Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Punggung Truk dan Hiburan Kaum Urban Jalanan

Moh Faisal Adi Saputra by Moh Faisal Adi Saputra
24/11/2019
in Cecurhatan
Punggung Truk dan Hiburan Kaum Urban Jalanan

Hidup di jalanan teramat susah dan kerap bikin putus asa. Kehadiran punggung truk dengan tulisan lucu, jadi hiburan mewah yang amat sederhana. 

Sebuah ide, kadang harus disusun secara unik agar lebih menarik dan mudah dipahami penerima pesan. Seperti pesan moral yang terdapat di punggung truk.

Bagi kendaraan kecil, truk sering identik sebagai monster jalanan yang menyebalkan. Bodinya besar dan lajunya kencang. Kadang menjadi ancaman keselamatan bagi pengendara lain.

Tapi, di luar sisi yang menakutkan, truk punya sisi ensiklopedik nan menggemaskan. Ibarat tokoh animasi, truk adalah Sullivan dalam Monster Inc. Sisi lucu dari truk, apalagi kalau bukan tulisan-tulisan unik yang terpahat di pantatnya.

Dari kalimat penyemangat, doa-doa, pesan moral, pesan tidak bermoral, kalimat mutiara, kalimat putus asa, hingga berbagai keresahan, semua tertulis di sana.

Kadang, bahkan ada juga guyonan seksual berbasis lukisan perempuan berbikini yang dilengkapi mantra-mantra penyemangat untuk segera tidur.

Nabs, siapapun sosok di balik kreativitas punggung truk, saya kira mereka orang hebat.

Bisa jadi mereka filsuf yang memiliki teori mendasar tentang kehidupan. Namun bukan filsuf yang sering digambarkan bertampang muram dengan rambut gondrong dan jenggot tebal.

Mereka bukan filsuf oldies berbasis rumus teoritis, melainkan orang-orang yang berkeyakinan bisa menghibur orang lain (para pengendara) melalui cecoret tulisan di bak punggung truk.

Diciptakanya tulisan itu, umumnya berasal dari realitas yang pernah terjadi. Baik yang terjadi di dirinya, maupun diri orang lain yang pernah dia saksikan. Lalu ia sarikan untuk dijadikan pesan pada orang lain.

Misalnya: Satu istri dua anak cukup, dua istri semaput — Maksudnya, kalau mencari istri satu saja dan dua anak sudah cukup, jangan dua istri karena nanti bisa semaput (pingsan).
Tapi tiga nggak apa-apa? Hehe

Mereka juga nyindir perilaku ugal-ugalan. Kadang dalam nada-nada kasar ala jalanan: Nek ora sabar, Maburo! (Kalau nggak sabar, silakan terbang!).

Kadang juga nyindir dengan santun ala-ala Agamawan: Ngebut adalah ibadah, semakin ngebut semakin dekat dengan Tuhan.”

Kalimat dark romantis pun tak lepas dari nyinyiran, misalnya: putus cinta soal biasa, putus rem mati kita. Lalu, ada juga: Istri siap dimadu asal suami siap diracun. Ini tentu sangat romantis, melankolis sekaligus dark.

Tak hanya itu, kalimat iseng juga sering dibikin, kayak misalnya: ojo ngaku ayu nek durung duwe bojo sopir truk (Jangan ngaku cantik kalau belum punya suami sopir truk).

Tapi tetap percaya bahwa kejujuran lebih penting dari kecantikan: Gak perlu cantik, yang penting nggak munafik. Karena itu, mereka pun menertawakan kecantikan-kecantikan semu yang lahir dari upaya instan: Wajah itu dirawat, bukan diedit.

Kenakalan-kenakalan seperti itu, agaknya membuat kehadiran truk di jalan raya jadi hiburan. Para filsuf truk telah menunjukkan kepada kita cara memberi kontribusi bagi kehidupan dan kebahagiaan orang-orang di sekitarnya.

Bukan dengan cara yang anarkis, tentu saja. Melainkan dengan nasihat dan kadang pesan yang tak ber moral. Setidaknya, mereka paham bahwa hidup di jalanan makin butuh hiburan, dan itu tidak harus mahal.

Tags: Kalimat LucuPantat TrukStiker Urban
Previous Post

Kopi Kota Malang dan Pahitnya Kenangan

Next Post

AD Kalitidu dan Siru Sport Berjaya di Kompetisi Internal PSSI Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Yang Ditakuti Penguasa
Cecurhatan

Yang Ditakuti Penguasa

07/05/2026
Komisi D DPRD Bojonegoro Soroti Penataan Pasar Modern, Minta Hak Pedagang Tak Diabaikan
Cecurhatan

Komisi D DPRD Bojonegoro Soroti Penataan Pasar Modern, Minta Hak Pedagang Tak Diabaikan

06/05/2026
Kekuasaan yang Berkedok Tradisi?
Cecurhatan

Kekuasaan yang Berkedok Tradisi?

05/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Yang Ditakuti Penguasa

Yang Ditakuti Penguasa

07/05/2026
Komisi D DPRD Bojonegoro Soroti Penataan Pasar Modern, Minta Hak Pedagang Tak Diabaikan

Komisi D DPRD Bojonegoro Soroti Penataan Pasar Modern, Minta Hak Pedagang Tak Diabaikan

06/05/2026
Kekuasaan yang Berkedok Tradisi?

Kekuasaan yang Berkedok Tradisi?

05/05/2026
Prometheus, Api, dan Kesunyian: Hikmah Humor dan Pencurian (15)

Prometheus, Api, dan Kesunyian: Hikmah Humor dan Pencurian (15)

04/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: