Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Shalawat Marhaen: Degup Juang Kehidupan Sosial Umat Islam

Yogi Abdul Gofur by Yogi Abdul Gofur
07/10/2022
in JURNAKULTURA
Shalawat Marhaen: Degup Juang Kehidupan Sosial Umat Islam

Shalawat Marhaen jadi bukti bahwa umat Islam tak bisa dipisah dari degup juang kehidupan sosial.

Di setiap negara atau daerah, ritus kehidupan beragama punya bentuk berbeda-beda. Namun tujuan sama.  antaralain untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Beragam jalan bisa ditempuh untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Misal melalui shalat, shalawat, jihad sosial, dan jalan sunyi lainnya.

Hak Asasi Manusia (HAM) perlu peran akademisi, lembaga bantuan hukum, mahasiswa, dan sebagainya. Khusus di Bojonegoro, yang menyandang label Human Rights Cities, seyogianya pemerintah benar-benar dan mau mendengar keluh kesah kaum buruh; baik buruh anak, harian, kasar, lepas, tambang, tani, dan lain-lain.

Perjuangan kaum buruh selaras dengan nilai-nilai yang ada dalam agama Islam. Karena itu, agamawan yang sering memberi ceramah, tausiah, siraman rohani, dan sebagainya harus ikut mandi keringat bersama buruh dalam upaya menyuarakan haknya, membantu advokasi, dan kerja-kerja lain.

Itu semua sebagai laku jihad sosial. Sehingga tidak hanya sekadar menjadikan agama sebagai komoditas ekonomi dan memberi gambaran agama yang kaku dan suka marah-marah saja. Tapi juga peka sosial dan pelindung hak buruh.

Dalam Islam, terdapat beragam shalawat sebagai laku berdoa. Ada shalawat nariyah, badar, ibrahimiyah, tibil qulub dan lain-lain. Sudah tahu belum, di Indonesia ada shalawat Marhaen bikinan Gus Muhammad Al-Fayyadl.

Mengingat 1 Mei sebagai Hari Buruh, shalawat marhaen bisa digunakan sebagai refleksi agar kedepannya, buruh bisa sejahtera dan tidak ada pelanggaran yang terjadi.

Melalui shalawat marhaen, Gus Fayyadl coba gambarkan keadaan buruh di tanah air. Seperti upah murah yang tak sesuai, perbudakan, bicara dibungkam, minta upah layak ditakut-takuti, terpaksa menjual tanah garapan dengan ancaman pihak lain, dan sebagainya.

Di Ramadhan ini, ada nilai tersendiri untuk mencoba mendengarkan, merenungkan, dan memahami shalawat marhaen. Dalam shalawat marhaen, terdapat degup perjuangan dalam kehidupan sosial umat Islam.

Di dalam teks shalawat marhaen, misalnya, terdapat kalimat: “Nabi Muhammad pejuang, Nabi marhaen semua, pembela kaum yang papa, pelipur segala nestapa, moga shalawat dan salam, tetap selalu untuknya, syafaatnya membebaskan, kita dari penindasan”.

Manusia terbaik sepanjang zaman, Nabi Muhammad, juga telah memberi contoh melakukan jihad sosial seperti menolong dan membebaskan budak, memberi makan orang yang benci padanya, dan hal-hal lain yang begitu luar biasa.

Nabi Muhammad merupakan role model paripurna yang menginspirasi orang-orang di berbagai penjuru bumi. Dari Leo Tolstoy hingga Johan Wolfgang Von Goethe (Goethe). Nama Kanjeng Nabi tentu tidak hanya terkenal di kalangan penduduk bumi, melainkan juga penduduk langit.

Tags: Kultur SholawatShalawat KontemporerShalawat Marhaen
Previous Post

Demi Pahami Anak-anak, PIAUD Unugiri Bojonegoro Gelar Wisata Edukatif For Golden Age

Next Post

Selamat Jalan, Cung!

BERITA MENARIK LAINNYA

Ruang Ambang: Alasan Mengapa Batas Desa, Jembatan, dan Persimpangan Jalan Diangkerkan
JURNAKULTURA

Ruang Ambang: Alasan Mengapa Batas Desa, Jembatan, dan Persimpangan Jalan Diangkerkan

13/08/2026
Rasa Pahit yang Diam-Diam Menyelamatkan Kita
JURNAKULTURA

Rasa Pahit yang Diam-Diam Menyelamatkan Kita

06/08/2026
Tak Ada Narasi Tunggal dalam Mendefinisikan Sejarah
JURNAKULTURA

Tak Ada Narasi Tunggal dalam Mendefinisikan Sejarah

23/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Bukan Sekadar Bagi Ayam, Gayatri Tahap 2 Bangun Ekosistem Peternakan Demi Meningkatnya Ekonomi Masyarakat Desa

Bukan Sekadar Bagi Ayam, Gayatri Tahap 2 Bangun Ekosistem Peternakan Demi Meningkatnya Ekonomi Masyarakat Desa

16/08/2026
Tanah, Ingatan, dan Pekerjaan Rumah yang Tak Kunjung Selesai

Tanah, Ingatan, dan Pekerjaan Rumah yang Tak Kunjung Selesai

15/08/2026
Penutupan KKN Unigoro: Ketika Batik Lantung Menjadi Jejak yang Ditinggalkan di Drenges

Penutupan KKN Unigoro: Ketika Batik Lantung Menjadi Jejak yang Ditinggalkan di Drenges

15/08/2026
Gelar Paripurna Istimewa, DPRD Bojonegoro Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden RI

Gelar Paripurna Istimewa, DPRD Bojonegoro Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden RI

14/08/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: