Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Lebaran: Merayakan Keharuan di Hari penuh Kerinduan

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
21/04/2023
in Peristiwa

Ketika semua yang telah tiada, sesaat seperti kembali mengisi kepala.

Lebaran kadang menjadi hari yang penuh anomali. Banyak orang berbahagia. Tapi, di saat yang sama, tak sedikit pula yang justru bersedih dan menangis.

Lebaran, barangkali momen saat kesedihan bisa menampakkan diri, justru di tengah lautan bahagia. Rasa sedih serupa garam di sayur lodeh, ia memicu haru yang teramat gurih.

Semasa kecil, saya sering memergoki nenek saya menangis saat Lebaran. Saya tidak pernah mengerti apa yang ditangisi. Sebab, saya tak pernah berani bertanya.

Lebaran, bagi saya adalah momen banyak mainan. Banyak pedagang mainan berkeliaran di depan rumah. Dan saya bisa membeli mainan-mainan itu karena saya punya banyak angpao dari saudara. Sesederhana itu saya memaknai lebaran kala itu.

Tapi, makna Lebaran mungkin saja berbeda bagi mereka yang sudah dewasa. Terlebih mereka yang sudah berusia tua dan punya lebih banyak pengalaman hidup. Lebaran tak sekadar hanya banyak mainan. Tapi juga momen memecah tangisan.

Ketika saya mendekati nenek dan diam-diam memeluknya, nenek bisa tiba-tiba langsung tersenyum dan tertawa. Ia meraih mainan di tangan saya. Lalu pura-pura menyembunyikannya, untuk selanjutnya kembali memberikan pada saya.

Di momen Lebaran, batas antara sedih dan bahagia sangat tipis sekali. Setipis rempeyek kacang atau astor yang hanya butuh sedikit tekanan jari tangan untuk bisa langsung dipecahkan.

Hari Lebaran memicu rasa bahagia mudah pecah menjadi gelak haru, dan rasa sedih mudah pecah menjadi raut bahagia. Semuanya terasa sangat melegakan. Sedih yang melegakan dan bahagia yang melegakan.

“Nenek menangis karena ingat kakek yang sudah wafat duluan” kata bibi, menjawab pertanyaan saya, “tapi, dia juga menangis karena bersyukur, Lebaran ini masih bertemu anak-anak dan cucu-cucunya.”

Dari apa yang dikatakan bibi, saya baru tahu bahwa ada sejumlah alasan bagi orangtua untuk menangis di saat Hari Lebaran: jika tidak dentum rindu, bisa jadi deburan syukur.

Dentum rindu, tentu perkara ingatan-ingatan. Nostalgi. Hingga sesuatu yang membikin seseorang yang telah pergi, seperti hadir kembali dalam wujud debar batin yang memicu tangis.

Sedang deburan syukur, tentu apa yang terjadi saat ini. Saat apa-apa yang masih bisa dilihat dan dipegang, memicu rasa terimakasih yang luar biasa sangat dalam.

Saat nenek menangis lalu diam-diam saya memeluknya, dan nenek tiba-tiba tersenyum, barangkali adalah momen di mana dentum rindu dan deburan rasa syukur saling bertemu dan menguatkan.

Ketika saya dewasa, saya menyadari bahwa Hari Lebaran menjadi tidak sekadar membeli mainan dan bermain-main karena liburan. Saya mulai merasakan dentum rindu dan betotan nostalgi di dalam dada. Terlebih ketika saya telah mengalami fase ditinggalkan.

Nenek, ibu dan adik adalah orang-orang yang dulu ada dan sangat dekat dengan saya, lalu kini telah tiada. Ketiadaan mereka bertiga, tentu sangat berdampak bagi saya, terlebih saat Hari Lebaran tiba.

Dentum rindu benar-benar saya rasakan saat lebaran tiba. Betapa ingatan-ingatan tentang masalalu bisa secara semena-mena berlintasan di dalam kepala. Orang terkasih yang telah tiada, misalnya, dengan mudah hadir begitu saja di dalam dada.

Hari Lebaran memicu saya memasuki sebuah scene film tentang bermain dan mencari angpao bersama adik, menemani ibu memasak dan mengaduk adonan kue di dapur, hingga bermain di dekat nenek. Semua yang telah tiada, sesaat seperti kembali mengisi kepala sekaligus dada.

Namun, dada saya seperti dipenuhi banyak cairan yang harus segera dikeluarkan, ketika kenyataan mengatakan bahwa mereka semua tidak akan pernah kembali di dunia ini — dan baru bertemu lagi kelak, di dunia yang bukan saat ini.

Dan dentum rindu, ternyata tidak berdiri sendiri. Ia berganti deburan syukur tatkala saya kembali menginjakkan kaki pada kenyataan. Saya menyadari apa yang saya miliki hari ini: keluarga yang membahagiakan, pekerjaan yang menyenangkan, hingga teman-teman yang menggembirakan.

Kadang, semua memang terasa tidak baik-baik saja. Tapi, saya langsung menyadari bahwa itulah hidup. Bagian dari bagaimana Tuhan memberi kesempatan pada saya untuk mengamati dan mempelajari banyak hikmah.

Dan terlepas dari itu semua, saya sangat mensyukuri apa yang sedang dan telah saya miliki beserta kekurangan dan ketidaklengkapannya sekaligus.

Saya sangat mensyukuri keberadaan keluarga, pekerjaan dan teman-teman yang, entah disadari atau tidak, telah memasukkan saya sebagai bagian dari episode hidup mereka.

Hari Lebaran memang selalu ada sedih dan haru. Tapi, ia tidak berdiri sendiri. Sebab bahagia berada di dekatnya, dekat sekali. Selamat Hari Lebaran.

 

Tags: KebahagiaanKesedihanLebaranMakin Tahu Indonesia
Previous Post

Puthut EA: Jimat Peradaban dan Suwuk Nusantara

Next Post

Sejarah dan Asal-usul Hari Bumi

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa
Peristiwa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot
Peristiwa

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara
Peristiwa

Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

12/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: