Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Syekh Abdurrohman Klotok, Para Dzuriyah dan Santri-santrinya

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
12/07/2023
in Figur, Headline, Manuskrip
Syekh Abdurrohman Klotok, Para Dzuriyah dan Santri-santrinya

Sidi Abdurrohman Alfadangi alias Syekh Abdurrohman Klotok merupakan ulama yang punya pengaruh besar dalam persebaran islam di wilayah Bojonegoro, Tuban, Gresik, hingga Nganjuk pada periode 1800 M. Ini terbukti secara empiris dan ilmiah melalui sejumlah catatan manuskrip yang beliau tinggalkan.

Sidi Abdurrohman ibn Syahiddin ibn Sidi Mrayun alias Mbah Abdurrohman Klotok (1776-1877 M) merupakan pendiri Pesantren Klotok Padangan Bojonegoro dan penulis Manuskrip Padangan. Sidi Abdurrohman dan istrinya memang tidak dikaruniai keturunan. Namun, adik kandung Sidi Abdurrohman yang bernama Nyai Syibti (Nyai Syihabuddin) memiliki tujuh putra-putri yang kelak diasuh dan diangkat anak Sidi Abdurrohman Klotok.

Tujuh keponakan sekaligus anak angkat yang diasuh Sidi Abdurrohman Klotok adalah; Kiai Abdul Latif Syihabuddin, Nyai Jono Syihabuddin, Kiai Abdullah Syihabuddin, Kiai Tohir Syihabuddin, Kiai Murtadho Syihabuddin, Nyai Wajirah Syihabuddin, dan Kiai Syahid Syihabuddin.

Ketujuh anak angkat sekaligus para santri Klotok tersebut, kelak menjadi penyebar islam dan melahirkan peradaban-peradaban islam baru di sejumlah daerah. Terutama di wilayah Bojonegoro dan Tuban.

Selain ketujuh anak angkat tersebut, Mbah Klotok juga mengasuh saudaranya yang lain, yakni Kiai Syamsuddin. Kelak, Kiai Syamsuddin menjadi bagian dari keluarga besar Bani Syihabuddin, karena dinikahkan dengan Nyai Wajirah binti Syihabuddin.

Selain Kiai Syamsuddin, Mbah Klotok juga mengasuh saudaranya yang lain lagi, yakni Kiai Abdul Qodir Munada. Kelak, Kiai Abdul Qodir Munada dinikahkan dengan Nyai Sulbiyah binti Syamsuddin,  dan menjadi bagian dari keluarga besar Bani Syihabuddin.

Keluarga Bani Syihabuddin inilah, para dzuriyah Mbah Klotok yang kelak jadi pemegang estafet dakwah Mbah Klotok. Sebab, keberadaan mereka menyebar ke berbagai daerah dengan membawa misi syiar islam, melalui pendirian sejumlah pesantren.

Di luar keluarga Bani Syihabuddin, Mbah Klotok memiliki satu santri kinasih yang punya peran besar terhadap persebaran islam di wilayah Bojonegoro. Beliau adalah Mbah Abdurrohman Stren. Mbah Abdurrohman Stren masyhur sebagai ulama Waliyyun min Auliyaillah yang bermukim di wilayah Padangan selatan.

Persebaran Santri Klotok
Para santri Klotok menyebar dan membangun peradaban islam di sejumlah daerah. Di antara santri-santri Klotok yang jejaknya masih terekam jelas dengan meninggalkan peradaban dan persebaran islam, adalah :

Kiai Abdul Latif Syihabuddin, 

Nyai Sari’ah Syihabuddin (Nyai Jono), menikah dengan Kiai Muhammad Jono Demang Mayang Kerek, Tuban. Keduanya menyebarkan agama islam di Kerek. Dari keduanya, lahir Kiai Madyani Ishaq Rengel Tuban, yang kelak menyebarkan islam di Rengel Tuban. Kiai Madyani Ishaq adalah ayah dari KH Sholeh Tsani Bungah Gresik.

Kiai Abdullah Syihabuddin menyebarkan islam di Kuncen. Cucu-cucunya kelak jadi ulama besar. Yang terkenal adalah Kiai Mustajab Gedongsari bin Nyai Zarkasyi binti Abdullah Syihabuddin, dan Kiai Zainuddin Mojosari bin Nyai Mukmin binti Abdullah Syihabuddin.

Kiai Tohir Syihabuddin berdakwah di Betet Kasiman. Bersama sang ayah, Mbah Syihabuddin, beliau membesarkan Pesantren Betet yang berlokasi di Kecamatan Kasiman. Kiai Tohir tidak memiliki keturunan. Beliau mengasuh anak-anak dari adiknya, yakni Nyai Wajirah Syihabuddin.

Kiai Murtadho Syihabuddin berdakwah di Kuncen. Beliau memiliki putri bernama Nyai Mu’isyah Murtadho. Dari Nyai Mu’isyah ini, lahir seorang putra yang kelak jadi ulama besar bernama KH Muslich Shoim (pendiri Ponpes Tanggir Tuban). Mbah Muslich Shoim adalah cucu Kiai Murtadho.

Nyai Wajirah Syihabuddin menikah dengan Kiai Syamsuddin. Beliau mengembangkan Ponpes Betet Kasiman, peninggalan Mbah Syihabuddin. Dari Nyai Wajirah binti Syihabuddin, banyak menurunkan ulama di Bojonegoro. Termasuk KH Yasin Mruwut dan KH Muntaha (Mbah Ho) Padangan.

Kiai Syahid Syihabuddin mendirikan Pesantren Kembangan, di Kecamatan Gayam. Pesantren Kembangan punya pengaruh besar dalam persebaran islam di wilayah Gayam, Kalitidu, Ngasem, hingga Malo. Kiai Syahid dikaruniai 20 anak yang banyak mendirikan pesantren. KH Ahmad Bisri Mbaru (salah satu muasis NU Padangan), adalah cicit Kiai Syahid.

Kiai Syamsuddin Betet yang menikah dengan Nyai Wajirah binti Syihabuddin, mengembangkan Pesantrn Betet Kasiman. Beliau memiliki banyak keturunan. Di antara yang terkenal adalah Kiai Yasin Mruwut, Nyai Sulbiah (Nyai Abdul Qodir), KH Hasan Munawar, hingga Mbah Ho Padangan.

Kiai Abdul Qodir Munada yang menikah dengan Nyai Sulbiyah binti Syamsuddin, mengembangkan Ponpes Bringan. Dari keduanya, kelak lahir KH Ahmad Basyir (muasis Ponpes Al Basyiriah Pethak) dan Syekh Sulaiman Kurdi Makkah.

Kiai Abdurrohman Stren, mendirikan Pesantren Stren di Desa Purworejo Padangan. Mbah Abdurrohman Stren memiliki cukup banyak santri. Salah satu santri Pesantren Stren yang paling terkenal adalah KH Hasyim Jala’an. Sayyid Abdurrohman Stren adalah guru utama dari KH Hasyim Jala’an (muasis utama NU Padangan, sekaligus penulis kitab Tashrifan Padangan).

Nama santri-santri Syekh Abdurrohman Klotok di atas, kelak membangun peradaban dan punjer-punjer islam di sejumlah daerah. Ini bukti empiris dan sahih, sekaligus ilmiah bahwa Pesantren Klotok adalah peradaban islam yang kelak melahirkan banyak pesantren dan tokoh besar di wilayah Bojonegoro, Tuban, hingga Gresik dan Nganjuk.

Tags: Makin Tahu IndonesiaMbah KlotokSyekh Abdurrohman Klotok
Previous Post

Ternyata Bung Karno Pernah Berlebaran di Bojonegoro

Next Post

Haul Klotok, Pendar Cahaya dari Masa Silam

BERITA MENARIK LAINNYA

Yanto Penceng, Seniman Serbabisa dari Gang Sedeng Bojonegoro
Figur

Yanto Penceng, Seniman Serbabisa dari Gang Sedeng Bojonegoro

13/12/2025
Terimakasih, Prof. Dr. Fuad Hasan!
Figur

Terimakasih, Prof. Dr. Fuad Hasan!

12/12/2025
Prof. Dr. Abdus Salam, Ilmuwan Muslim Pertama yang Meraih Hadiah Nobel Fisika
Figur

Prof. Dr. Abdus Salam, Ilmuwan Muslim Pertama yang Meraih Hadiah Nobel Fisika

02/12/2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

12/01/2026
Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

11/01/2026
Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

11/01/2026
Masa Depan yang Sesungguhnya

Masa Depan yang Sesungguhnya

10/01/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: