Pemilu 2019 tak bisa dilepaskan dari anak muda. Suara generasi milenial berdampak signifikan dalam pemilihan umum April 2019 nanti. Tak heran jika sejumlah tokoh politik kerap mengidentikkan diri sebagai wakil atau representasi dari generasi milenial.
Tak bisa dipungkiri jika generasi milenial menjadi target suara para caleg maupun capres pada Pemilu 2019. Dengan jumlah suara yang sangat besar, generasi milenial yang berusia antara 17 hingga 30 tahun bisa memberikan suara yang signifikan kepada caleg maupun capres.
Data dari KPU, ada sekitar 5 juta pemilih pemula yang berusia 17 tahun pada Pemilu 2019 nanti. Jika memasukkan pemilih yang berusia 20 hingga 30 tahun, maka jumlah generasi milenial pada Pemilu 2019 nanti bisa mencapai 75 juta lebih.
Besarnya jumlah pemilih dari kalangan anak muda membuat figur dan tokoh politik berlomba-lomba menarik hati generasi milenial. Ada figur yang secara organik memang mampu merepresentasikan anak muda.
Tak sedikit pula tokoh yang berusaha sangat keras dan cenderung memaksa agar terlihat seperti bagian dari anak muda.
Meski punya suara yang sangat besar, generasi milenial masih dianggap apatis terhadap dunia politik. Menurut penelitian yang dilakukan CSIS pada 2017, anak muda atau generasi milenial cenderung bersikap apolitis alias tidak peduli dan tertarik pada politik.
Pergolakan politik di dunia maya bagi kaum milenial tak terlalu penting. Direktur Indonesia New Media Watch, Agus Sudibyo mengungkapkan jika milenial menggunakan internet bukan untuk mencari informasi tentang politik.
“Generasi milenial mengakses internet bukan untuk mengakses berita politik. Mereka lebih suka dengan hiburan, inovasi, dan konten kreatif,” ujar Agus seperti dikutip dari CNN Indonesia.
Tim Jurnaba.co menemui beberapa anak muda atau generasi milenial di Bojonegoro untuk bertanya tentang pandangan politik mereka di 2019.
Salah satu anak muda yang ditemui adalah Muhammad Ashif. Menurut Ashif, dunia politik di Indonesia masih sangat rumit. Pemuda asal Bojonegoro tersebut merasa bahwa banyak kejanggalan-kejanggalan yang terlihat dalam dunia politik Indonesia.
Ashif adalah satu dari sekian banyak pemuda Bojonegoro yang resah terhadap dunia politik di Indonesia. Dengan dinamika politik Indonesia saat ini, tentu membuat banyak pemuda jadi apatis dan bahkan jadi apoitis.
Lalu, seperti apa generasi milenial Bojonegoro memandang pergolakan Pemilu 2019? Kemudian, seberapa besar pengaruh suara anak muda pada Pemilu April 2019 nanti? Yuk simak jawabannya di episode #TanyaBaik tentang pandangan anak muda Bojonegoro di Pemilu 2019.







