Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Hari Kebahagiaan dan Menggerutu Dulu Bahagia Kemudian

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
20/03/2019
in Peristiwa
Hari Kebahagiaan dan Menggerutu Dulu Bahagia Kemudian

Kebahagiaan bukanlah kata benda atau kata kerja. Dia adalah kata sambung. Jaringan penghubung — Eric Weiner

Untuk mendefinisikan kebahagiaan, memang sulit. Sebab ia berdiri secara nisbi. Apa yang orang bahagiakan, tidak serta merta bisa kita maknai sebagai kebahagiaan.

Sebaliknya, apa yang orang sedihkan, tidak serta merta pula menjadi sesuatu yang kita sedihkan. Tapi, kebahagiaan dan kesedihan memang semacam pasangan kekasih yang harus ada.

Berbahagia dan bersedih, memang tidak bisa dilepaskan dari sebuah proses mediasi bernama gerutuan. Sambatan. Keluhan. Meski, sambat-keluh-gerutu kerap berkonotasi pada sesuatu yang kurang mengenakkan. Alias me-nge-luh.

Nabs, 20 Maret yang diperingati sebagai Hari Kebahagiaan Internasional atau World Happiness Day, memang bisa dimaknai sebagai hari sambat-bahagia sedunia. Hari banyak orang mengungkapkan kebahagiaannya.

Ngomong-ngomong soal kebahagiaan, saya teringat sebuah buku berjudul The Geography of Bliss — Kisah Seorang Penggerutu yang Berkeliling Dunia Mencari Negara Paling Membahagiakan — karya seorang jurnalis bernama Eric Weiner.

Buku dengan tebal 569 halaman ini, memang mustahil dibaca sampai selesai jika tidak ditulis dengan gaya yang asyik, nakal dan penuh storytelling. Sehingga, meski tebal, ia tetap enak dibaca.

Buku ini memang non-fiksi yang lebih mirip dengan catatan perjalanan. Dalam buku ini, Weiner berkisah tentang perjalanannya berkeliling dunia demi mencari negara yang paling membahagiakan.

Weiner yang seorang jurnalis menggambarkan dirinya sebagai sosok kurang bahagia. Dari sana, muncul sikap menggerutu akan kehidupan. Dia penasaran akan apa sesungguhnya yang membikin orang merasa bahagia.

Saat seperti itulah, di titik kejenuhan yang membabi-buta, Weiner berpikiran ingin mencari tahu apa yang sebenarnya membuat seseorang bahagia.

Kenapa penduduk di suatu wilayah bisa lebih bahagia dibanding yang lain? apa uang membuat seseorang bahagia? ataukah keluarga? atau apa?

Dari gerutuan dan ketidakbahagiaan itu, Weiner memulai perjalanannya berkeliling ke sejumlah negara demi mencari bahagia. Lebih tepatnya, meneliti faktor apa yang membikin seseorang di sebuah negara itu bisa merasakan bahagia.

Nggak geme-geme, dia berkeliling ke- 10 negara yang mencakup kawasan Eropa, Timur Tengah, Skandinavia, Asia, hingga mbalik lagi ke Amerika — mulai dari Belanda, Swiss, Bhutan, Qatar, Islandia. Lalu Moldova Thailand, Britania Raya, India, hingga kembali lagi ke Amerika.

Di tiap negara yang dia singgahi, dia menemukan banyak fakta tentang kebahagiaan. Meski, tentu saja, masing-masing negara memaknai kebahagiaan secara berbeda. Weiner menuliskan perjalanannya dengan kelucuan tertentu namun penuh referensi.

Yang membikin buku sangat tebal ini terasa tidak membosankan adalah gaya penulisannya sangat berkisah. Lucu dan penuh gerutu yang nakal. Selain itu, ada bumbu-bumbu filsafat disertai teori-teori yang sesungguhnya sangat berat, namun terasa nikmat karena diceritakan dengan tepat.

Setelah menjalani perjalanan puluhan ribu kilometer, dengan semena-mena buku ini ditutup dengan pemaknaan kebahagiaan yang ternyata tidak perlu jauh-jauh mencarinya. Wqwqwq asyemm.

Kebahagiaan, kata Weiner,  ada di rumah. Kebahagiaan, katanya lagi,  berada di dalam diri sendiri.

Di akhir buku, penulis yang awalnya cenderung penggerutu dan mudah marah, berubah menjadi sosok yang teramat dewasa dan mudah menerima banyak hal dalam hidup— tak terkecuali sesuatu yang dulunya kerap membuatnya naik pitam.

Buku ini menyimpulkan bahwa kebahagiaan kita sebenarnya saling terkait dengan orang lain: keluarga, teman, serta tetangga hingga orang yang sering membersihkan kantormu —- yang sialnya nyaris tak pernah kau perhatikan.

Kebahagiaan bukanlah kata benda atau kata kerja. Dia adalah kata sambung. Jaringan penghubung. (hal: 543).

Kebahagiaan-adalah-jaringan penghubung. Sebuah kalimat yang unik dan melegakan, bukan? Saat kita dipertemukan dengan teman yang memiliki visi dan pemikiran yang sama, adalah kebahagiaan yang teramat luar biasa.

Ketika kita dipertemukan dengan sosok kekasih maupun pasangan hidup — yang menurutmu sesuai keinginanmu, misalnya — itu juga kebahagiaan yang sungguh-sungguh teramat luar biasa.

Sebab, ternyata ada daya sambung yang menghubungkan kita pada kebahagiaan orang lain. Ada jaring-jaring halus yang akhirnya mempertemukan kita pada orang lain, untuk menuju tempat yang sama: bahagia.

Pada akhirnya, sebagai pembaca, saya pun mengamini bahwa kebahagiaan memang berada di dalam diri sendiri. Seberapapun menyedihkan apa yang kita alami, jika hati sudah siap, perih pun jadi perihal yang patut dipelajari dan disyukuri.

Selamat berbahagia —- dengan berbagai macam pemaknaan bahagia yang kau rasakan —- ya, Nabs.

Tags: Bahagia BojonegoroHari Kebahagiaan InternasionalResensi Geography of Bliss
Previous Post

5 Tips Datang ke Pernikahan Mantan, Nomor 3 Bikin Kamu Semakin Kuat

Next Post

Yuk, Periksa Rekam Jejak Caleg Lewat 5 Aplikasi Ini

BERITA MENARIK LAINNYA

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi
Peristiwa

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

07/06/2026
Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif
Peristiwa

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

03/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial
Peristiwa

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

12/06/2026
Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

11/06/2026
Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

10/06/2026
Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori

Aroma Kopi dan Sejarah yang Dikuratori

09/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: