Life skill menulis itu akan semakin penting di era digital informasi. Terlebih menurut Chairul Rizal (2022:2), diantara keterampilan dan kemampuan tambahan yang harus dimiliki seseorang guna mendukung kehidupan abad 21, adalah kemampuan analitik.
Bicara kemampuan analitik sendiri, KBBI mengartikan sebagai kemampuan personal yang kudu dimiliki untuk melakukan analisis terhadap suatu hal, dengan mengumpulkan dan melakukan penyelidikan dalam rangka memperoleh pengertian yang tepat, baik data atau informasi secara sistematis.
Ini artinya, seni karya tulis –sebagai bagian dari kemampuan literasi, menjadi kerja yang akan dilakukan saat resmi menjadi mahasiswa hingga purna menyandang gelar. Karenanya, memilih Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang konsen dibidang kepenulisan (literasi) akademis –contoh UKM PGC serta non akademis –LPM Arusgiri Unugiri, menjadi penting adanya.
Itulah, inti dari kata sambutan yang saya berikan saat membuka kegiatan Musyawarah Besar Anggota (Mubesta) Ke-IV UKM Penalaran dan Penulisan Griya Cendekia Unugiri, Minggu (29/9/24).
Bicara Mubesta sendiri, bisa diartikan dengan kegiatan reorganisasi. Yakni, kegiatan tahunan yang diselenggarakan untuk memilih pemimpin baru beserta tata kelembagaan yang ada di dalamnya, serta meminta pertanggung jawaban pemimpin beserta pengurus lama terhadap program kerja yang telah dicanangkan dan laksanakan sebelumnya.
Manakala terselesaikan –semua program kerja yang telah dirumuskan pada masa awal kepengurusan, itu artinya, indikator keberhasilannya mencukupi untuk dinilai baik dan diterima pertanggung jawabannya. Karenanya, pemimpin berikutnya –yang terpilih, sebisa mungkin kudu bisa meneruskan keberhasilan tanpa harus terbebani.
Kepemimpinan
Bicara kepemimpinan, menyimak hasil penelitiannya Junji dkk., (2020: 176) diartikan sebagai usaha untuk memengaruhi sekelompok individu menuju tujuan bersama.
Bila kemudian dihubungkan dengan kepemimpinan dalam sebuah organisasi –sebagai contoh UKM kampus, artinya pemimpin beserta pengurus yang terpilih setelah resmi dilantik, mengerahkan segala potensi –SDM, skill, jaringan yang dimiliki, bersama-sama dengan anggota lain bersepakat untuk menyukseskan tujuan besar organisasi.
Tentu menjadi berat, manakala beban organisasi dipikul sendirian. Dan akan lebih ringan, mudah, dan cepat terselesaikan tujuan organisasi, bilamana stakeholder di dalamnya sadar, serta terpanggil jiwanya untuk ikut nyengkuyung. Alhasil, beban organisasi akan menjadi ringan sebagaimana pribahasa, “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”.
Karenanya, pada Mubesta UKM PGC Unugiri, mengutip Kotter (dalam Junji dkk., 2020:187), saya jelaskan, bila dalam kepemimpinan terdapat dua fungsi yang bisa dihasilkan.
Pertama, fungsi perubahan. Oleh sebab telah terjadi pergantian kepemimpinan, diharapkan ide program kerja (proker) baru, tidak sekadar repeat (mengulang) secara gelondongan paket proker yang lama. Sekiranya perlu dilakukan inovasi perubahan, entah dari sisi konten, desain –kerangka bentuk atau rancangan, untuk kemudian sebagaimana hasil kesepakatan program baru yang akan dirilis, bernilai beda –efektif-efisien untuk anggota dan stakeholder kampus.
Kedua, fungsi gerakan. Fungsi gerakan yang saya maksud adalah, hadirnya anggota untuk tergerak aktif lebih banyak hingga menjadi militan. Semakin banyak yang aktif –untuk organisasi, roda kepemimpinan akan berjalan maksimal. Sehingga ritme pergantian kepemimpinan organisasi, tidak kalah dari sisi hasil dengan kepemimpinan sebelumnya.
Tentu, untuk mewujudkan itu, kuncinya harus dimulai dari teladan pemimpin serta jajaran pengurus yang telah dipilih. Jika pemimpin beserta jajaran pengurus aktif, hal itu akan memicu semangat anggota untuk aktif pula. Jika demikian adanya, maka gerakan untuk melahirkan prestasi-prestasi akan mudah terpenuhi berapa pun yang diingankan.
Akhirnya, selamat ber-Mubesta Ke-IV UKM PGC Unugiri. Semoga, terlahir estafet kepemimpinan yang militan, guna menyongsong arah baru perubahan yang berkelanjutan. Amin ya rabbal ‘alamin.
*Penulis adalah Dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri, yang membina LPM Arusgiri –dulu Spektrum, serta UKM PGC Unugiri.








