Hukuman Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur kepada Persibo Bojonegoro memantik reaksi banyak pihak. Tak hanya pemain maupun manajemen, suporter Persibo juga menyatakan sikapnya terkait masalah tersebut.
Seperti diketahui, Persibo Bojonegoro mendapatkan hukuman berat dari komdis PSSI Jawa Timur. Hukuman tersebut didapatkan akibat kisruhnya laga yang mempertemukan Nganjuk Ladang dengan Persibo Bojonegoro pada Sabtu (5/10/2019).
Hukuman yang diterima Persibo memang cukup berat. Komdis menjatuhkan 3 denda sekaligus. Yakni denda uang sebesar Rp 20 juta. Hukuman bertanding tanpa penonton di laga kandang maupun tandang hingga kompetisi 2019 selesai. Serta denda Rp 5 juta dan larangan berkecimpung dalam kompetisi nasional selama 12 bulan.
Baca juga: Kronologi Komdis PSSI Jatim Jatuhkan Hukuman Berat ke Persibo Bojonegoro
Keputusan komdis PSSI Jatim ini membuat suporter Persibo bereaksi. Seluruh elemen suporter Persibo, mulai dari Drago Tifoso, Boromania, Tribunkidul Persibo, dan LFF berkumpul dalam forum bersama pada Rabu (9/10/2019). Setelah berdiskusi secara mendalam, seluruh elemen Persibo menyatakan sikap.
Sikap elemen suporter Persibo berupa;
1. Meminta manajemen untuk segera mengajukan banding perihal putusan Komdis.
2. Tetap datang ke stadion dan diusahakan untuk mengadakan nonton bareng di depan stadion SLS (sekalian pengumpulan donasi secara langsung).
3. Donasi via transfer ke rekening panpel (Bank BCA, 864 04334 78 a.n. Andri Adi Kusuma ) yang tidak bisa hadir di halaman stadion, dan akan selalu diposting setiap 3 jam sekali.
4. Suporter akan tetap memasang spanduk yang berisi dukungan kepada tim di dalam stadion.
Sikap seluruh elemen suporter Persibo Bojonegoro tersebut jadi gerakan untuk melawan keputusan yang dianggap semena-mena dari Komdis PSSI Jatim.
Salah satu pentolan suporter yang hadir dalam forum bersama tersebut, yakni Julian Ajiyasa mengatakan jika ini adalah aksi untuk mencari dan menegakkan keadilan.
“Hukuman ini kami rasa sangat tidak adil. Untuk itu kami sepakat dan menyatakan sikap bersama,” ujar Julian kepada Jurnaba.co
Sebagai pengawal setia Persibo, para suporter tentu meradang. Hukuman dilarang mendampingi tim saat laga kandang maupun tandang selama 2019 bagi mereka tak masuk akal sama sekali.
Jadi jangan heran jika reaksi keras langsung muncul dari para suporter. Mereka tak akan membiarkan klub kesayangan diperlakukan semena-mena.
Baca juga: Abdulloh Umar: Ini Sangat Tidak Adil, Kita Banding!
Di sisi lain, manajemen Persibo Bojonegoro langsung bergerak cepat untuk mengirimkan surat banding terkait hukuman tersebut. Pihak manajemen juga merasa hukuman yang diterima Persibo terlalu berat. Komunikasi terus dijalin oleh manajemen dengan Asprov PSSI mengenai hal ini.
Proses banding ini diprediksi bakal memakan waktu cukup lama. Imbasnya namun langsung terasa. Laga kandang antara Persibo dengan Bumi Wali Tuban hampir bisa dipastikan digelar tanpa penonton. Ini jadi pukulan telak bagi seluruh pihak yang selama ini menopang eksistensi Persibo Bojonegoro.
Hukuman dari komdis ini memang jadi pukulan telak. Namun bukan berarti hal ini bakal melemahkan Persibo. Sebaliknya, hukuman ini akan jadi momentum bagi seluruh elemen Persibo Bojonegoro untuk menyatu.








