Pembangunan infrastruktur sudah mulai berderap ke arah yang seharusnya. Hanya, ada sejumlah PR sepele yang harus segera diatasi sebelum memicu dampak buruk.
Pembangunan infrastruktur di Bojonegoro mulai memperlihatkan geliat. Sejumlah sarana dan pra sarana mulai digenjot pembangunannya. Mulai dari jalan, trotoar, jembatan, hingga stadion.
Sejumlah trotoar di seputaran kota Bojonegoro diperbaiki. Trotoar yang sebelumnya banyak lubang dibenahi secara maksimal untuk memberi kenyamanan terhadap pedestrian.
Pemeliharaan dan perbaikan jalan juga terus dilakukan. Tak hanya di jalan poros kecamatan. Sejumlah jalan di pusat kota pun ikut diperbaiki.
Perbaikan dilakukan secara menyeluruh. Tak heran jika terjadi kemacetan di beberapa titik jalan akibat dari perbaikan ini.
Perbaikan juga dilakukan pada Stadion Letjen H. Sudirman. Ada pembenahan di dalam berupa pembangunan tandon air untuk perawatan rumput. Perbaikan juga berupa pengecatan tembok stadion untuk penyegaran.
Fasilitas pendukung di pusat olahraga tengah kota itu juga dibuat. Contohnya pembangunan tembok yang nantinya memisahkan area stadion dengan perumahan warga sekitar.
Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro periode 2019-2024, Abdullah Umar mengatakan, jika perbaikan infrastruktur saat ini sudah berjalan dengan baik. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga sebagai pelaksana dirasa telah melakukan tugas dengan tepat sasaran.
“Kami mendorong, agar target pemerintah melalui program peningkatan infrastruktur bisa terealisasi dengan baik,” ujar Umar.
Meski dinilai baik, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Dinas PU dan Bina Marga. Contohnya adalah kebersihan. Banyak proyek perbaikan infrastruktur yang membuat jalanan jadi kotor. Sejumlah alat dan bahan bangunan pun kadang tergeletak begitu saja, tak dirapikan.
Itu semua membuat lalu lintas di seputaran kota Bojonegoro kadang jadi terganggu. Tak hanya macet, sejumlah kecelakaan juga kerap terjadi. Ini harus jadi perhatian khusus pelaksana proyek.
Pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan memang jadi program unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di bawah kepemimpinan Anna Muawanah.
Anna Muawanah meminta masyarakat bersabar. Karena, proses pembangunan dan perbaikan infrastruktur berjalan membutuhkan waktu.
“Saya berharap masyarakat bersabar, karena semua butuh proses dan waktu,” ungkap bupati perempuan pertama di Bojonegoro tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memang menargetkan perbaikan infrastruktur dilakukan secara bertahap hingga 2021. Butuh proses yang tidak sebentar untuk memperbaiki semuanya.








