Ngobam ala Pemkab Bojonegoro sebenarnya punya tujuan sangat positif. Terutama bagi mahasiswa Bojonegoro. Sialnya, stigma negatif langsung menempel akibat penggunaan kata Ngobam itu sendiri.
Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata Ngobam? Anak muda yang biasa berselancar di medium Youtube pasti menjawabnya dengan nama Gofar Hilman.
Ngobam merupakan salah satu segmen di kanal Youtube milik penyiar radio sekaligus presenter, Gofar Hilman. Dalam acara Gofar tersebut, Ngobam merupakan singkatan dari Ngobrol Bareng Musisi.
Dalam Ngobam, Gofar kerap mengundang musisi-musisi kenamaan Indonesia. Mulai dari Danilla Riyadi, hingga Andika Eks Kangen Band. Ngobam begitu melekat dengan sosok Gofar Hilman.
Namun, pada Selasa (26/5/2020) lalu, terjadi kehebohan akibat istilah Ngobam tersebut. Itu terjadi setelah akun Instagram Pemkab Bojonegoro mengunggah poster acara dengan tajuk Ngobam.
Di versi Pemkab Bojonegoro, Ngobam adalah singkatan dari Ngobrol Bareng Milenial. Acara dengan konsep teleconference itu dipimpin oleh Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah Bersama rektor universitas swasta yang ada di Bojonegoro.
Gofar pun ikut mengomentari poster Ngobam Pemkab Bojonegoro melalui akun Twitter pribadinya. Linimasa Gofar pun seketika ramai. Para pengikut Gofar atau @pergijauh langsung membanjiri ciutan pria berkacamata tersebut.
— Gofar Hilman (@pergijauh) May 26, 2020
Secara terang-terangan, Gofar mengomentari acara yang dihelat oleh Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pendidikan tersebut.
Banyak yang mencela penggunaan istilah Ngobam dalam acara Pemkab Bojonegoro tersebut. Tim kreatif dianggap abai dan lalai. Ngobam yang sudah melekat dengan Gofar Hilman dipakai begitu saja.
Uniknya lagi, merk Ngobam ternyata sudah didaftarkan oleh Gofar Hilman di Ditjen Hak Kekayaan Intelektual atau HKI. HKI merupakan lembaga yang mengurusi tentang hak cipta di Indonesia.
Sempat beredar poster pengganti dengan tajuk Ngobral (Ngobrol Bareng Langsung). Namun lewat akun Instagramnya, Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah mengatakan dengan mantap jika Ngobam ala Pemkab Bojonegoro tetap lanjut.
Ngobam Pemkab Bojonegoro Punya Tujuan Positif
Ngobam ala Pemkab Bojonegoro sebenarnya punya maksud dan tujuan yang sangat positif. Terutama bagi mahasiswa asal Bojonegoro. Sayangnya stigma negatif langsung menempel akibat penggunaan kata Ngobam.
Topik utama dalam Ngobam Pemkab Bojonegoro adalah beasiswa bagi mahasiswa di Bojonegoro. Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bojonegoro ingin mensosialisasikan program tersebut kepada para mahasiswa. Karena itu dipakailah istilah milenial.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada 2020 ini memberikan program beasiswa scientis dan satu desa dua sarjana. Kuota yang disiapkan sebanyak 375 untuk beasiswa scientis dan 860 orang untuk satu desa dua sarjana.
Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, tujuan program beasiswa berprestasi pendidikan tinggi ini untuk memotivasi mahasiswa di Bojonegoro agar lebih terpacu mencapai prestasi di bidang akademik maupun non akademik.
“Pemberian beasiswa ini merupakan program prioritas Pemkab untuk meningkatkan sumber daya manusia atau SDM masyarakat Bojonegoro,” ujar M. Kuzaini.
Program ini juga bertujuan mengurangi jumlah mahasiswa yang putus kuliah karena kekurangan biaya pendidikan, sekaligus memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi.
Informasi mengenai program beasiswa ini tentu sangat penting bagi para mahasiswa. Baik yang berkuliah di dalam maupun luar Bojonegoro. Sayangnya, program penting seperti ini jadi pro kontra akibat pilihan gimmick dan konsep yang tidak tepat.
Pada akhirnya, Ngobrol Bareng Milenial dari Pemkab Bojonegoro tetap berjalan sesuai rencana. Acara tersebut bisa disaksikan secara langsung oleh masyarakat melalui akun Youtube Pemkab Bojonegoro.
Apakah pro kontra mengenai penggunaan kata Ngobam ini akan terus berlanjut? Kita tunggu saja dalam beberapa hari ke depan, Nabs! Heuhehe~








