Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Stop! Perempuan Bukan Objek Kekerasan

Afatanasya by Afatanasya
16/05/2022
in Cecurhatan
Stop! Perempuan Bukan Objek Kekerasan

Mau cantik mau jelek, perempuan bukanlah objek. Perempuan juga subjek serupa lelaki. Di situ hakekat kesetaraan gender. 

Seringkali figur perempuan dijadikan objek seksual, objek pandangan dan bahkan objek kekerasan. Perempuan bukanlah objek dan kita bisa mengupayakan untuk saling mendukung penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.

Banyak akhir” ini privat publik figur yang disebar di internet bukan pertama kali terjadi. Sederet nama artis pernah menjadi korban kekerasan berbasis gender online ini. Terlepas hanya mirip atau memang si publik figur tersebut, dengan sengaja mengunggah dan menyebarkan video pribadi tanpa adanya izin termasuk melanggar hukum. Dan mirisnya, kita terlalu fokus menyalahkan korban tanpa berusaha mencari siapa yang pertama kali menyebarkan video atau foto tersebut.

Seharusnya kita melindungi korban, bukan justru menghakiminya. Apalagi sesama perempuan kita harus memikirkan ketika kita melakukan kesalahan besar dan justru itu aib kita tetapi kalian menyebar video itu tanpa adanya izin.

Tidak hanya itu wanita dianggap subjek seksual, seringkali ucapan laki laki yang tidak sopan atau bahkan merendahkan wanita. Mereka mengatakan seolah olah itu gurauan, candaan tanpa memikirkan perasaan dari pribadi masing”. Karena hakikatnya kita tidak tau seperti apa perempuan itu menangkap gurauan kita.

Jadi, stop menganggap remeh seorang perempuan walaupun hanya ucapan itu juga termasuk pelecehan atau merendahkan perempuan. “Jika kamu melihat perempuan menarik, ingatlah pencipta-Nya. Jangan kemudian berpikir untuk menguasainya atau melecehkannya. Sebab, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa pandangan pertama nikmati, pandangan kedua laknat.”

Fantasi akan perempuan sering membuat laki-laki gelap mata. Melihat belahannya sedikit saja, kadang sudah membuat laki laki menatap lekat tanpa berkedip dalam durasi yang cukup lama. Bahkan sebagian laki laki disini mungkin kerap lupa, jika perbuatan tersebut sebenarnya sudah melanggar hak kaum hawa.

“Jika kamu melihat perempuan menarik, ingatlah pencipta-Nya. Jangan kemudian berpikir untuk menguasainya atau melecehkannya. Sebab, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa pandangan pertama nikmat, pandangan kedua laknat.”

Mungkin contoh objek seksual yang seringkali laki-laki lakukan dan tanpa dia sadar, bahwa itu juga sudah termasuk pelecehan mulai dari melirik dengan pandangan yang mengganggu, menunjukkan gestur tubuh tak menyenangkan, hingga bersiul yang sering disertai dengan sebutan manis, “Hallo cantik?”.Mungkin mereka menganggap bahwa itu hanyalah godaan biasa atau bahkan pujian, tetapi kita tidak tau kalau seumpama mereka terganggu mereka malu dan merasa dilecehkan.

Tidak hanya itu kita juga bisa melihat sekeliling kita bahwa fisik seringkali dijadikan tingkat ukuran, kita mahluk yang sama dimata Allah hanya saja ahlak kita sebagai bedanya. Sering kali perempuan di pandang dari fisiknya bukan dari skillnya, bahkan cewek yang memiliki fisik yang masih kurang, sering dan sering direndahkan bahkan dijadikan bahan bullying. Jadi STOP! ubah pola pikir kalian para laki laki bahwa fisik bukanlah penentu baik buruknya seseorang tersebut.

Mau cantik maupun jelek, perempuan bukanlah objek.  Hal kecil yang sering di ucapkan oleh kalangan pria seperti “Haduh, cantik-cantik kok jalan sendiri? Nggak punya pacar ya Cantik? Sini abang temenin!”

Jika dilihat secara sekilas, lontaran kalimat-kalimat seperti ini terdengar sederhana tanpa niat apa-apa. Bahkan terdengar cukup manis, karena diakhiri dengan tawaran bantuan untuk menemani cantik, meskipun itu menggandung tawaran sikap seperti itu tidak seharusnya di pelihara dalam diri laki”.

Gambaran seperti ini jadi salah satu bukti, dari gagalnya pemahaman banyak laki-laki akan kesetaraan gender. Perempuan yang tadinya bisa jadi rekan, justru laki laki jadikan objek untuk sebuah kepentingan. Mulai dari sekedar iseng untuk menggangu, hingga pelampiasan hasrat atau nafsu.

Apa sih definisi “perempuan” menurut kalian? Apakah perempuan sebagai pemuas nafsu, atau sebagai objek pandangan, apa sebagai objek kekerasan? Kita sebagai wanita perempuan dizaman sekarang, jangan pernah mau kalau sesekalipun ditindas atau bahkan direndahkan oleh laki.

“Apakah wanita harus diam di rumah saja? Why? Ubah pola pikir kalian para laki laki yang hanya membolehkan wanita itu di rumah masak, macak, manak. No! Saya sebagai perempuan menolak keras adanya pemikiran laki” yang seperti itu.

Dari penjelasan, ini sebagai laki-laki harus saling menghargai antara laki-laki dan perempuan. Seringkali juga laki-laki mengungkit atau bahkan selalu mengatakan “kesetaraan Gender Bro!” ucap seorang perokok yang meminta teman ceweknya juga merokok. Why? Apakah ini yang dimaksud kesetaraan gender? Ubah pola pikir kalian lebih luas lagi. Saling menghargai, saling support, saling membantu tidak hanya membanding bandingkan saja agar tercapai tujuan bersama.

Penulis adalah Mahasiswi PAI UNUGIRI Bojonegoro.

Tags: GenderKesetaraan genderPerempuan
Previous Post

Bukan Tutorial Move On Bagi Yang Patah

Next Post

Hiperrealitas Norma dalam Film KKN Desa Penari

BERITA MENARIK LAINNYA

Batu Bara dan Piring Kosong
Cecurhatan

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 
Cecurhatan

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)
Cecurhatan

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: