Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Perjalanan ke Barat dan Cerita dari Blora

Chusnul Chotimmah by Chusnul Chotimmah
24/09/2019
in Cecurhatan
Perjalanan ke Barat dan Cerita dari Blora

Beberapa waktu lalu, seorang kawan jauh mengirimkan poster sebuah acara. Poster itu, bagiku, adalah sebuah undangan, bukan sekadar pemberitahuan acara.

Tapi undangan untuk datang melihat karyanya, atau setidaknya datang bersama-sama menikmati sebuah acara.

Ada yang tidak bisa kupenuhi, tapi masih ada yang bisa diusahakan untuk memenuhi undangan itu.
Sabtu lalu (21/9) kuhimpun massa sebisanya untuk datang memenuhi undangan. Aku, Fian, dan Tohir. Kami berangkat ke Blora.

Perjalanan kali ini istimewa. Ini pertama kalinya aku ke Blora pusat setelah sebelum-sebelumnya hanya mampir ke Cepu.

Kami: aku, Fian, dan Tohir – bertemu di Sekretariat AJI Bojonegoro, yang mana berada di dekat rumahku. Kami berniat mengajak Tulus, tapi dia berhalangan. Kami putuskan hanya berangkat bertiga.

Perjalanan ke Barat terdengar lucu, seperti candaan penikmat tayangan Kera Sakti di jaman dahulu. Mencari kitab suci. Tapi tidak ada kitab suci di Blora. Setidaknya kupikir begitu.

Melewati Kecamatan Kalitidu, lantas Padangan, kami menuju perbatasan. Matahari sudah memerah di ujung barat. Ada yang berkobar di barat sana, tapi kobarannya segera meredup.

Matahari seperti sengaja meninggalkan sedikit cahaya ketika kami melintasi Cepu, menuju hutan-hutan dan jalanan yang sama sekali asing bagiku. Aku yang dibonceng Fian, sesekali menengok ke belakang, memastikan Tohir ada di belakang kami.

Tapi pada perjalanan setelah melintasi hutan di Kecamatan Jiken (yang tentu saja kutahu dari tanda di papan-papan instasi pemerintahan), kami kehilangan jejak Tohir.

Khawatir tentu saja. Kami berhenti di sebuah minimart ketika mencapai Blora. Menunggu Tohir sembari berusaha menghubunginya. Tidak ada pertanda HPnya menyala. Kami putuskan untuk langsung menuju lokasi acara, siapa tahu manusia tak terduga itu sudah sampai di lokasi.

Sebelumnya, temanku memberitahu bahwa ia telah pulang ke Bojonegoro dan meminta maaf. Tak apa, perjalanan tetaplah perjalanan. Banyak hal terjadi di tengah perjalanan, apapun itu, dan pengembara harus senantiasa melanjutkan perjalanannya. Kami berlanjut.

Begitu sampai di Tirtonadi, kami disambut oleh pagelaran teater budaya. Benar saja, Tohir sudah sampai di sana. Kami menonton sebentar pagelaran itu. Teater dibuka dengan lawakan dua karakter: Panggah dan Panggih, yakni Pengikut dari Raden Mas Said.

Tokoh utama dari cerita tersebut tentu saja Raden Mas Said, yang barangkali lebih kalian kenal dengan Mangkunegara 1, pendiri dari Praja Mangkunegaran. Sekilas, pagelaran tersebut menceritakan bagaimana Penjajah memburu Raden Mas Said. Tapi, saya lebih tertarik melihat lukisan-lukisan.

Kami bertiga memutuskan untuk berkeliling lokasi. Menikmati macam-macam lukisan yang dipajang. Barangkali Fian yang paling nampak tertarik dengan lukisan yang disajikan.

Ia tanpa lelah memutari sudut-sudut yang menyediakan lukisan. Melihat detail satu per satu. Aku dan Tohir duduk di pinggir kolam renang sembari mencelupkan ujung kaki kami.

Disusul Fian yang telah puas menikmati karya lukis. Kami duduk bertiga, memercikkan obrolan-obrolan remeh sebagai pembuka pada kedalaman kata.

Di tengah obrolan, Tohir kehabisan rokok. Kami berputar mencari rokok yang dimau, sekaligus mencari makan. Di warung pinggir jalan, kami duduk. Hari sudah malam, tapi Blora masih cukup ramai.

Di sela prosesi memilih menu yang akan di makan, saya tak sengaja menyebutkan Pataba dan Soesilo Toer, dan sesaat setelahnya, si penjual makanan menunjuk pada orang yang sedang memunguti sampah.

“Niku leh sing sampeyan padosi.” Itu lho yang kalian cari. Demikian si Penjual menunjuk orang itu.

Benar, kami melihat sendiri Pak Soesilo Toer sedang memunguti sampah. Itu bukan profesi, tapi laku hidup. Laku yang terus dijaga beliau untuk menebar kebaikan di muka bumi.

Sengaja tak kami dekati untuk membiarkan beliau menjalankan aktivitasnya. Aku hanya mengamati dari kejauhan, melihat dengan takjub pada kesederhaan dan rasa cinta pada ‘suatu hal’.

Jika saja hari belum malam, kami sudah pasti mampir ke Pataba untuk mendengar cerita-cerita Pak Soes. Sebagai ganti, kami sendiri yang saling menukar cerita.

Di warung itu, aku kemudian tahu sebab dari ruam merah di sekitar pipi kiri Tohir, atau apa di balik WA Story Fian, dan mereka pun tahu mengapa aku tak bersedia mampir ngopi di satu tempat yang kami lewati.

Setelah puas membagikan apa yang ingin kami bagi, kami pulang. Menerobos dingin dan petangnya hutan di tengah malam. Di sepanjang perjalanan pulang, kurekam cahaya-cahaya kecil dari lampu rumah di ingatanku, juga bulan kemerahan yang hanya separuh di langit timur.

Malam itu, udara tak begitu dingin seperti malam-malam yang lain…mungkin karena ada kenangan yang terbakar di batas kota. “Anda meninggalkan…Selamat jalan…” kulambaikan tangan seraya berpamit pergi.

Tags: BloraBudayaPramoedya
Previous Post

5 Capaian Penting dalam Setahun Kepemimpinan Anna – Wawan di Bojonegoro

Next Post

Dukungan Masyarakat Melalui Donasi untuk Aksi Mahasiswa

BERITA MENARIK LAINNYA

Kemarau yang Datang Lebih Awal
Cecurhatan

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
Di Antara Embargo dan Martabat
Cecurhatan

Di Antara Embargo dan Martabat

07/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: