Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mengatasi Trauma Kenangan Masa Lalu

Bakti Suryo by Bakti Suryo
28/01/2020
in JURNAKULTURA
Mengatasi Trauma Kenangan Masa Lalu

Kenangan kerap menemani di tengah kesepian. Ia tak hanya membawa cerita, tapi juga rasa. Sebagian kenangan membawa rasa trauma.

Rasa trauma itu nyata adanya. Bukan hanya ingatan tentang peristiwa. Adanya kenangan yang muncul juga menghadirkan rasa trauma. Seperti itulah respon kerja otak atas suatu peristiwa.

“Trauma bukan diingat oleh otak. Trauma “dihidupkan kembali” oleh otak,” tulis seorang psikiater Rumah Sakit Siloam Bogor, dr. Jiemi Ardian (25/1).

Kenangan menjadi objek eksploitasi ingatan. Otak pun menggali cerita yang pernah dialami seseorang. Tentunya cerita di masa lalu.

Namun, trauma bukan berasal dari ingatan rasa atas pengalaman, tetapi seolah sedang terjadi saat ini. Rasa trauma hadir begitu nyata. Bahkan, fisik pun terpicu responsif.

“Mengingat itu artinya menggali cerita dari masa lalu. Trauma bukan soal cerita, tapi kejadian tersebut masih ‘nyata seakan ada disaat ini’. Itu kenapa, bercerita saja kadang tidak cukup untuk trauma,” lanjutnya.

Menceritakan pengalaman buruk tidak selalu membuat rasa trauma sembuh begitu saja. Bahkan, hilang pung tidak. Cerita hanya membuat perasaan lega.

Trauma ialah gangguan psikis. Butuh cara-cara tertentu untuk mengatasinya. Misalnya dengan cara menenangkan diri. Berdamai dengan kenangan itu perlu, nabs.

Segala sesuatu di masa lalu tidak bisa diubah. Namun, kesalahan bisa diperbaiki. Kamu harus berhenti menyalahkan diri sendiri. Carilah bantuan orang lain.

Setiap orang memiliki kenangan masing-masing. Cara menghadapinya pun berbeda. Kamu bisa berbagi cerita. Segala cerita itu bisa menjadi pengalaman baru.

Merasakan kenangan orang lain tidak perlu mendengar cerita langsung. Tidak semua orang bisa berbagi pengalmaan. Toh juga bermacam pengalaman yang berbeda.

Kamu bisa melihat atau membaca dari karya seseorang. Entah biografi, cerita fiksi atau puisi. Melalui itu semua kamu bisa belajar. Pastinya, akan ada perasaan yang sama dari pengalaman yang sama pula.

Seorang pujangga sekaligus penulis, Usman Arummy merasa demikian. Buku karya dia berjudul Kasmaran laris dipasaran. Bahkan, sempat menjadi bahan penelitian bidang kesastraan. Menurutnya, ini termasuk berbagi pengalaman dan perasaan.

“Sebab ketika Kasmaran telah rampung kamu baca, artinya nafasku menjadi nafasmu juga, kesedihan dan kebahagianku menjadi bagian yang sah dari dirimu juga, air mataku menjadi air matamu juga,” tulis Usman Arummy (26/1) melalui caption instagram miliknya.

Berbagi cerita turut membagi energi hidup. Adanya pengalaman yang sama membuat energi melebur. Perasaan yang sama membuat kamu merasa tidak sendiri.

Hal itu membantu kamu dalam mengatasi perasaan trauma. Khususnya trauma akan masa lalu. Setidaknya ada orang lain yang berperasaan sama. Kamu bisa belajar dari itu.

Efek traumatik sungguh menyebalkan. Membuat perasaan tidak nyaman. Apalagi saat teringat kenangan pahit. Namun, itu bisa diatasi.

Tinggal kamu yang memilih, membiarkan kenangan menghantui atau menjadikannya puisi. Berbagi pengalaman dan perasaan bisa jadi obatnya. Apalagi melalui buku yang berkisah serupa dengan pengalaman pribadi.

Tags: KenanganMasa Lalu
Previous Post

5 Manfaat Kesehatan Jambu Kristal khas Bojonegoro

Next Post

NKCTHI dan Sebuah Pelajaran untuk Menjadi Dewasa

BERITA MENARIK LAINNYA

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia
JURNAKULTURA

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

27/08/2026
Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez
JURNAKULTURA

Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez

25/08/2026
Quo Vadis NU Pasca Muktamar ke-35, Membaca Nahdlatul Ulama Hari Ini
JURNAKULTURA

Quo Vadis NU Pasca Muktamar ke-35, Membaca Nahdlatul Ulama Hari Ini

23/08/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

04/09/2026
Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

03/09/2026
WKP Gunung Pandan: Skala Manusiawi atau Skala Industri?

WKP Gunung Pandan: Skala Manusiawi atau Skala Industri?

02/09/2026
Abdulloh Umar: Tambakberas dan Ucapan Selamat untuk Kepemimpinan PBNU

Abdulloh Umar: Tambakberas dan Ucapan Selamat untuk Kepemimpinan PBNU

01/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: