Student Research Centre (SRC) sebuah badan naungan Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menghelat pelatihan yang bukan hanya sekadar pelatihan.
Pelatihan yang dihelat PP IPNU di Bumi Gayatri ‘Tulungagung’ adalah pelatihan riset nasional. Diikuti oleh kader-kader IPNU se-Nusantara. Ada yang dari Aceh, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan lain sebagainya.
Pelatihan yang dihelat selama dua hari, 03-04 Desember 2021 di UIN SATU Tulungagung berlangsung dengan penuh antusias. Dan dilakukan dengan mengindahkan protokol kesehatan.
Pelatihan riset nasional dalam mini openingnya, dihadiri oleh Aswandi Jailaini (Ketua PP IPNU), Mufarrihul Hazin (Sekretaris PP IPNU), Agus Suherman Tanjung (Direktur Student Research Centre), Iqbal Hamdan Habibi (mewakili pelajar NU Tulungagung yaitu IPNU dan IPPNU), dan lain sebagainya.
Nabs, dalam mini opening yang bertema “Resolusi Khidmah Mahasiswa Menuju Satu Abad NU”, Aswandi mencoba untuk membangkitkan ghirah kawan-kawan pelajar NU dimanapun berada. Kemudian Mufarrihul Hazin, memantik dialektika ihwal gerak pelajar NU wabilkhusus PKPT untuk lebih semangat dalam melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, riset/penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Iqbal dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam agenda pelatihan riset nasional di Tulungagung.
Dalam pelatihan riset nasional, diisi oleh kalangan akademisi dan profesional. Seperti Hasanudin Ali (Ceo Alvara), Haikal Atiq Zamzami (peneliti Jawa Pos), Dr. Ngainun Naim (Ketua LP2M UIN SATU Tulungagung), Dr. Ali Anwar (Dekan FITK IAIN Kediri), dan lain sebagainya.
Dikutip dari akun PP IPNU, pendaftar pelatihan riset yang masuk adalah 276, kemudian yang lolos seleksi administrasi 88, dan seleksi interview sekaligus penentuan menghasilkan 45 peserta yang terpilih se-Indonesia.
Acara juga berlangsung ramai karena bebarengan dengan Rakornas LKPT. Itulah ihwal pelatihan riset nasional di bumi gayatri. Ada beberapa tujuan acara pelatihan riset dihelat, salah satu di antaranya untuk lebih membangkitkan semangat pelajar (mahasiswa dan santri) untuk meneliti. Karena dalam denyut kehidupan, tidak bisa lepas dari yang namanya research.








