Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Sovereign Wealth Fund: Dana Kekayaan untuk Masa Depan

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
23/03/2025
in Sainsklopedia
Sovereign Wealth Fund: Dana Kekayaan untuk Masa Depan

Kaidah Sovereign Wealth Fund

Pasca didirikannya Dana Anagata Nusantara (Danantara) sebagai Badan Pengelola Investasi Masa Depan Indonesia, kita mulai mengenal istilah Sovereign Wealth Fund —  sebuah ekosistem dana investasi dunia yang sesungguhnya sudah jadi perbincangan internasional sejak lama.

Untuk memahami kaidah Sovereign Wealth Fund, Jurnaba.co menurunkan  artikel berseri tentang sejarah, seluk-beluk, prinsip, forum internasional, serta negara-negara yang telah lama mengusung konsep Sovereign Wealth Fund ini, dalam edisi khusus bertajuk Seri Sovereign Wealth Fund.

Konsep Sovereign Wealth Fund 

Secara umum, Sovereign Wealth Fund (SWF) merupakan dana investasi dimiliki dan dikelola sebuah negara, untuk tujuan ekonomi jangka panjang. Tak semua negara punya SWF. Dana ini biasanya diperoleh dari surplus anggaran, pendapatan SDA, yang diinvestasikan dalam aset seperti saham, obligasi, dan properti.

Istilah Sovereign Wealth Fund, pertama kali digunakan pada 2005 oleh Andrew Rozanov, dalam sebuah artikel berjudul “Who holds the wealth of nations?” dalam the Central Banking Journal. Cukup banyak negara-negara memiliki SWF — dari negara kecil tidak terkenal, hingga negara yang masyhur akan kebesarannya.

Beberapa negara pengelola SWF, yang dikenal sebagai kiblat dan pemilik SWF terbesar di dunia, antara lain adalah;  Norwegia ($1,7 triliun), Cina ($1,3 triliun), dan Arab Saudi. Dana SWF ini, digunakan untuk menjaga kestabilan ekonomi dan mendanai proyek-proyek strategis negara.

Sovereign Wealth Fund (SWF) adalah dana abadi dimiliki pemerintah, yang diinvestasikan dalam instrumen seperti;  deposito untuk mendapat bunga, saham untuk mendapat gain (dividen), atau instrumen lain untuk mendapat gain atau pendapatan dari jenis lain.

Dana pokok SWF merupakan Dana Abadi, berasal dari APBN, dari penerimaan migas, atau dari sumber-sumber penerimaan lain yang sah. Karena berbentuk Dana Abadi, dana ini tak boleh diambil. Sedang yang boleh diambil, hanya dana berasal dari pendapatan instrumen-instrumen lain seperti deposito, saham, dan lainnya.

Menurut International Working Group of Sovereign Wealth Funds (IWG), terdapat 3 tipe SWF yaitu: (1). SWF yang dibentuk/didirikan dengan identitas atau badan hukum yang terpisah, dengan kapasitas penuh untuk melakukan kegiatan dan diatur oleh Undang-undang khusus (contoh Kuwait, Korea Selatan, Qatar dan United Arab Emirates/Abu Dhabi Investment Authority/ADIA).

(2). SWF yang berbentuk perusahaan atau badan usaha milik negara (contoh Temasek dan Government of Singapore Investment Corporation/GIC dari Singapura, atau China Investment Corporation/CIC dari China) yang tunduk pada UU tentang perusahaan dan juga tunduk pada UU tentang SWF apabila ada.

(3). SWF yang berbentuk sekumpulan aset tanpa adanya atau dibentuknya identitas atau badan hukum tersendiri. Kumpulan aset tersebut bisa dimiliki langsung oleh pemerintah atau bisa juga dimiliki oleh bank sentral contohnya Botswana, Canada/Alberta, Chile dan Norwegia.

Danantara Indonesia

Dana Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia, merupakan Sovereign Wealth Fund (SWF) milik Indonesia, yang resmi didirikan pada tanggal 24 Februari 2025. Dana ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan perusahaan milik negara (BUMN) dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelum membentuk Danantara Indonesia, Negara Indonesia sudah memiliki SWF bernama Lembaga Pengelola Investasi, yang di kancah internasional dikenal dengan istilah Indonesia Investment Authority (INA).  Lembaga ini bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Danantara Indonesia disebut sebagai  perpaduan antara fungsi Indonesia Investment Authority (INA), yang lebih dahulu dibentuk, dan fungsi Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Danantara diproyeksikan menjadi perusahaan investasi global terbesar di Asia, menyusul yang dilakukan Temasek (Singapura) dan Khazanah (Malaysia).

*Penulis merupakan Knowledge and Communication Officer Bojonegoro Institute (BI) 

Tags: Makin Tahu IndonesiaSeri Sovereign Wealth Fund JurnabaSovereign Wealth Fund
Previous Post

Agar Terlahir Buku, Peserta Didik MTs Unggulan Ulul Albab Dilatih Menulis Esai

Next Post

Azim Premji, Sang Penenun Mimpi

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Medang Kamulan: Cikal Bakal Njipangan
Sainsklopedia

‎Medang Kamulan: Cikal Bakal Njipangan

10/08/2025
‎Desa Pungpungan, Peradaban Medang yang Terlupakan
Sainsklopedia

‎Desa Pungpungan, Peradaban Medang yang Terlupakan

05/08/2025
‎Sumbu Kosmologis Bojonegoro
Sainsklopedia

‎Sumbu Kosmologis Bojonegoro

30/07/2025

Anyar Nabs

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: