Pemain asal Papua, Diego Aldair Werbabkay akhirnya terancam dicoret dari tim Persibo Bojonegoro. Keputusan mengejutkan ini sudah didiskusikan secara mendalam oleh tim pelatih dan manajemen Persibo. Diego yang notabene adalah eks pemain Liga 1 Indonesia kini tak lagi berseragam Orange Persibo.
Kabar yang cukup mengejutkan datang dari Persibo Bojonegoro. Pemain bertahan asal Papua, Diego Aldair terancam dicoret dari tim Persibo. Keputusan ini diambil setelah tim pelatih yang dipimpin oleh Andik Robot dan Bambang Pramudji melakukan evaluasi.
Diego Aldair merupakan eks pemain Persipura Jayapura yang didatangkan di awal musim 2019 untuk memperkuat Persibo. Pemain serba bisa tersebut diharapkan mampu memberi kontribusi maksimal kepada Persibo di kompetisi Liga 3 Jatim 2019.
Sayangnya, Diego gagal menunjukkan peforma terbaiknya selama membela Persibo. Di beberapa laga uji coba, penampilan Diego dianggap stagnan. Bahkan saat memasuki kompetisi resmi, Diego tak bisa bersaing dengan bek muda Persibo, Galang Faurizky.
Alasan personal juga jadi faktor yang membuat tim pelatih mempertimbangkan untuk tidak lagi memakai jasa Diego Aldair. Pemain berusia 23 tahun tersebut seperti tak betah berada di Bojonegoro.
Sebelum laga melawan Bumi Wali pada 9 Agustus 2019 lalu, Diego izin untuk pulang ke Jayapura. Ia beralasan bahwa neneknya meninggal dunia. Setelah itu, Diego tak kembali lagi ke Bojonegoro.
Asisten Pelatih Persibo, Bambang Pramudji mengaku akan mendiskusikan hal ini dengan manajemen Persibo Bojonegoro. Menurutnya, manajemen bersama dengan tim pelatih akan segera mengambil keputusan terkait status Diego Aldair di Persibo.
“Kita akan melakukan pertemuan dengan manajemen Persibo untuk bahas status Diego,” ujar Bambang Pramudji.
Dengan status sebagai eks pemain Liga 1 Indonesia, Diego memang mendapatkan perlakuan yang cukup istimewa. Persibo harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk bisa mendaratkan dan juga memberi gaji kepada Diego Aldair. Sayang, harga mahal tersebut tak sebanding dengan kualitas yang diberikan kepada Persibo.
Data statistik juga menunjukkan bahwa pertahanan Persibo justru lebih bagus tanpa sosok Diego Aldair. Saat melawan PSM Madiun di laga pembuka LIga 3 Jatim, Persibo harus kebobolan 2 gol. Saat itu, Diego bermain sejak menit awal laga.
Di dua pertandingan selanjutnya, tim pelatih Persibo tak menurunkan Deigo Aldair. Hasilnya, gawang Persibo tak kebobolan saat melawan Putra Sinar Giri Gresik dan Bumi Wali Tuban. Sebuah indikasi nyata bahwa Persibo bisa tampil lebih baik meksi tak diperkuat Diego.
Persibo menunjukkan bahwa kolektivitas tim menjadi senjata utama Persibo dalam mengarungi kompetisi Liga 3 Jatim 2019. Laskar Angling Dharma tak cuma bergantung kepada satu dua pemain saja. Seluruh pemain punya kontribusi nyata untuk Persibo.
Tanpa Diego Aldair, Persibo diyakini masih bisa terus tampil menawan. Oleh sebab itu, jika Diego benar-benar dicoret, suporter Persibo tak perlu cemas. Karena dipastikan lini pertahanan Persibo dalam keadaan baik-baik saja.








