Pada Sabtu pagi (25/01/25), Yayasan Pendidikan Miftahul Huda (Yamifda) menggelar peringatan Isra’ Mi’raj. Acara ini berlangsung di musholla yayasan, yang beralamat di Desa Kadungrejo, Baureno Bojonegoro.
Kiai Ali Mas’ud, sebagai penceramah menerangkan, Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad Saw. Sebuah perjalanan spiritual Nabi sebagai pelipur lara, setelah ditinggal oleh dua orang kesayangannya.
“Yang pertama adalah istri tercinta Nabi, yang mencurahkan semua harta dan jiwa raganya untuk perjuangan Nabi, yakni Siti Khodijah. Kedua, paman Nabi yang jadi back up Nabi dari serangan kaum Quraisy, yakni Abu Tholib”, terangnya.
Peringatan ini, dikuti oleh lima ratus lebih siswa dari jenjang MI, MTs dan SMK yang bernaung di bawah yayasan.
Lanjut kisah, Kiai Ali menjelaskan banyak fenomena yang ditemui Nabi sewaktu perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Seperti bau harum makam Siti Masyitoh, yang teguh imannya.
“Banyak juga siksaan yang diperlihatkan kepada Nabi, bagi orang-orang yang ingkar. Seperti melalaikan sholat, tidak mau berzakat, memakan barang riba, dan suka membuka aib”, jelas Kiai Ali, salah seorang guru yayasan.
Ia melanjutkan, sewaktu perjalanan mi’raj, Nabi bertemu dengan para nabi di setiap tingkatan langit. Hingga sampai ke Sidratul Muntaha, Nabi bertemu Allah SWT dan mendapatkan perintah sholat 50 waktu.
Berkat saran dari Nabi Musa, kemudian Nabi memohon keringanan kepada Allah, hingga berkurang menjadi lima waktu. “Sholat inilah yang menentukan baik buruknya seseorang”, pungkas Kiai Ali.
Sebelumnya, Ketua Yayasan H. Gufron Zahid juga menyampaikan, dengan turunnya perintah sholat dalam peristiwa isra’ mi’raj ini, jangan sampai meninggalkan sholat. “Makanya kita biasakan sholat dhuhur jamaah sebelum pulang sekolah”, pesan H. Gufron.








