Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Nagari Jipang, Bumi Para Brahmana

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
27/03/2024
in JURNAKULTURA
Nagari Jipang, Bumi Para Brahmana

Nagari Jipang merupakan cikal bakal wilayah Blora, Bojonegoro, dan Tuban Selatan. 

Sekitar 500 tahun sebelum Arya Penangsang (1505 – 1554 M) lahir kedunia. Dan sekitar 700 tahun sebelum Belanda dan kroninya membuat dongeng Babad (Arya Penangsang vs Joko Tingkir), Nagari Jipang sudah masyhur sebagai imperium besar. Ini terbukti ilmiah dan empiris berbasis data literatur dan prasasti.

Melalui Prasasti Maribong (1248 M), Raja Wishnuwardana (Kerajaan Singashari) menetapkan Nagari Jipang sebagai tanah perdikan sima-swatantra. Tanah yang haram ditarik pajak. Wishnuwardana menganggap Nagari Jipang sebagai Bumi Brahmana, tanah yang dimuliakan sejak lama. Bahkan sejak zaman leluhur Wishnuwardana sendiri.

Pada era Majapahit (1358 M), Nagari Jipang sangat dihormati. Ini terbukti secara ilmiah. Dari semua negara vasal Majapahit, Nagari Jipang sangat diistimewakan. Terbukti secara empiris, semua vasal Majapahit dipimpin Bhre (Bhattara/Pejabat). Tapi tidak untuk Nagari Jipang. Sebab, Nagari Jipang adalah Tanah Brahmana.

Dari semua vasal Majapahit, semua dipimpin Bhre (Bathara), sebagai simbol kehadiran Majapahit. Mulai Bhre Lasem, Bhre Daha Kediri, Bhre Wengker Madiun, Bhre Matahun, Bhre Jenggala, Bhre Tumapel. Tapi tidak untuk Nagari Jipang. Nagari Jipang tak bisa dipimpin Bhre karena Tanah Para Brahmana.

Bhattara representasi Pejabat Majapahit. Sementara Brahmana representasi Pandita (Hindu), Bikshu (Budha), dan Ulama (Islam). Status sosial Brahmana di atas Bhre (Bathara/Pejabat). Karena itu, Nagari Jipang hanya bisa dipimpin Brahmana. Baik itu Brahmana Hindu, Brahmana Budha, maupun Brahmana Islam.

Maka bukan sebuah kebetulan ketika pada 1334-1364, Sayyid Jamaluddin (Mbah Jimatdil Kubro) cukup sukses menancapkan tongkat dakwah di Nagari Jipang. Ini karena beliau datang sebagai seorang Brahmana Islam (sufi). Sebab, pedagang ataupun saudagar hanya berstatus Sudra. Dan Sudra haram berbicara agama.

Tags: Makin Tahu IndonesiaNagari JipangNjipanganTlatah Njipangan
Previous Post

Prof Dr. Aboe Amar, Pendiri ISNU dari Padangan Bojonegoro

Next Post

Bahasa Njipangan, Gaya Komunikasi Lembah Kendeng Utara

BERITA MENARIK LAINNYA

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia
JURNAKULTURA

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

27/08/2026
Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez
JURNAKULTURA

Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez

25/08/2026
Quo Vadis NU Pasca Muktamar ke-35, Membaca Nahdlatul Ulama Hari Ini
JURNAKULTURA

Quo Vadis NU Pasca Muktamar ke-35, Membaca Nahdlatul Ulama Hari Ini

23/08/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

04/09/2026
Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

03/09/2026
WKP Gunung Pandan: Skala Manusiawi atau Skala Industri?

WKP Gunung Pandan: Skala Manusiawi atau Skala Industri?

02/09/2026
Abdulloh Umar: Tambakberas dan Ucapan Selamat untuk Kepemimpinan PBNU

Abdulloh Umar: Tambakberas dan Ucapan Selamat untuk Kepemimpinan PBNU

01/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: