Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Benarkah Kepercayaan Publik pada Media Sudah Luntur?

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
07/05/2019
in Redaksi
Benarkah Kepercayaan Publik pada Media Sudah Luntur?

Syahdan, calon Presiden Prabowo Subianto gelar pertemuan tertutup bersama sejumlah wartawan dari media asing di kediamannya, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019) lalu.

Uniknya, wartawan media nasional atau lokal dilarang ikut dalam pertemuan tersebut. Fakta itu memantik sebuah tanya besar, benarkah kepercayaan publik pada media nasional dan lokal sudah luntur? Hmm ~

Urusan politik di Indonesia memang unik dan aneh dan tentu, membosankan. Terbukti, pasca pemilihan presiden, urusan nggak selesai. Tapi polarisasi justru meningkat. Tak hanya di ranah politik. Urusan kian melebar sampai ranah media hingga keyakinan.

Pandangan terhadap media sudah berubah. Media tidak berdiri sebagai media itu sendiri. Melainkan berdiri sebagai medianya siapa dan media pendukung siapa. Ini tentu menyedihkan. Tapi memang, begitulah adanya.

Media, seperti yang kita tahu, menjadi poros penting terkait wasilah penyampai pesan kepada masyarakat. Nah, perkara terjadi ketika media tersebut memberitakan sebuah konten politik — ada semacam ihwal aneh yang membuat media kian tidak independen.

Jika media itu membuat konten yang memenangkan kubu A misalnya, ada yang menganggap media tersebut milik kubu A. Tapi, jika media itu membuat konten yang memenangkan kubu B, media itu diyakini sebagai milik kubu B.

Sialnya, tahun ini, banyak media menurunkan konten terkait kemenangan kubu B. Dampaknya, kubu A memusuhi semua media mainstream — yang ada di seluruh Indonesia — karena tak ada satupun media yang membahas (utopia) kemenangan kubu A.

Yang lebih mencemaskan dari ini semua adalah, lahirnya narasi tandingan. Di media sosial — karena media mainstream sudah dijauhi —kubu A tak henti-hentinya membangun sebuah narasi bahwa A itu dicurangi. Kalaupun kalah, karena dicurangi.

Sehingga, kelak jika kubu A benar-benar kalah misalnya, seolah-olah kekalahan itu karena dicurangi. Padahal, bisa jadi, skenario kecurangan sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum pemilihan berlangsung. Wow.

Tak ada kubu yang mau menerima kebenaran, alih-alih kekalahan. Sebab setiap kubu punya kebenaran masing-masing. Tepat seperti dikemukakan Sigmund Freud dalam Self-Defense Mechanism: kebutuhan merasa benar atau kehendak tak mau salah.

Nah, jika kedua belah kubu sama-sama memiliki unsur kebutuhan-merasa-benar-atau-kehendak-tak-mau-salah, yasudah. Hingga kiamat kurang seminggu, tak ada yang menang dan tak ada yang kalah. Semua akan mengaku menang. Tapi semua tak ada yang berani mengaku kalah.

Di tahap ini, media mainstream hanya semacam jadi pipa saluran kubu-kubuan saja. Kalau yang diberitakan pro kubu A, orang-orang kubu A bakal suka. Tapi, kalau yang diberitakan pro kubu B, orang-orang kubu B yang suka.

Di Indonesia, sejak 2014 lalu, media sudah identik dengan kekubuan. Nggak bisa berdiri sendiri. Kalau nngak kubunya nganu ya kubunya nganu. Lalu, masihkah media mainstream bisa kembali seperti sebelumnya? Harusnya sih bisa.

Iya, harusnya bisa. Kenapa? Sebab, sebermula kemunculannya, media tak berhubungan dengan partai politik. Nah, jika saat ini media sangat sulit dipisahkan dari giat-giat politis, bukankah itu keanehan?

Tags: Kepercayaan publikMedia lokalmedia nasional
Previous Post

Meski Puasa, Semua Atlet Porprov Bojonegoro Wajib Jalani Latihan

Next Post

Mengenal 5 Wadah Partisipasi Masyarakat dari Pemkab Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Iran: Kemajuan Sains di Tengah Embargo
Redaksi

‎Iran: Kemajuan Sains di Tengah Embargo

23/03/2026
‎Jambaran, Jejak Bledug Geni dalam Proyek Strategis Nasional
Redaksi

‎Jambaran, Jejak Bledug Geni dalam Proyek Strategis Nasional

05/03/2026
‎Identitas Kultural dalam Pembangunan Taman Perbatasan
Redaksi

‎Identitas Kultural dalam Pembangunan Taman Perbatasan

09/01/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

01/05/2026
Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

30/04/2026
7 Experience di Game Roblox yang Populer dan Seru Untuk Dimainkan

7 Experience di Game Roblox yang Populer dan Seru Untuk Dimainkan

29/04/2026
Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: