Islam di Rusia sangat sepuh. Para Waliyullah di Amerika terhitung masih santri dari Waliyullah Rusia.
Saat Presiden Vladimir Putin memasukkan menteri Muslim (Sunni) dalam kabinetnya, dan mulai mengakui eksistensi Muslim di Rusia, itu kabar menggembirakan. Tapi, sebenarnya, hal itu tak mengagetkan sama sekali.
Sebab, sejarah peradaban Rusia dibangun oleh para ulama. Jadi tak kaget jika data dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia mengatakan bahwa Islam Aswaja adalah keyakinan terbesar kedua di Rusia, setelah Kristen ortodoks.
Mayoritas Muslim di Rusia mengikuti ajaran Aswaja atau Sunni. Dalam beberapa kawasan, terutama Dagestan dan Chechnya, memiliki tradisi sufisme tarekat yang cukup kental. Khususnya Naqsyabandiyah dan Syadziliah.
Kita harus tahu bahwa Islam di Rusia jauh lebih sepuh dibanding komunisme. Bapak komunis, Karl Marx, baru lahir pada 1818. Sementara paham komunisme dibawa ke Rusia oleh Vladimir Lenin pada 1917. Itu anak-anak baru kemarin sore. Sementara Islam berada di Rusia sejak 922 Masehi. Ini penting untuk diketahui agar nggak suka nakut-nakuti ~
Kawasan Rusia sudah masyhur banyak walinya sejak ratusan tahun lalu. Terutama daerah Dagestan. Di Dagestan, terdapat masjid tua bernama Masjid Juma. Menurut Russia Beyond, Masjid Juma dibangun pada 734 Masehi, zaman Bani Umayyah. Ini alasan kawasan Dagestan sering melahirkan ulama-ulama besar.
Ini juga alasan kenapa Wahabi selalu kesulitan masuk ke Rusia. Tentu bukan karena komunis. Itu hanya playing victim saja. Abdul Wahhab, pendiri Wahhabi, baru lahir pada 1703. Sementara Syekh Hasan As-Syadzili (1197-1258), dan Syekh Bahauddin Naqsabandi (1318–1389), sudah meletakkan dasar Aswaja di Rusia, sejak ratusan tahun sebelumnya. Ini penting untuk diketahui agar tidak main klaim-klaiman.
Rusia selalu melahirkan ulama besar dari zaman ke zaman.
Berikut nama-nama ulama waliyyun minauliyaillah dari Rusia, yang pengaruhnya cukup besar bagi dunia Islam pada umumnya.
1. Said Affandi Al Chirkawi
Said Affandi (1937 – 2012) merupakan ulama Mazhab Syafi’i asal Chirkey, Dagestan, Rusia. Beliau adalah mursyid thoriqoh Syadziliah sekaligus Naqsabandiyah. Beliau dikenal sebagai ulama besar minauliyaillah. Darinya, Islam Aswaja keukeuh di Rusia.
Tak hanya menjadi mursyid thoriqoh,
Said Affandi adalah pemimpin besar muslim Rusia yang bermazhab Syafi’i. Dia menulis bermacam karya ilmiah ke berbagai bahasa. Dia sosok ulama yang tak henti-hentinya mengampanyekan toleransi di Rusia.
Said Affandi adalah sosok ulama Aswaja yang paling diburu orang-orang Islam ekstrimis. Sebab, barokah keberadaan Said Affandi, Islam ekstrimis tak laku di Rusia. Said Affandi wafat karena terkena bom kaum ekstrimis Wahabi, saat sedang berkhutbah.
2. Syekh Abdullah Daghestani
Syekh Abdulah Faiz Daghestani (1891-1973) adalah Wali Quthb berjuluk Sulthonul Aulia Rusia. Beliau adalah murid dari Syekh Sharafuddin Daghestani (1875 – 1936), seorang ulama di Dhagestan. Dhagestan, kita tahu, adalah republik terbesar di Rusia, sekaligus kawasan pusat agama Islam sejak 922 Masehi.
Syekh Abdullah Dhagestani adalah Mursyid thoriqoh Naqsabandiyah. Beliau adalah guru utama, murobbi rukhina, dari Wali Quthb Amerika Serikat, yakni Syekh Nazim Haqqani. Syekh Nazim adalah murid dari Syekh Abdullah Dhagestani. Jadi, Waliyullah Amerika adalah santri dari Waliyullah Rusia. Ini sangat penting untuk diketahui.
3. Abdul Rashid Ibrahim
Abdul Rashid Ibrahim atau Abdureshid (1857-1944) adalah ulama asal Tobolsk, Rusia. Dia lahir dari keluarga yang terkenal alim. Ayahnya berasal dari Bukhoro. Sementara nenek moyangnya adalah orang-orang Turki yang bermigrasi. Dia pernah belajar agama di Makkah dan Istanbul, Turki.
Bersama muridnya yang bernama Umar Yamaoka, Abdul Rashid tercatat pernah menyebarkan agama Islam di Jepang. Dia adalah imam pertama Tokyo Camii (Masjid Jami Tokyo). Darinya, Syekh Umar Yamaoka (1879 – 1959) dan mayoritas orang Jepang memeluk Islam. Syekh Umar Yamaoka adalah muslim pertama sekaligus penyebar agama Islam (Waliyullah) di Jepang. Kelak, Umar Yamaoka ini memiliki murid bernama Al Hajj Ryoichi Mita (1892-1976), seorang penerjemah Al Qur’an pertama di Jepang.
4. Abdul Hamid Ad- Dagestani
Syekh ‘Abdul Hamid Syirwani ad-Daghastani (w. 1884), merupakan ulama besar asal Dagestan, Rusia yang hidup pada abad ke-19 dan berkarier sebagai guru besar di Makkah. Beliau ulama fikih dan sufi besar pengikut tarekat Naqsyabandiah.
Syekh Abdul Hamid Syirwani tercatat satu angkatan dengan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan (guru dari hampir semua ulama Nusantara) seperti Syaikh Nawawi Banten, Sayyid Utsman Betawi, hingga Syekh Ahmad Khatib Minangkabau.
5. Imam Syamil
Syekh Imam Syamil (1797 –1871), adalah ulama waliyullah Rusia, sekaligus tokoh tarekat Naqsyabandiyah di Dagestan. Dia berasal dari suku Avar, salah satu suku Muslim yang bermukim di kawasan Kaukasus. Ia wafat saat naik haji dan dimakamkan di pemakaman Janatul Baqi’, makam para Aulia Madinah. Dia adalah Wali besar Rusia pada zamannya. Namanya melegenda hingga dijadikan nama jalan, nama desa, hingga nama organisasi.
Karena jasanya yang besar, hingga kini, ia dikenang rakyat Daghestan sebagai seorang pahlawan nasional. Nama dan sosok Imam Syamil masih terlacak sampai hari ini. Jamaah haji asal Rusia, selalu menziarahi makam beliau di Baqi’ tiap kali pergi haji untuk beristifadhah dan bertabaruk pada sosok Imam Syamil.
6. Syekh Bahauddin Naqsabandi
Syekh Bahauddin Al Bukhori An- Naqsabandy (1318 – 1389) merupakan Wali Qutub pendiri tarekat terbesar di dunia, Naqsabandiyah. Beliau lahir dan tumbuh di Bukhoro, Uzbekistan, Rusia. Barokah beliau, gerakan tasawuf berkembang pesat di Rusia. Terutama di kawasan Dagestan, yang merupakan lumbung para ulama di Rusia.
Pengaruh Syekh Bahauddin Naqsabandi tak hanya di kawasan Uzbekistan maupun Rusia. Tapi dunia secara umum. Barokah beliau, mayoritas orang-orang Rusia dan sekitarnya bisa mengenal ajaran Kanjeng Nabi Muhammad Saw. hingga saat ini.
7. Imam Bukhori
Beliau bernama asli Muhammad bin Ismail Al Bukhori (810-870). Seorang waliyullah punjer, pengarang Shahih Bukhori sekaligus pemimpin ahli hadist. Beliau lahir, tumbuh, dan menyebarkan agama islam di kawasan Bukhoro, Uzbekistan, Rusia. Hampir semua murid Imam Bukhori dikenal sebagai waliyullah dari jalur Muhadist (ahli hadis). Dalam bidang hadist, semua ulama dunia merujuk padanya.
Imam Bukhori adalah murid dari Imam Ahmad bin Hanbal, sosok ulama yang masyhur kewaliannya. Selain itu, dari nasab keluarga, ayah dari Imam Bukhori, yakni Syekh Ismail, tak lain adalah ulama besar yang jauh-jauh hari sudah ikut menyebarkan Islam Ahlussunah wal Jamaah di Rusia. Ini alasan Islam di Rusia sesungguhnya sangat sepuh.
Keberadaan para waliyullah besar itu, sudah sepatutnya membuat kita memahami betapa ajaran Islam selalu ada di manapun. Bahkan di tempat yang konon sangat angker seperti Rusia sekalipun.








