ulil Azmiyah selaku pemateri dari mahasiswa KKN UNUGIRI Trojalu menyampaikan penjelasan dengan metode interaktif agar siswa mudah memahami. Materi disampaikan secara sederhana namun sarat makna, menekankan bahwa bullying dalam bentuk apapun — baik fisik, verbal, maupun sosial — tidak dibenarkan dan harus dihindari.
“Kita harus menghindari hal tersebut, seperti bulliying dan kekrasan terhadap sesama siswa,”ujarnya.
Pemateri juga menahbahkan selain membahas tentang bullying, pemateri juga menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah. Disampaikan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak, kesempatan, dan kewajiban yang sama dalam belajar, bermain, dan berprestasi. Penjelasan ini bertujuan agar siswa tidak lagi memandang rendah atau mendiskriminasi teman berdasarkan perbedaan gender.
“keseteraan gender ini perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di lingkungan sekolah bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama,”tandasnya.
Metode penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan. Pemateri menggunakan sebuah lagu sederhana dengan gerakan yang berkaitan dengan pesan anti bullying dan kesetaraan gender. Lagu ini bertujuan agar siswa lebih mudah mengingat pesan moral yang disampaikan, sekaligus menjadikan suasana belajar lebih ceria, interaktif, dan menyenangkan.








