Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Banjir Jakarta dan Taman yang Instagramable

Bakti Suryo by Bakti Suryo
02/01/2020
in Peristiwa
Banjir Jakarta dan Taman yang Instagramable

Courtesy: Liputan6

Masyarakat Jakarta bisa belajar menghadapi banjir dari masyarakat Bojonegoro. Terutama dalam hal menikmati ketidaknikmatan dan mengakali ketidakmengenakan banjir. 

Perayaan malam tahun baru 2020 dihiasi cahaya kembang api. Langit tampak berwarna-warni tepat di pergantian tahun. Meski begitu meriah, langit tampaknya suram. Ia meneteskan hujan dari awan mendungnya. Bintang pun bersembunyi karena takut. Seperti itulah malam tahun baru di Bojonegoro.

Ternyata, suasana demikian juga terjadi di sejumlah wilayah. Tidak terkecuali dengan ibu kota, Jakarta. Bahkan, sejak Rabu (1/1/2020) pagi, hujan menunjukkan dampaknya. Sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya diterpa banjir bandang. Air sungai meluap. Jalanan, pertokoan dan komplek perumahan pun terendam air.

Netizen Indonesia pun ramai membahas kejadian ini di media sosial. Khususnya Twitter. ‘Banjir Jakarta’ masuk di trending topic Indonesia. Banyak akun berbagai foto dan video soal kondisi banjir. Melihat media visual tersebut cukup membuat prihatin.

Namun, ada hal yang bisa dinikmati dari riuhnya media sosial. Tidak sedikit pula netizen yang memilih berdebat. Sosok gubernur ibu kota sekarang dibanding-bandingkan dengan sosok sebelumnya.

Semua diperdebatkan, meski sebatas di media sosial. Kalau warga Jakarta berdebat secara offline di tengah banjir, bisa mendidih itu air bah. Ya kan bukan cuma isu saja yang bisa direbus ~

Hujan cukup lama mengguyur wilayah Indonesia. Terutama saat menjelang pergantian tahun. Ini akibat dari kemarau panjang. Cuaca panas yang lama membuat air tertahan di langit. Saat memasuki musim hujan, intensitas air yang turun pun sangat banyak.

Ini membuat sangat dimungkinkan terjadi banjir bandang. Pasalnya, jumlah air hujan yang tinggi tidak tertampung di sungai dan saluran air. Juga, kurangnya daerah resapan air ke dalam tanah. Sehingga air langsung mengalir ke daerah yang lebih rendah.

Bukan hal baru Jakarta kebanjiran. Apalagi saat musim hujan, ditambah dengan adanya Si Komo lewat. Namun, peristiwa ini mengingatkan kondisi Bojonegoro 12 tahun yang lalu. Tepatnya saat tahun baru 2008. Wilayah kota Bojonegoro lumpuh akibat banjir. Banjir dari luapan Sungai Bengawan Solo.

Dulunya, Bojonegoro adalah wilayah langganan banjir setiap tahun. Ini karena Bojonegoro termasuk wilayah yang dilewati sungai terbesar di Pulau Jawa tersebut. Tahun baru 2008 adalah yang paling besar. Namun, berbeda dengan Jakarta. Banjir di Bojonegoro bukanlah banjir bandang.

Banjir dianggap sebagai musibah. Boleh dikatakan begitu. Namun, langganan musibah bukan hal yang bisa diterima pasrah. Harus ada solusi, bukannya malah dinikmati. Keberuntungan bukan hal yang bersifat terus menerus. Seperti yang dikatakan seorang netizen melalui akun twitternya.

“Keberuntungan itu ada ujungnya, 2 tahun curah hujan rendah… makanya yang diurus hanya JPO Instagramable.. Hari ini hujan sdh berlangsung selama 20 jam dan warga Jakarta sedang diuji apakah banjir kali ini benar2 instagramable juga kah?” tulis Rudi Valinka melalui akun twitternya @kurawa (1/1/2020).

Kondisi alam saat ini masih bisa dibilang menguntungkan. Pasalnya, lamanya hujan turun masih lumrah. Lalu, bagaimana jika terjadi hujan lebat dan angin kencang? Pastinya akan lebih parah. Belakangan ini saja, cuaca di Bojonegoro sudah cukup merusak.

Banyak pohon yang tumbang akibat angin selama Desember 2019. Genangan air di beberapa jalan protokol Bojonegoro seketika pasca hujan. Misalnya Jalan Mastrip, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Untung Suropati, Jalan Panglima Polim, Jalan Pattimura dan Jalan MH. Thamrin.

Pembangunan masih terus dilakukan. Misalnya pembenahan drainase atau saluran air. Perbaikan gorong-gorong dilakukan sejak menjelang musim penghujan. Ini termasuk usaha dalam mengatasi banjir bandang. Namun, apakah sudah maksimal?

Ada hal penting yang harus diperhatikan ketika melakukan pembangunan sebuah kota. Misalnya tata letak dan fungsi bangunan. Setiap pembangunan fisik perlu memperhatikan keduanya. Atau dengan acuan AMDAL yang seusai peraturan. Butuh rekayasa yang serius untuk meminimalisir bencana saat musim hujan ini. Bukan hanya membuat indah dan instagramable.

Pembangunan gorong-gorong harus fokus pada fungsinya. Perlu ada perhatian terkait jumlah air yang bisa ditampung dan arah pembuangannya. Barulah penyesuaian dengan fungsi lain. Misalnya perbaikan trotoar di atasnya. Jangan sampai fungsi yang diharapkan berakibat negatif pada fungsi lain. Contohnya pohon peneduh jalan.

Keberadaan pohon cukup penting. Sebagai penyaring udara, peneduh dan pemecah angin. Mengapa tidak dibuat Taman Hutan Kota yang sifatnya sektoral? Taman hijau penuh pepohonan di tengah kota. Fungsinya adalah lahan terbuka hijau untuk masyarakat, penyaring udara sekaligus pemecah angin. Rerimbunan pohon akan membuat kecepatan angin teredam.

Pembangunan taman juga harus melihat fungsinya. Bukan hanya menonjolkan keindahan. Apalagi memaksakan agar instagramable. Masyarakat tidak butuh itu jika tata kota masih berantakan. Kenapa sih semua harus instagramable? Kalau tidak sesuai fungsinya, itu malah berbahaya.

Pembangunan kota tidak harus indah menawan dan layak unggah ke media sosial. Mengapa membangun kota harus distandarisasi netizen di media sosial? Itu sama sekali tidak penting. Yang penting adalah pembangunan infrastruktur yang layak guna dan minim potensi bencana. Kenyamanan dan keamanan masyarakat adalah yang utama dalam membangun sebuah kota.

Pemerintah membuka tahun baru dengan anggaran baru. Anggaran yang satu tahun ke depan harus terfokus pada kepentingan masyarakat. Tentu dengan pengelolaan yang lebih baik.

“Tahun baru dengan kelakuan lama sungguh bukan tahun baru. Ia tahun lama yang didaur ulang,” mengutip seorang budayawan dan kartunis Prie GS dari akun twitternya @Prie_GS.

Tags: Banjir Jakarta
Previous Post

Menelisik Kepribadian Seseorang dari Berbagai Sudut Pandang

Next Post

Budidaya Jamur dari Wahana Kampoeng Drenges

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot
Peristiwa

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara
Peristiwa

Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

12/04/2026
Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan
Peristiwa

Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

12/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

12/04/2026
Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

Seorang Pemuda di Rembang Jadikan Bibit Mangga sebagai Mahar Pernikahan

12/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: