Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mencintai dan Filosofi Batu-Gunting-Kertas

Muhammad Sidkin Ali by Muhammad Sidkin Ali
05/03/2020
in Cecurhatan
Mencintai dan Filosofi Batu-Gunting-Kertas

Batu ibarat sikap tegas dan di sisi lain bisa jadi keras kepala. Gunting seperti penyelamat atau justru pemisah. Dan kertas berarti kedewasaan mengayomi atau malah sikap lemah.

Jatuh cinta dan upaya mencintai bukan merupakan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ia manifestasi perjalanan individu untuk melengkapi rasa asing dan sepi yang telah lama dirasakan.

Bagi saya, mencintai itu harusnya seperti permainan suit batu-gunting-kertas. Bukan perihal untuk memiliki kemenangan tetapi bagaimana menerima kekalahan.

Permainan suit batu-gunting-kertas ialah sebuah permainan tradisional yang dimainkan dua orang. Usia permainan ini sudah ribuan tahun, bahkan pelbagai negara di dunia memainkan permainan ini.

Tidak hanya anak kecil yang memainkannya untuk bersenang-senang, tetapi juga orang dewasa melakukan permainan ini untuk menentukan sebuah keputusan.

Di Jepang, permainan ini disebut Jankenpon. Permainan ini hampir sama dengan permainan hompimpah di Indonesia, tetapi hanya berbeda jumlah pemain dan bentuknya saja.

Jika hompimpah dilakukan dua orang atau lebih dengan menggunakan telapak tangan atau bagian luarnya, maka Jankenpon dilakukan oleh dua orang dengan menggunakan tangan dan jari tangan.

Ada tiga bentuk jari tangan yang dimainkan. Yakni batu atau guu dengan posisi jari mengepal. Gunting atau choki dengan jari membentuk huruf V. Dan Kertas atau paa dengan jari dan telapak tangan terbuka.

Aturannya sederhana. Batu akan menang melawan gunting, gunting akan menang melawan kertas, dan kertas akan menang melawan batu. Ketiganya memiliki porsi yang sama untuk menang maupun kalah.

Sama halnya ketika mencintai. Batu ibarat sikap tegas dan di sisi lain bisa jadi keras kepala. Gunting seperti penyelamat atau justru pemisah. Dan kertas berarti kedewasaan mengayomi atau malah sikap lemah.

Seseorang yang saling jatuh hati dan mencintai bisa menggunakan filosofi permainan Jankenpon agar tetap langgeng. Lhah bener ta? Hehe…

Seseorang dengan sikap seperti batu akan berusaha mencari pasangan yang bisa merangkulnya, yakni ibarat kertas. Jika dia mencari gunting, maka dia akan memberikan luka bukan cinta.

Begitu pula seseorang dengan sikap gunting juga akan mencari pasangan yang mampu meluluhkan dirinya dengan ketegasan batu. Bukan malah mencari kertas yang membuatnya ada keinginan untuk saling pisah.

Banyak orang menganggap bahwa jatuh cinta adalah momen membahagiakan dalam hidup. Tetapi sebagian lain mengatakan jatuh cinta hanya akan mendatangkan luka. Luka masa lalu dan kekhawatiran kembali luka di masa mendatang.

Ketika seseorang jatuh cinta, akan ada dua kemungkinan. Pertama, jatuh cinta akan mengantarkan dia untuk menerima kelebihan dan kekurangan pasangan. Kedua, jatuh cinta akan membuatnya menolak kelebihan dan kekurangan.

Sedangkan mencintai hanya ada satu kemungkinan. Yakni, menerima kelebihan dan kekurangan pasangan tanpa alasan. Inilah yang membedakan di antara keduanya. Bahwa sesungguhnya cinta itu menerima bukan meminta.

Oleh karena itu, saya sepakat dengan Erich Fromm dalam The Art of Loving bahwa mencintai bukan persoalan yang mudah. Karena mencintai bukan sekadar keinginan untuk dicinta dan dimiliki, melainkan kemampuan diri untuk menerima, memahami dan berbagi.

Jadi, apa kamu mau mencintaiku bermain Jankenpon denganku?

Tags: batu-kertas-guntingHompimpaJankenpon
Previous Post

Dunia Bekerja secara Unik

Next Post

Penembak Muda Indonesia Siap Tampil di Olimpiade 2020 Tokyo

BERITA MENARIK LAINNYA

Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory
Cecurhatan

Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

28/10/2026
Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten
Cecurhatan

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

22/10/2026
Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor
Cecurhatan

Kenapa Kita Manut Sama Apa Saja: Dari Jurnal Tier Atas Sampai Jebakan Nalar Impor

15/10/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

29/10/2026
Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

28/10/2026
Membaca Supremasi Masyarakat Sipil dalam Naskah Kuno Bojonegoro

Membaca Supremasi Masyarakat Sipil dalam Naskah Kuno Bojonegoro

27/10/2026
Kiat Melatih Fokus Lewat Membaca Buku di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Kiat Melatih Fokus Lewat Membaca Buku di Tengah Gempuran Distraksi Digital

26/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: