Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Gaya Hidup JOMO: Mengendalikan Pengaruh Buruk Gadget dan FOMO

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
04/12/2018
in Peristiwa
Gaya Hidup JOMO: Mengendalikan Pengaruh Buruk Gadget dan FOMO

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) membuktikan bahwa manusia justru dikendalikan gadget. Gadget yang harusnya membantu hidup manusia, berubah jadi candu mencemaskan. Nah, gaya hidup Joy of Missing Out (JOMO) menjadi lawan bagi kecemasan akibat FOMO.

Sebelum masuk lebih dalam pada tulisan ini, Nabsky, mari kita berniat untuk mengembalikan gadget pada khittahnya. Gadget dilahirkan untuk memudahkan hidup manusia. Bukan sebaliknya, mencemaskan dan mengendalikan manusia. Jadi, jangan mau dikendalikan gadget, tapi kendalikanlah gadget.

JOMO— bukan JOMBLO lho ya— adalah lawan dari FOMO. JOMO adalah gaya hidup lebih santai. Cara hidup yang ogah dikendalikan gadget. Namun memilih untuk abai dan lebih pada mengendalikan fungsi gadget itu sendiri.

Jika FOMO adalah ketakutan dan kecemasan akan kehilangan atau ketinggalan sesuatu di media sosial, JOMO sebaliknya. Ia kemampuan untuk menikmati hidup tanpa tekanan. Bahkan mampu menikmati dan biasa aja ketika kehilangan berita-berita di media sosial.

Dokter dan penulis kesehatan di Psychology Today, Kristen Fuller menjelaskan, Joy of missing Out (JOMO) adalah gaya hidup tenang. Sebuah cara menjalani hidup di jalur lambat. Jalur yang tidak tergesa-gesa. Bahkan, cenderung abai ketika kehilangan berita-berita terbaru.

Nabs, gaya hidup JOMO itu lebih menghargai koneksi antar manusia. Dengan sengaja menikmati hidup tanpa keriuhan dan ke-serbacepat-an informasi. Dan dengan damai, memberi izin pada diri sendiri untuk mengakui di mana kita hidup dan berada saat ini.

JOMO menjadi penangkal cerdas untuk mengendalikan FOMO. Sebab, JOMO adalah tentang hadir dan puas dengan apa yang dimiliki dan di mana kita berada saat ini. Dan kau tahu, Nabsky, itu adalah rahasia menemukan kebahagiaan.

Dengan berpuas pada apa yang dimiliki, sama halnya kamu membebaskan ruang kompetitif dalam pikiran. Dan ketika kamu membebaskan ruang kompetitif di pikiranmu, kamu bakal memiliki lebih banyak waktu, energi, dan emosi untuk mengerjakan prioritas hidup.

Secara sederhana, untuk menghindari FOMO, mulailah menikmati hal-hal kecil. Menikmati waktu ketika maem, mengemudi, berbincang, atau saat melakukan tugas sehari-hari. Ini bakal membikin kamu bisa jauh dari gadget dan terhindar dari FOMO.

Kamu juga harus bersedia untuk tidak memiliki segalanya, Nabs. Ini penting sebab keinginan memiliki segalanya adalah sumber masalah. Sejatinya, kebutuhan itu terbatas, namun keinginan tak pernah memiliki batas. Karena itu kamu harus bisa memutuskan mana yang prioritas.

Belajar menerima apa yang ada pada diri sendiri juga penting untuk menghindari FOMO. Daripada sibuk mencari pengakuan orang lain, lebih baik mencoba berpuas diri pada apa yang kamu miliki saat ini.

Mulailah meluangkan waktu untuk menghirup aroma dapur, melihat pemandangan sekitar rumah, menikmati makanan, dan berkomunikasi dengan orang-orang terdekat. Menikmati perihal kecil yang dilakukan sehari-hari juga sangat penting agar bisa abai terhadap gadget.

Nabsky, cara terakhir yang bisa kamu lakukan untuk tidak kecanduan gadget dan mengalami FOMO adalah bersyukur. Sebab semakin seseorang bersyukur, semakin kecil kemungkinan untuk depresi, cemas, kesepian, dan iri hati.

Mereka yang tidak kecanduan pegang gadget, niscaya hidupnya mudah dan santai. Sebab, mereka tidak mudah terprovokasi dengan keinginan-keinginan utopis yang disajikan medsos melalui gadget.

Tapi, Nabsky, hidup men-JOMO dan men-JOMBLO itu ada hubungannya gak sih? Eh.

Tags: Fear of Missing OutFOMOJOMOJoy of Missing Out
Previous Post

Beethoven dan Notasi Penghancur Keterbatasan

Next Post

Peran Pemuda Bojonegoro Sukseskan Pemilu 2019

BERITA MENARIK LAINNYA

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro
Peristiwa

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual
Peristiwa

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa
Peristiwa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: