Histourisme adalah program history tour yang diadakan Tim Jurnaba. Kali ini, kami akan mengulas lokasi istimewa bernama Bengawan Kracakan. Sebuah tempat wisata bersejarah yang jadi pembatas antara Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Bengawan Kracakan merupakan wisata penghubung Jawa Tengah – Jawa Timur. Tak sekadar tempat wisata biasa. Bengawan Kracakan juga punya nilai historis amat besar. Sebab, ditulis di dua prasasti kuno yang sangat monumental.
Kracakan merupakan Wisata Bengawan penghubung Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Wisata berbasis Bengawan musim kemarau tersebut, bukan cuma wisata antar desa atau antar kabupaten, tapi wisata antar Provinsi.
Wisata Kracakan terletak di antara Bojonegoro dan Blora. Secara demografi, Kracakan terletak di tengah bengawan antara Merbong Bojonegoro (Jawa Timur) dan Loram Blora (Jawa Tengah). Tempat ini, dalam konteks tertentu, menjadi satu-satunya wisata bengawan yang menyatukan dua provinsi.

Meski hanya ada ketika musim kemarau saja, Bengawan Kracakan mampu jadi wisata alam alternatif. Sebab, keberadaannya sebagai spot alam berbasis sungai, cukup menarik minat wisatawan. Terutama wisatawan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Wisata Kracakan menawarkan sensasi bantar Bengawan yang tidak biasa. Yaitu, sebuah Bale Kambang di tengah sungai, berupa batu padas selebar ratusan meter yang seperti tegak berdiri sekaligus mengambang seimbang di tengah Bengawan. Saat kemarau tiba, wisatawan bisa menikmati suasana di atas batu padas raksasa.
Selain menawarkan suasana wisata alam yang menawan, Wisata Kracakan juga memiliki nilai historiografi tinggi. Dalam konteks historiografi, Wisata Kracakan juga sangat monumental. Sebab, lokasinya menyatukan dua titik literatur kuno. Dua titik prasasti. Yaitu Prasasti Maribong (1248 M) dan Prasasti Pucangan (1041 M).
Di sisi Merbong, terdapat situs Maribong. Prasastinya ditulis Raja Wisnuwardhana (Singasari) pada 1248 M. Sementara di sisi Loram, terdapat situs Loram. Prasastinya ditulis Raja Airlangga (Medang Kahuripan) pada 1041 M.
Pada sekitar 2019 lalu, Wisata Bengawan Kracakan ini dibuka oleh Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah. Harapannya, tentu khazanah alam ini mampu memberi manfaat besar bagi warga sekitar.








