Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mpu Nala Wiramandalika, Tokoh Besar yang Terkubur Dongeng

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
16/09/2024
in Figur
Mpu Nala Wiramandalika, Tokoh Besar yang Terkubur Dongeng

Ilustrasi: Mpu Nala dari Bojonegoro

Mpu Nala Wiramandalika merupakan tokoh besar yang muncul pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk Majapahit (1334 – 1389 M). Nama Mpu Nala Mandalika tergurat abadi dalam Prasasti Sekar (1364 M), sebagai pejuang yang ditakuti musuh.

Analisa dan pembahasan mendalam tentang Prasasti Sekar (1366 M), dicatat epigraf dan arkeolog asal Belanda bernama Dr. N.J. Krom dalam artikel berjudul De Inscriptie van Nglawang (1911). Dalam prasasti bercerita batas-batas wilayah Jipang (Bojonegoro) abad 14 M itulah, nama Mpu Nala muncul sebagai figur pejuang besar.

Pu Nala (Mpu Nala) berstatus Rakryan Tumenggung. Mpu Nala disebut sebagai pelindung kebaikan dan penghancur kejahatan. Figur yang mengabdikan diri sebagai pelindung kebaikan dan penghancur kejahatan.

Mpu Nala seorang Brahmana yang masyhur akan kebesarannya. Prasasti Sekar (1365 M) menjuluki Mpu Nala sebagai Arya Wiramandalika: pemimpin pejuang; Rauangganabhima: kuat di medan perang; Pratipakşanāçanakaraņa: Penyebab kehancuran musuh.

Terkait julukan-julukan yang menempel pada nama Mpu Nala itu, Dr. N.J. Krom dalam analisisnya menyebut kedigdayaan Mpu Nala diibaratkan sebagai teror di medan perang, sekaligus penghancur musuh. Sehingga menjadikan nama Mpu Nala sangat berkharisma, dihormati kawan dan disegani lawan.

N.J. Krom menyebut Mpu Nala hidup sezaman dengan Hayam Wuruk, sang penguasa terbesar di era keemasan Majapahit. Bahkan, nama Mpu Nala cukup populer pada era itu. Nama Mpu Nala juga muncul dalam Nagarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca. Dalam Nagarakertagama, nama Mpu Nala dipuji dalam sebuah syair yang berbunyi:

sang arrya
wiramandalika nama pu Nala
sadhwasādhuhitanigrahawijña mañcanagara manama tumenggung

Syair dalam Negarakerragama yang menyebut nama Mpu Nala di atas, oleh Krom, dimaknai sebagai berikut: Yang mulia wiramandalika bernama Mpu Nala, sang penyelamat kebaikan dan penghancur kejahatan. Seorang mancanegara bergelar tumenggung.

Dalam analisa di atas, mengindikasikan secara kuat bahwa Jipang (Bojonegoro), pada abad 14 M, merupakan wilayah mancanegara yang kuat. Yang mana, kala itu, dipimpin Brahmana tangguh bernama Mpu Nala. Sang Rakryan bergelar Tumenggung.

Keberadaan Brahmana di wilayah Jipang (Bojonegoro), tentu wajar dan logis. Sebab, sekitar 110 tahun sebelum Prasasti Sekar (1365 M) dikeluarkan Raja Hayam Wuruk, Jipang sudah dikenal sebagai Tanah Brahmana. Ini tercatat pada Prasasti Maribong (1246 M) yang dikeluarkan Raja Wisnuwardhana Singasari.

Dikubur Dongeng abad 19 M

Nama Mpu Nala memang tak populer dan bahkan seperti tak pernah ada. Sebab, keberadaannya seperti dikubur dongeng yang diciptakan pada abad 19 M. Ada banyak tokoh berhubungan dengan Bojonegoro dikubur dongeng-dongeng abad 19 M.

Bojonegoro yang jelas-jelas tercatat sebagai Tanah Para Brahmana, seolah tak boleh mengenal dan memiliki figur Brahmana yang nyata. Karena itu, dibuatkan banyak legenda agar tak mengenali tokoh nyata yang merupakan Brahmana besar pada zamannya.

Selain Mpu Nala (tokoh abad 14 M) yang dicatat Prasasti Sekar (1365 M), Bojonegoro juga memiliki Arya Surung (tokoh besar abad 15 M) yang dicatat Prasasti Pamintihan (1473 M). Baik Mpu Nala maupun Arya Surung, nasibnya sama, terkubur dongeng abad 19 M.

Nama Mpu Nala (tokoh abad 14 M) dan Arya Surung (tokoh abad 15 M), mungkin sangat berbahaya bag pelestari penjajahan di Bojonegoro. Karena itu, diupayakan agar tidak dibahas. Dan, kalau bisa, dilupakan saja. Untuk menghilangkannya, mereka memproduksi sebanyak mungkin kisah legenda.

 

Tags: Makin Tahu IndonesiaMpu Nala BojonegoroPrasasti Sekar
Previous Post

Tanda Terung dan Bintara

Next Post

Cantika Wahono Bahas Kemajuan Pendidikan Bojonegoro Bersama Civitas Akademika STIE Cendekia

BERITA MENARIK LAINNYA

Spirit Mbah Wahab Hasbullah: Sarekat Islam, Komite Hijaz, dan Refleksi Muktamar Hari Ini
Figur

Spirit Mbah Wahab Hasbullah: Sarekat Islam, Komite Hijaz, dan Refleksi Muktamar Hari Ini

05/08/2026
Franz Beckenbauer dan Seni Mengelola Ego di Ruang Ganti
Figur

Franz Beckenbauer dan Seni Mengelola Ego di Ruang Ganti

04/08/2026
Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme
Figur

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026

Anyar Nabs

Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia

Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia

05/09/2026
Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

04/09/2026
Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

03/09/2026
WKP Gunung Pandan: Skala Manusiawi atau Skala Industri?

WKP Gunung Pandan: Skala Manusiawi atau Skala Industri?

02/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: