Al Kindi punya jasa besar membangun paradigma rasionalitas-religius di kalangan filsuf muslim. Ia juga mengusung keseimbangan ekologis.
Sejarah ilmu pengetahuan Islam tak bisa lepas dari sosok Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq Al-Kindi (Al Kindi). Ia dikenal sebagai penghulu filsuf muslim. Selain itu, ia juga figur yang menemukan konsep keseimbangan ekologis.
Al Kindi yang hidup pada abad 9 M, dianggap sebagai filsuf muslim awal yang mampu menyelaraskan islam dan filsafat. Ia berjasa besar atas pakem ekosistem rasional-religius, sehingga filsafat dan agama tak saling bertabrakan.
Al-Kindi berpendapat bahwa Tuhan adalah wujud yang haq (benar) dan selalu ada. Ia juga berpendapat bahwa Tuhan adalah puncak dari kebenaran dan keteraturan alam tidak mungkin terjadi tanpa adanya Tuhan.
Menurut Al-Kindi, filsafat dan agama Islam tidak mungkin bertentangan karena keduanya mengandung kebenaran yang meyakinkan. Ia juga berpendapat bahwa filsafat bertujuan untuk memperkuat agama dan merupakan bagian dari kebudayaan Islam.
Al-Kindi mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan tentang segala sesuatu sejauh jangkauan pengetahuan manusia. Ia berpendapat bahwa filsafat harus merendahkan dirinya sebagai penunjang bagi wahyu.
Al-Kindi berpendapat bahwa ajaran tauhid menjadi hal terpenting dalam pendidikan. Ia berpendapat bahwa pendidikan tauhid berkenaan dengan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan yang Mahaesa.
Nurcholish Madjid atau Cak Nur dalam Warisan Intelektual Islam menyebut Al-Kindi sebagai sosok yang mula-mula berhasil menghadirkan filsafat Yunani pada kaum muslimin pada masa itu.








