Pengurus Daerah Muhammadiyah Bojonegoro bakal menggelar acara perayaan Milad 107 Muhammdiyah secara meriah. Puncak acara akan dihelat pada Minggu (24/11/2019), di GOR Ngumpak Dalem Bojonegoro.
Tepat hari ini, 18 November 2019, salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah berulang tahun. Pada 2019 ini, Muhammadiyah merayakan ulang tahun atau Milad ke-107. Tiap perwakilan daerah Muhammadiyah di Indonesia tentunya ikut merayakan acara ini. Tak terkecuali di Bojonegoro.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan Milad Muhammadiyah di Bojonegoro bakal dipusatkan pada satu tempat. Yakni GOR Bojonegoro. Sejumlah kegiatan akan dilaksanakan di pergelaran besar tersebut.
Menurut rencana, mayoritas anggota Muhammadiyah yang ada di Bojonegoro bakal turut serta. Mulai dari murid sekolah hingga pengurus Muhammadiyah di seluruh kecamatan yang ada di Bojonegoro.
Salah satu pengurus daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Heli Suharjono mengatakan jika peringatan Milad 107 Muhammadiyah yang dipusatkan di Gor Bojonegoro terdiri dari beberapa kegiatan. Ada kegiatan di dalam dan luar ruangan.
Di luar ruangan, nantinya ada parade drum band dan pawai dari siswa-siswi dan anggota organisasi otonom Muhammadiyah Bojonegoro. Sementara di dalam ruangan akan ada pemutaran video kaleidoskop mengenai perjalanan Muhammadiyah Bojonegoro, sambutan dari pengurus pusat Muhammadiyah, sambutan tokoh penting Bojonegoro dan hiburan dari grup acapella Awan Voice.
“Acara Milad Muhammadiyah ke-107 ini mengambil tema ‘Dari Muhammadiyah untuk Bangsa‘. Kurang lebih ada sekitar 5 sampai 8 ribu orang yang berpartisipasi di acara ini,” ujar Heli kepada tim Jurnaba.co
Selain itu, akan ada stand expo dan bazar yang diisi oleh produk-produk buatan anggota Muhammadiyah. Mulai dari produk kerajinan tangan, pakaian, hingga kuliner. Semuanya bisa didapatkan dan ditemui di area GOR Bojonegoro berlokasi di Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander.
Bersinergi dengan Nahdlatul Ulama
Salah satu hal yang spesial di pergelaran Milad ke-107 Muhammadiyah ini pelibatan organisasi besar islam lainnya, yakni Nahdlatul Ulama atau NU.
Sebagai organisasi islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah memang sering bersinergi. Termasuk di acara ini. Pengurus Daerah Muhammadiyah turut mengundang dan melibatkan NU dalam acara Milad ke-107.
Pawai atau karnaval nantinya juga akan berawal dari sekitaran pondok Al Rosyid yang notabene adalah pondok pesantren Nahdlatul Ulama.
“Kami turut meminta teman-teman Banser untuk ikut menjaga keamanan. Ada juga dari Fatayyat. Kami ingin semua warga dari dalam maupun luar Muhammadiyah saling bersinergi,” tambah Heli.
Pelibatan NU ini jadi sebuah gestur yang baik dari Muhammadiyah Bojonegoro. Muhammadiyah Bojonegoro ingin menunjukkan bahwa mereka memang ingin membangun bangsa dengan bersinergi dan berjalan bersama-sama.
Peringatan Milad ke-107 yang dihelat oleh Muhammadiyah Bojonegoro pastinya berlangsung dengan meriah. Lewat acara ini, Muhammadiyah Bojonegoro ingin menunjukkan bahwa mereka adalah organisasi yang siap membangun dan memajukan bangsa.








