Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Trilogi Bojonegoro dan Koridor Masa Kecil

Adityo Dwi Wicaksono by Adityo Dwi Wicaksono
13/08/2022
in Cecurhatan
Trilogi Bojonegoro dan Koridor Masa Kecil

Tugu ruang jumpa dan bagaimana saya memaknai kenangan yang melankolis. 

Banyak tempat di kawasan Kota Bojonegoro ini, yang ketika saya lintasi, bakal memicu kenangan masa kecil semliwer di otak saya. Hampir setiap sudut tempat ada. Tapi, diantara tempat-tempat itu, saya menyimpan kenangan manis masa kecil di sebuah kawasan yang saya sebut sebagai Trilogi Bojonegoro.

Iya, saya menyebutnya sebagai Trilogi Bojonegoro. Di mana, 3 jalan dipertemukan dengan satu titik tumpu bersimbol Tugu Adipura. Sampai sekarang, tugu itu saya namai sebagai tugu ruang jumpa. Tugu yang memperjumpakan banyak hal.

Kawasan tugu itu menjadi salah satu pusat lalu lalang kenangan masa kecil bagiku. Dulu, saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), dengan diantar ibu, saya naik becak melintasi beberapa jalanan itu.

Jalan Patimura, Jalan Panglima Polim, Jalan Untung Suropati dan Jalan Diponegoro. Saya sangat akrab dengan jejalanan itu. Rumah saya, waktu itu berada di Jalan Patimura. Pas di depan Perpusda yang sekarang. Sedangkan saya bersekolah di TK Trisula 2, jalan Diponegoro. Yang suka saya ingat dari proses bersekolah adalah perjalanannya. Dari rumah menuju sekolah.

Saya masih ingat. Dulu, di pertelon Sumbang, ada yang namanya Betels. Singkatan untuk Becak Telon Sumbang. Dulu, becak menjadi kendaraan favorit waktu itu. Saat TK, saya juga sering sekali menaikinya. Saya mengira, tukang becak zaman dulu memiliki referensi musik yang ciamik. Buktinya, mereka menamai diri sebagai Betels. The Beatles heeei.

Oke, kembali ke tugu ruang jumpa. Tugu yang mempertemukan 3 ruas jalan besar di Bojonegoro. Dalam imajinasi masa kecil saya, 3 ruas jalan itu seperti Jalur Naga. Koridor penting yang harus dilintasi sebelum menuju Menara Karin. Selain menjadi jalur penting, tiga jalan itu memiliki peran masing-masing.

Jalan Untung Suropati berperan sebagai gerbang barat. Ia menerima input kisah dari arah barat menuju ke timur. Sedangkan Jalan Gajah Mada mengambil peran sebaliknya, menerima input cerita dari timur menuju barat. Dan Jalan Diponegoro, menjadi penghubung dua jalan tersebut menuju pusat kisah kota Bojonegoro.

Dulu, di kawasan Trilogi ini ada banyak pedagang minuman yang menjadi tempat favorit para pelajar sebelum dan sesudah berangkat sekolah. Tentu saya belum nyangkruk di sana. Saya melihat pedagang-pedagang itu dari celah sempit gerobak becak yang saya naiki. Hampir tiap pagi saya naik becak berangkat ke sekolah. Dan hampir tiap pagi pula, saya melihat mereka.

Saat ini, ketika melintasi kawasan tersebut, saya selalu ingat keriuhan para pedagang di pinggir jalan itu. Heeiii bagaimana kabar pedagang-pedagang itu saat ini ya?

 

30 Oktober 2018

Tags: Jalan KenanganOpiniTrologi Jalan
Previous Post

Meneropong Pembangunan Bojonegoro; Dulu, Kini, dan Nanti

Next Post

Mungkinkah Gaya Hidup Zero Waste Diterapkan di Bojonegoro?

BERITA MENARIK LAINNYA

Gus Mus dan Pemikiran Islam Indonesia, Quo Vadis?
Cecurhatan

Gus Mus dan Pemikiran Islam Indonesia, Quo Vadis?

11/08/2026
Majnun Mengajari Kita Satu Hal: Cinta Bisa Membajak Akal Sehat dan Membuat Seseorang Gila
Cecurhatan

Majnun Mengajari Kita Satu Hal: Cinta Bisa Membajak Akal Sehat dan Membuat Seseorang Gila

10/08/2026
Revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro: Jangan Hanya Indah, Tapi Hidup
Cecurhatan

Revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro: Jangan Hanya Indah, Tapi Hidup

07/08/2026

Comments 2

  1. Pingback: Genang Kenangan di Hari Guru Nasional – Jurnaba
  2. Pingback: Taman Tirta, Kolam Renang yang Terus Terkenang – Jurnaba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Gus Mus dan Pemikiran Islam Indonesia, Quo Vadis?

Gus Mus dan Pemikiran Islam Indonesia, Quo Vadis?

11/08/2026
Sarasehan Budaya: Membaca Kedung Lantung dari Sejarah, Geologi, dan Wisata

Sarasehan Budaya: Membaca Kedung Lantung dari Sejarah, Geologi, dan Wisata

10/08/2026
Majnun Mengajari Kita Satu Hal: Cinta Bisa Membajak Akal Sehat dan Membuat Seseorang Gila

Majnun Mengajari Kita Satu Hal: Cinta Bisa Membajak Akal Sehat dan Membuat Seseorang Gila

10/08/2026
Komunitas MAPAK Kampanyekan Gerakan Pilah Sampah dan Daur Ulang Botol Plastik di CFD Kecamatan Sukosewu

Komunitas MAPAK Kampanyekan Gerakan Pilah Sampah dan Daur Ulang Botol Plastik di CFD Kecamatan Sukosewu

09/08/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: