Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

R.M Guntur Wirotedjo, Benarkah Bupati Bojonegoro?

Budi Purwanto by Budi Purwanto
14/06/2024
in Figur
R.M Guntur Wirotedjo, Benarkah Bupati Bojonegoro?

Benarkah RM. Guntur Wirotedjo adalah bupati ke-8 Bojonegoro? Yuk kita cek kebenarannya. 

Dalam artikel berjudul Bojonegoro dari Masa ke Masa yang diposting Dinas Perpus Arsip Bojonegoro, kita akan menemukan nama RM. Guntur sebagai bupati ke-8 Bojonegoro yang menjabat pada 1760 – 1800 M, menggantikan bupati sebelumnya yang bernama R. Purwowidjoyo, yang konon hanya menjabat selama 4 tahun sebagai Bupati Bojonegoro.

Di dalam artikel tersebut disebutkan bahwa,  RM. Guntur menjabat sebagai bupati selama 40 tahun dan memerintah Jipang (Bojonegoro) dengan sabar dan murah hati. Sayangnya, artikel ini hanya memberi penjelasan singkat dan tak menyertakan dari mana sumber empiris sejarahnya.

Tinjauan Ilmiah

Yuk kita cek kebenaran artikel dari Dinas Perpus Arsip Bojonegoro itu. Di dalam Babad Giyanti yang ditulis Yasadipura pada (1757 – 1803 M), dijelaskan secara detail salasilah (asal-usul) RM. Guntur Wirotedjo atau Raden Mas Guntur Wiratmojo.

39. Pangran Mangkunagara miyarsi | lamun sultan pan arsa anggêcak | angundhangi prajurite | dhingin abudhalipun | apan arsa dhatêng pasisir | lan arsa ngampirana | ing Radèn Mas Guntur | iku mundhut ênggènira | Dènmas Guntur Wiratmêja kang sêsiwi | Rahadèn Wiratmêja ||

40. Pangran Têpasana kang sêsiwi | Wiratmêja punika kang tuwa | Susunan Kuning kang anèm | pêjah Wiratmêjèku | ibunira dipun rabèni | mring Radèn Martapura | dadya Dènmas Guntur | kuwalone Martapura | pêjah Martapura wonge kumpul sami | wontên ing radèn êmas ||

Terjemah bebas dari pupuh tersebut adalah: Raden Mas Guntur Wiratmojo adalah putra dari Raden Wiratmojo (kakak dari Sunan Kuning) Sedangkan Raden Wiratmojo sendiri adalah putra dari Pangeran Tepasana (Putra Sunan Amangkurat Mas yang di buang ke Ceylon). Setelah Wafatnya Raden Wiratmaja, ibu dari Raden Mas Guntur menikah lagi dengan Raden Martapura (Adipati Puger). Di mana setelah wafatnya Adipati Puger,semua pengikut Adipati Puger menjadi bawahan dari Raden Mas Guntur Wiratmojo.

Hal ini yang kemudian menjadikan alasan bagi Mangkunegara untuk mengajaknya beraliansi saat Mangkunegara berkonflik dengan Pangeran Mangkubumi, yang tidak lain adalah mertuanya sendiri.

Mangkunegara kemudian mengangkat Raden Mas Guntur sebagai Panglima perangnya dan bertugas menjaga pegunungan kendeng dengan memberikannya gelar Pangeran Anom serta menjodohkannya dengan salah satu putrinya yang bernama Raden Ajeng Sombro (janda dari Raden Sumonegoro) Hal ini dijelaskan pada pupuh Selanjutnya,

41. pan ing nguni sampun amanggihi | dhatêng Pangeran Mangkunagara | ingampiran panggenane | ingalih namanipun | mring Pangeran Mangkunagari | Pangran Anom kang nama | kinèn sampun tumut | mangidul mring tanah Pajang | umadêga baris anèng Kêndhêng wukir | ngumpulna wong kang kathah ||

42. mangkya Pangran Mangkunagarèki | sigra budhal saking baris Daha | angalor wau lampahe | praptane ing Kumuncup | Dènmas Guntur sampun apanggih | Pangeran Anom kathah | ing prajuritipun | kawan atus kêkapalan | gangsal atus kang dharat tan waras siji | sami maling sadaya
43. wus pinanggihakên ningkahnèki | Dènmas Guntur lawan putranira | Den Ajêng Sombro ing mangke | Bok Sumanagarèku | wus mangkana kang putra nênggih | tinilar angadêga | wukir Kêndhêngipun | wus amacak pra punggawa | sami maling pêthut kinarya bupati | lan idine kang rama ||

Namun sayangnya, hubungan baik antara RM. Guntur dengan sang mertua ini tidaklah berjalan lama. Dalam Babad Prayud yang ditulis sebagai kelanjutan dari Babad Giyanti dijelaskan, bahwa di kemudian hari,  Mangkunegara mendapati sang menantu berselingkuh dengan salah seorang istri Raden Arya Endranata yang bernama Larasati.

Mengetahui hal tersebut, sang Adipati murka dan bermaksud memberikan hukuman kepada sang menantu. Mendengar rencana hukuman itu, RM. Guntur memilih melarikan diri dari istana Mangkunegaran dan bertekad melakukan pemberontakan.

Pemberontakan RM. Guntur ini mula-mula mendapat simpati dari Bupati Warung, Raden Candrakusuma. Adapun Kabupaten Warung sendiri adalah merupakan sebuah Kabupaten vasal yang berada di bawah wilayah Kabupaten Grobogan. Tidak butuh waktu lama bagi RM. Guntur untuk membangun pasukan yang besar untuk kemudian menaklukan Kabupaten Blora, Grobogan, Madiun dan juga Jipang.

Pada Saat itu, Jipang diperintah dua orang bupati yang merupakan anak dari Tumenggung Matahun (Raden Songko) yang bernama Raden Notopuro dan Raden Purwowidjoyo. Dari kedua nama ini, hanya Raden Purwowidjoyo yang kemudian masuk di dalam daftar nama Bupati Bojonegoro (1756 M-1760 M).

Pada saat penyerangan tersebut, Raden Purwowidjoyo tewas ditikam tombak oleh salah seorang pengikut RM. Guntur yang bernama Wangsengyuda (seorang keturunan Madura), yang kemudian sebagai imbalan atas keberaniannya, RM. Guntur mengangkat Wangsengyuda sebagai bupati di Jipang. Setelah tinggal di Jipang selama 3 hari RM. Guntur melanjutkan perjalanannya ke Madiun untuk mengejar Raden Notopuro yang lari ke Madiun, sekaligus untuk menaklukkan Kabupaten tersebut.

Kesimpulan Ilmiah

Dari uraian pada Babad Prayud, jelas sekali bahwa RM. Guntur sama sekali tidak pernah menjabat bupati Kabupaten Jipang (Bojonegoro). Sebab, setelah memberontak pada Jipang, RM Guntur mengangkat bawahannya yang bernama Wangsengyuda sebagai bupati di Jipang sampai kemudian pemberontakannya itu dapat dipadamkan oleh aliansi Pasukan Jogja dan Surakarta yang berada di bawah pimpinan Raden Ronggo Prawirodirjo.

Tags: Bupati BojonegoroBupati JipangRM Guntur
Previous Post

Mengapa Bangsa India Terkenal Jenius?

Next Post

Hari Tarwiyah dan Pergolakan Pikiran Nabi Ibrahim A.s

BERITA MENARIK LAINNYA

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme
Figur

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno
Figur

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

11/06/2026
Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

10/06/2026
Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori

Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori

09/06/2026
Berkah Bumi: Berawal Rembesan Alami, Diubah Jadi Konsesi

Berkah Bumi: Berawal Rembesan Alami, Diubah Jadi Konsesi

08/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: