Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Sisi Manusiawi Rahwana dalam Buku Anand Neelakantan

Singgih Bayu P W by Singgih Bayu P W
23/04/2020
in Cecurhatan
Sisi Manusiawi Rahwana dalam Buku Anand Neelakantan

Akulah Rahwana, sang Asura! Selama ribuan tahun aku difitnah. Kematianku dirayakan di mana-mana dengan suka cita. Kenapa? Karena aku berjuang membebaskan rakyatku dari aturan kasta yang semena-mena.

Apa yang terlintas dipikiran sampeyan sampeyan kabeh, Lur. Kalau mendengar kisah atau dongeng pewayangan Ramayana? Ya, seorang ksatria dari kerajaan Ayodha bernama Rama menjadi sosok pahlawan bersama adiknya, Laksmana yang menyelamatkan istrinya, Shinta dan dibantu bala tentara wanara yang dipimpin oleh Hanoman

Dalam beragam kisah Ramayana, kita selalu didoktrin nek istilahe wong Jonegoro, dicekoki bahwa sang raksasa Dasamuka, yaitu Rahwana ialah sosok antagonis raksasa yang bengis suka memakan manusia. Sedangkan Rama digambarkan sebagai sang pencerah, sang kebaikan, sang penyelamat sang pembasmi kejahatan, sang penakluk Rahwana.

Ya memang sejarah selalu ditulis pemenang. Tapi bagaimana jika ceritanya kita balik menjadi Rama sang penghancur bangsa Asura. Rahwana, penghancur kerajaan Alengka. Mungkin ini mengubah 360 derajat cerita yang sudah sering kita dengar atau kita baca

Di kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang sebuah novel Rahwana: Kisah Rahasia, yang ditulis oleh Anand Neelakantan. Seorang penulis, kolumnis, penulis skenario, sekaligus motivator India, yang lahir di Thrippunithura, India.

Dalam perjalanannya untuk berhasil menulis novel Rahwana ini, anak dari pasangan mendiang L. Neelakantan dan Chellamal ini, beberapakali melakukan penelitian intensif untuk menghasilkan cerita Ramayana dari sudut pandang Rahwana.

Dikisahkan dengan sudut pandang orang pertama, yaitu Rahwana dan Bhadra, pengabdi setianya secara bergantian dan diceritakan secara logis dan dapat dinalar dengan pikiran.

Anand Neelakantan sudah beberapa kali mempelajari, mendengar dan membaca beragam cerita Ramayana di beberapa penjuru dunia. Diantaranya adalah cerita Ramayana di Nusantara, di versi nusantara ini terdapat sentuhan khas dari ceritanya, kehadiran sosok Semar dengan anaknya Gareng, Petruk, Bagong menjadi ciri khas tersebut.

Sedangkan di Thailand, dikisahkan Hanoman menjadi seorang Cassanova yang punya banyak istri. Dan ini tentu saja bisa membuat kaget orang-orang India yang memuja Hanoman sebagai sosok suci yang membujang seumur hidup, yang menjelma sebagai Naishtika Brahmachari

Di daerah Kerala, India, cerita Ramayana sangat berbeda dari cerita lainnya, di mana cerita tersebut berkisah tentang hubungan Rahwana dengan Shinta sebagai seorang ayah dan anak.

Dalam versinya, Rahwana digambarkan sebagai seorang ayah yang ingin membebaskan anaknya, yaitu Shinta dari kasta yang semena-mena dengan cara menculiknya secara terpaksa, begitu pula Ramayana versi Jainisme. Inilah yang mendorong Neelakantan untuk menceritakan salah satu versi kisahnya kedalam bentuk novel.

Di novel Rahwana: Kisah Rahasia ini, sampeyan-sampeyan diajak melihat peradaban jaman dahulu Lur, beribu ribu tahun yang lalu. Dimana masih berlakunya sebuah perbedaan kasta dan ras.

Rama dan Rahwana sejatinya digambarkan sebagai manusia biasa, namun adanya perbedaan ras antara Rama dan Rahwana. Rama keturunan dari ras Dewa/Arya berkulit terang yang berasal dari India Barat Daya, sedangkan Rahwana berasal dari ras Asura berkulit hitam berambut kriting bangsa asli India.

Jaman dahulu ras Dewa menyerang daratan Jambudwipa dan menyerang para ras Asura, alasannya adalah karena di Jambudwipa yang ditempati ras Asura selalu memikirkan kesetaraan, tidak adanya tatanan kasta. Sehingga hal itulah ras Dewa menganggap ras Asura tidak mengenal yang namanya norma kesopanan.

Setelah ras Dewa berhasil menguasai Jambudwipa. Kemudian ras Dewa menghapus prinsip kesetaraan dan diganti dengan sistem kasta sesuai dengan ajaran para ras Dewa.

Saat kejadian itu Rahwana masih remaja, dan dengan didikan dan pelatihan dibawah bimbingan dari guru Mahabali dan Brahma selama remaja hingga menginjak usia sekitar 20 an, jiwa kepemimpinan Rahwana mulai terlihat.

Sebuah kejayaan ras Asura ingin dia bangkitkan seperti dulu. Perang mengusir Dewa Dewa yang menempati tanah Asura, tanah Alengka sedang ia lakukan dengan semangat, amarah dan dendam yang menggebu-gebu.

Dalam buku ini, saya selalu dibuat kagum dengan sesosok Rahwana. Bagaimana tidak, dia selalu memikirkan nasib anaknya, Shinta, yang menikah dengan Rama. Karena takut kalau
Shinta menganut kasta sewenang wenang.

Dan kalimat yang selalu saya ingat ingat adalah saat Rahwana sang raja Alengka berkata:

“Kaum wanita diperlakukan tak lebih dari barang dagangan oleh kaum lelaki bangsa Dewa. Mungkin aku hanya berprasangka karena aku berasal dari kebudayaan yang benar benar berbeda. Akan tetapi, aku selalu percaya bahwa masyarakat disebut beradab jika memperlakukan kaum wanita dan kaum tertindasnya dengan baik. Tatanan kasta sungguh kaku dan tidak adil” (Rahwana: Kisah Rahasia, halaman 375)

Dan kalimat terahkir yang saya kagumi dari Bhadra, pengabdi setia Rahwana:

“Di kemudian hari, ketika aku menyaksikan perilaku berbeda dari laki-laki lain terhadap istri yang dipilihnya, ketika itulah aku mengerti mengapa Rahwana tak akan pernah dipuja dan dituhankan. Dia terlalu manusiawi untuk dijadikan tuhan” (Rahwana: kisah rahasia, halaman 500) 

Tags: Anand NeelakantanKisah RamayanaRahwana
Previous Post

Dagelan di Negara Lupaeng

Next Post

Hari Buku Sedunia 2020: Ajang Temu Pegiat Literasi dan Siasat Melawan Pandemi

BERITA MENARIK LAINNYA

Pendidikan Indonesia dan Tantangan terhadap Dunia Kerja
Cecurhatan

Pendidikan Indonesia dan Tantangan terhadap Dunia Kerja

03/05/2026
Hukum atau Senjata?
Cecurhatan

Hukum atau Senjata?

02/05/2026
Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi
Cecurhatan

Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

30/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Pendidikan Indonesia dan Tantangan terhadap Dunia Kerja

Pendidikan Indonesia dan Tantangan terhadap Dunia Kerja

03/05/2026
Hukum atau Senjata?

Hukum atau Senjata?

02/05/2026
May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

01/05/2026
Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

30/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: