Asprov PSSI jawa Timur mengatakan jika ada 61 klub yang mendaftar jadi peserta Liga 3 Jatim 2020. Satu dari puluhan klub tersebut adalah Persibo Bojonegoro. Namun, meski sudah mendaftarkan diri, Persibo belum tentu bisa langsung tampil ke kompetisi strata ketiga di Indonesia tersebut.
Teka-teki mengenai nasib Persibo di musim 2020 sedikit demi sedikit mulai terjawab. Salah satu pertanyaan terbesar para suporter adalah keikutsertaan Laskar Angling Dharma di Liga 3 Jatim 2020. Persibo Bojonegoro ternyata sudah mendaftar ke Asprov PSSI Jatim sebagai operator liga.
Menurut rilis resmi Asprov PSSI Jawa Timur, sampai batas waktu yang sudah ditentukan, ada 61 klub yang telah mendaftar. Selanjutnya, Asprov akan melakukan verifikasi untuk menentukan layak tidaknya klub tersebut tampil di Liga 3 Jatim 2020.
“Untuk selanjutnya kami akan lakukan verifikasi terhadap klub yang mendaftar tersebut. Dengan demikian, 61 klub ini belum tentu lolos semua. Untuk tim yang lolos verifikasi nantinya akan kami undang dalam manager meeting yang kemungkinan digelar akhir Maret,” ujar Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur, Amir Burhanuddin.
Meskipun sudah mendaftar dan tercatat di PSSI, Persibo belum tentu bisa ikut Liga 3 Jatim 2020. Itu disebabkan oleh masih mengambangnya status Persibo. Apakah mendaftar dengan status klub professional seperti 3 musim terakhir, atau mendaftar sebagai tim amatir di bawah naungan Askab PSSI Bojonegoro.
Verifikasi manajemen yang dilakukan oleh Asprov akan sangat menentukan apakah Persibo bisa tampil di Liga 3 Jatim 2020. Jika manajemen dan pengurusnya tak jelas, Persibo bisa saja tak lolos verifikasi.
Sampai saat ini, belum jelas tentang siapa yang akan menangani Persibo di 2020. Itu dikarenakan manajemen Persibo yang dipimpin oleh Abdullah Umar mengembalikan Persibo ke Pemkab melalui Askab PSSI Bojonegoro.
Askab PSSI Bojonegoro pun sudah menindaklanjuti keinginan Abdullah Umar tersebut dengan beberapa rekomendasi. Secara tersirat, Askab tak berani mengambil keputusan langsung tanpa arahan dari Bupati Bojonegoro.
Di sisi lain, Askab juga sudah mendaftarkan Bojonegoro FC. Klub tersebut berada di bawah naungan Askab PSSI Bojonegoro dengan status amatir. Artinya, Askab sudah memiliki tim sendiri.
Karena sampai sekarang legalitas masih abu-abu, nasib Persibo pun jadi tak jelas. Apakah tetap mendaftar sebagai klub professional atau amatir. Hal ini kembali membuat suporter Persibo cemas.
Salah satu suporter Persibo, Muhammad Nanang mengatakan jika pihak-pihak terkait harus segera mengambil keputusan. Karena, waktu sudah sangat mepet.
“Kalau memang harus vakum dulu ya setidaknya beri kami informasi resmi yang jelas. Kalau seperti ini kan malah bikin kami cemas dan bingung,” ujar Nanang.
Nanang juga menyayangkan sikap manajemen maupun Askab yang seperti merahasiakan segala macam hal. Menurutnya, publik berhak tahu mengenai perkembangan terkini dari Persibo Bojonegoro.
Ada waktu beberapa hari untuk memperbaiki semua masalah yang mendera. Sebelum tim dari PSSI Jawa Timur melakukan verifikasi, semua stakeholder harus duduk bersama untuk mencari jalan terbaik. Sehingga, nasib Persibo untuk musim 2020 bisa jelas dan suporter tak bertanya-tanya lagi.








