Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Selamat Jalan, Cung!

Yogi Abdul Gofur by Yogi Abdul Gofur
08/10/2022
in Fiksi Akhir Pekan, Headline
Selamat Jalan, Cung!

Di dalam dunia terdapat suka dan duka. Ada kelahiran dan kematian. Semua akan tiba tanpa penjadwalan.

Senja di kota menampakkan muramnya. Sebagai pejalan, aku tak menghiraukannya. Namun sesekali juga mengabadikan senja yang muram di berbagai kota.

Malam itu, hujan turun membasahi rerumputan kota. Melibas debu yang bersemayam di mobil tua. Menambah karat pada besi di depan rumah sakit yang sudah sekarat, gapuk.

Tetapi tidak untuk hati seorang ibu pada malam itu. Dia dengan cekatan mengurus berkas perawatan di Rumah Sakit Kota. Meskipun buah hatinya koma.

Aku melihat dari kejauhan, bagaimana ibu itu bersama seorang kakek mengeluarkan lembar demi lembar uang dari dompetnya. Menjawab dan menulis kronoligi kesehatan anaknya di depan petugas Rumah Sakit Kota.

Ibu dengan sabar menggoreskan pena di depan petugas Rumah Sakit Kota yang nada bicaranya tak semerdu Roma Irama. Nada bicaranya besar, terkadang tinggi. Bak seorang petugas keamanan yang memberi pertanyaan pada terduga pelaku kejahatan.

“Coba…uraikan penyakit anak anda, pelan-pelan saja, tidak usah cepat-cepat….”, kata petugas Rumah Sakit Kota.

Jawab seorang ibu dengan suara lirih di tengah hiruk pikuk suasana ruang Unit Gawat Darurat (UGD), “Iya…, Pak.”

“Oh..ya..jangan lupa perwakilan keluarga beli meterai 10.000 untuk melengkapi persyaratan administrasi rumah sakit”, timpal petugas rumah sakit.

Aku yang berada di ruang UGD bersama kawan saya yang barusan mendapat pukulan bogem mentah di syahbandar dari orang tanpa identitas hingga kawan saya tak sadarkan diri, menyaksikan dengan seksama perjuangan seorang ibu bersama keluarga demi kesembuhan buah hati.

“Waduh…ini tidak bisa dapat kamar di rumah sakit, kalau persyaratan belum lengkap. Ibu harus menghubungi dulu…..”, ucap petugas Rumah Sakit Kota.

“Aduh…, Pak. Tolong.., Pak. Anak saya sudah kritis…” harap ibu dengan uraian air mata yang membasahi pipinya.

“Tidak bisa, bu. Pokoknya harus lengkap. Kami selaku pihak Rumah Sakit Kota itu bekerja sesuai dengan prosedur dan profesional.”, jawab petugas rumah sakit dengan nada yang agak tinggi.

Terlihat dari balik jendela kaca UGD Rumah Sakit Kota yang tak jauh dari syahbandar, lampu kuning menampakkan pendarnya. Hatta hujan mulai reda, walakin sanubari ibu itu belum reda dari gundah gulana hal ihwal nasib buah hatinya.

Aku mendapat panggilan untuk mengantar kawan saya di ruang informasi UGD. Aku bergegas menuju pusat suara, melengkapi persyaratan administrasi rumah sakit, dan lain sebagainya.

Kemudian memperoleh kamar di gedung X lantai 2 ruang Q. Aku melihat jam dinding, tepat pukul sebelas malam. Menjelang dini hari. Bagiku, hari yang agak melelahkan, namun tak pantas rasanya sambat berlebihan.

Ketika menengok ke lantai dasar. Miris rasanya sanubari, melihat orang-orang yang belum bisa mendapat kamar rumah sakit dengan berbagai alasan.

Ada berkas yang kurang, biaya yang terkadang mencekik, mis informasi, dan lain sebagainya. Aku bersama dua orang petugas rumah sakit mengarahkan ranjang ke kamar Rumah Sakit Kota.

Dan tiba di kamar rawat inap. Aku lihat, kawanku belum sadarkan diri. Dari hasil scan Rumah Sakit Kota dia mengalami pendarahan yang hebat di otak.

Aku hanya mengelus-elus tangannya. Seraya berdo’a ia lekas sadar. Aku lihat di penggalan Jawa, hari itu tepat tragedi yang menimpanya, berada di hari kelahiran atau weton.

“Dia berada pada titik rendah kehidupan”, gumam saya dalam sanubari.

Di gedung X lantai 2 ruang Q, aku juga menemui seorang ibu yang cemas dan mondar mandir. Ditambah suara peralatan rumah sakit yang berbunyi bak bunyi-bunyian di stadion. Juga ada perkakas rumah sakit yang menghasilkan suara menyerupai bel kapal yang akan bersandar di syahbandar.

Hatta jam dinding menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Dalam ruangan terdapat 6 orang yang sedang di rawat inap.

Kawanku berada di nomor 5. Sedangkan seorang ibu yang menunggu anaknya di nomor 3 berlari keluar menghubungi perawat yang jaga.

Dengan menangis, ibu itu menghubungi perawat. Ibu itu berkata bahwa anaknya kejang-kejang. Dan setelah mendapat pemeriksaan, ternyata, sukma memilih kehidupan selanjutnya dan meninggalkan dunia.

Sontak orang-orang yang menunggu di kamar, bangun semua. Aku yang tidur beralaskan selimut Rumah Sakit Kota, bangun. Hatta hujan air mata membasahi ruangan di Rumah Sakit Kota.

“Nasibmu, cung…cung…, sepurane, cung…” jerit ibu yang berurai air mata memandangi dan memegang tubuh anaknya. Selang tiga puluh menit, keluarga besarnya tiba di Rumah Sakit Kota dan mengurus kepulangannya.

Tepat di hari baik, bulan baik. Cung meninggalkan dunia. Sukma atau raganya lebih memilih pengembaraan di alam lainnya. Selamat jalan, Cung!

Awal Oktober, 2022

Tags: Fiksi Akhir Pekan
Previous Post

Shalawat Marhaen: Degup Juang Kehidupan Sosial Umat Islam

Next Post

Pentingnya Pelajaran Menulis Cerita pada Anak-anak

BERITA MENARIK LAINNYA

Hikayat Takut Kualat
Fiksi Akhir Pekan

Hikayat Takut Kualat

26/12/2025
Kharisma Kiai Darmin
Fiksi Akhir Pekan

Kharisma Kiai Darmin

30/11/2025
Akar Kehidupan Membentuk Pohon Harapan 
Fiksi Akhir Pekan

Akar Kehidupan Membentuk Pohon Harapan 

15/05/2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Konflik Dr. Manhattan dan Rorschach di Watchmen (2009): Filsafat Moral dan Perlawanan Terakhir terhadap Dunia yang Korup

Konflik Dr. Manhattan dan Rorschach di Watchmen (2009): Filsafat Moral dan Perlawanan Terakhir terhadap Dunia yang Korup

15/07/2026
KKN Unigoro Resmi Dimulai, Kelompok 04 Siap Kembangkan Potensi Wisata Edukasi Desa Drenges

KKN Unigoro Resmi Dimulai, Kelompok 04 Siap Kembangkan Potensi Wisata Edukasi Desa Drenges

14/07/2026
Jenderal Moerdani dan Pondok Pesantren yang telah Mendidiknya

Jenderal Moerdani dan Pondok Pesantren yang telah Mendidiknya

14/07/2026
Angkat Lokalogi, Kelas Jalanan Ajak Warga Mendekatkan yang Dijauhkan

Angkat Lokalogi, Kelas Jalanan Ajak Warga Mendekatkan yang Dijauhkan

13/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: