Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menelusuri Batasan Freedom of Speech dan Freedom of Everything

Shoffan Maulana by Shoffan Maulana
28/03/2021
in Cecurhatan
Menelusuri Batasan Freedom of Speech dan Freedom of Everything

Freedom of speech merupakan bagian dari demokrasi yang sering diteriakkan atas nama melindungi hak berpendapat. Namun, keberadaan medsos membuatnya berubah jadi freedom of everything. 

Kebebasan berpendapat di era digital memang sudah menjadi sangat liar seperti kita hidup di era pra sejarah yang tanpa aturan. Setiap orang bisa dengan bebas menghancurkan apapun dengan cara apapun. Meskipun hanya di balik algoritma digital.

Tentunya tak bisa dipungkiri bahwa begitu lah konsekuensi dari sebuah kalimat demokrasi yang sering kita teriakan atas dasar melindungi setiap orang dalam berpendapat di muka umum baik di dunia digital maupun di dunia nyata.

Setiap orang bebas berbicara apapun tentang apapun dan siapapun. Saya juga tahu bahwa semuanya memiliki batasan tertentu yang tidak boleh dilanggar, sehingga saya tak heran jika pemerintah kita saat ini membentuk polisi virtual untuk mengawasi tindak tanduk masyarakat yang melampaui batas dalam kebebasan berpendapat.

Sampai mana batasan itu? tentunya ini sangat dilematis. Karena batasan tergantung dari undang-undang yang setiap negara berbeda beda dalam sumber dan proses pembentukannya, sehingga saya tidak akan masuk ke sana.

Alih-alih mencari di mana batasan yang tergantung pada aturan yang berlaku pada saat tertentu, bagi saya lebih baik menyadari setiap risiko yang akan terjadi setiap kali kita menyuarakan apapun di sosial media.

Saya mendapati banyak sekali pengguna sosial media yang gusar dengan hinaan, komentar miring, orang-orang yang toxic, suka pamer, hingga keresahan kenapa di sosial media berisi konten yang berbau politik dan hal-hal yang kurang bermanfaat.

Jahat memang, tapi perlu saya beritahu. Jika kamu termasuk orang-orang yang suka mengeluh itu, maka lebih baik kalian hapus semua akun sosial media yang kalian punya. Sebab orang-orang seperti kalian tidak layak menjadi pengguna sosial media.

Era digital sudah menjadi corong kebebasan berpendapat baru. Semuanya serba liar dan bebas. Kalian bisa mendapatkan apapun dengan konsekuensi kalian juga akan mendapatkan serangan dari manapun jika kalian menjadi bagian darinya.

Kita tidak bisa cherry picking dengan hanya ingin mendapatkan manfaatnya tapi tidak mau menanggung risikonya. Seperti kata pepatah, ketika kita berani berlayar untuk mencari ikan, kita harus bersiap dengan risiko tergulung ombak.

Setiap orang yang kuliah akan memiliki peluang untuk di Drop Out. Bagaimana caranya untuk menghilangkan peluang di-DO? Mudah, tidak perlu kuliah. Bagaimana kita bisa di-DO sedangkan kita tidak pernah kuliah?

Saya harap dari analogi tersebut kita semua dapat memahami fenomena yang terjadi dalam dunia sosial media sehingga tidak terlalu cepat menyalahkan orang lain yang ada di sosmed. Terkadang hal jahat bukan berasal dari luar, namun kita saja yang terlalu mengkritik imajinasi diri terlalu berlebihan.

Tags: DemokrasiFreedom of speechkebebasan berpendapat
Previous Post

Meningkatkan Ekonomi Masyarakat dengan Menyulap Daun Beluntas

Next Post

Hagemoni versus Partisipasi: Pergulatan Pembangkangan Hukum Masyarakat atas Proses Seleksi Perangkat Desa

BERITA MENARIK LAINNYA

Teori Syahadah dan Alasan Mengapa Iran Masih Bertahan
Cecurhatan

Teori Syahadah dan Alasan Mengapa Iran Masih Bertahan

25/07/2026
Ketika Illusory Of Truth Effect Bergeser Menjadi Perangkat Kritik Historiografi 
Cecurhatan

Ketika Illusory Of Truth Effect Bergeser Menjadi Perangkat Kritik Historiografi 

23/07/2026
KKN Unigoro dan Pokdarwis Hijaukan Geosite Kedung Lantung Lewat Program Konservasi Tanaman
Cecurhatan

KKN Unigoro dan Pokdarwis Hijaukan Geosite Kedung Lantung Lewat Program Konservasi Tanaman

22/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Teori Syahadah dan Alasan Mengapa Iran Masih Bertahan

Teori Syahadah dan Alasan Mengapa Iran Masih Bertahan

25/07/2026
Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah

Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah

24/07/2026
Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah

Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah

24/07/2026
Ketika Illusory Of Truth Effect Bergeser Menjadi Perangkat Kritik Historiografi 

Ketika Illusory Of Truth Effect Bergeser Menjadi Perangkat Kritik Historiografi 

23/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: