Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Biografi Sidi Abu Madyan Al Ghauts, Wali Agung Pilar Langit dari Barat

Rizki Alfadangi by Rizki Alfadangi
08/11/2023
in Figur
Biografi Sidi Abu Madyan Al Ghauts, Wali Agung Pilar Langit dari Barat

Sidi Abu Madyan Al Ghauts merupakan Wali Besar sekaligus pemuka sufi dari Andalusia. Beliau dikenal sebagai Al Ghauts (Wali berkedudukan mulia). Bahkan, istilah “Al Ghauts” tak sekadar menjadi maqom (kedudukan), tapi sudah menjadi nisbat di belakang namanya.

Tulisan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian berseri:  Biografi Ilmiah Para Wali dan Dzuriyah Nabi. 

Sidi Abu Madyan dikenal sebagai pilar langit dari barat (Maroko). Penggenap Syekh Abdul Qodir Jaelani yang merupakan pilar langit dari timur (Baghdad). Ia disebut sebagai Syekh Abdul Qodir Jaelani-nya Negeri Maghrib (Maroko).

Sidi Abu Madyan masyhur Wali Besar memiliki banyak karomah. Namun, kewalian Abu Madyan juga dibuktikan dengan banyaknya murid yang kelak dikenal sebagai Wali Besar. Di antara murid Sidi Abu Madyan yang cukup terkenal adalah Sayyid Ibnu Masyisyi (1198-1261 M) dan Syaikhul Akbar Ibnu Arabi (1165-1240 M).

Sayyid Ibnu Masyisyi adalah guru utama dari Sayyid Abul Hasan Syadzili (pendiri Tarekat Syadziliah). Sementara Ibnu Arabi adalah Wali Besar yang mempopulerkan ajaran Wahdatul Wujud. Karena mencetak banyak Wali Quthub inilah, Abu Madyan dikenal sebagai guru para Wali Quthub.

Pengarang Kitab Hikam, Ibnu Atha’illah Sakandari (1260-1309 M) mengatakan: “Dia (Abu Madyan) berhasil mengantar 12 ribu murid sampai pada Allah. Suatu prestasi yang sulit ditandingi. Kita sering tercengang mendengar karamah Wali yang bersifat pribadi. Tapi sebenarnya, keberhasilan mengkader 12 ribu orang menjadi Wali adalah karamah teragung”.

Biografi Sidi Abu Madyan

Sidi Abu Madyan bernama lengkap Abu Madyan Syuaib ibn Al Husaini ibn Al Anshari (1126–1198 M). Ia dikenal dengan sejumlah nama. Di antaranya; Sidi Abu Madyan atau Sidi Bou Mediene atau Abu Madyan Al Maghribi. Beliau lahir di Andalusia, dan wafat di Tlemcen Al Jazair.

Sidi Abu Madyan berasal dari keluarga sederhana. Ketika beranjak dewasa, ia sempat terjun ke dunia perdagangan, sebuah pekerjaan yang umum pada masa itu. Namun, dahaganya akan ilmu pengetahuan, membuatnya mempelajari Al Qur’an dan Tasawuf.

Guru-guru Sidi Abu Madyan

Untuk memperdalam ilmu agama, Sidi Abu Madyan pergi ke Kota Para Wali, yakni Kota Fes, Maroko. Di Kota Fes, ia belajar pada banyak ulama besar. Di antara guru-gurunya adalah; Sidi Ali Hirzihim, Sidi Abu Ya’za al-Hazmiri, dan Sidi Abu Ali al-Daqaq.

Sidi Ali Hirzihim adalah syeikhul futuh (guru pembuka hati) bagi Abu Madyan. Darinya, beliau mulai akrab dengan karya-karya Imam Al-Ghazali. Kepada Sidi Ya’za Al Hazmiri, Abu Madyan ditempa dalam hal suluk hingga mencapai maqamat kesufian. Abu Madyan juga memperdalam tasawuf pada Sidi Abu Ali al-Daqaq hingga mendapat khirka (jubah sufi).

Dari Kota Fes, Abu Madyan rihlah ke Makkah. Di mana, di sana ia bertemu dan berguru langsung pada Wali Besar Sayyid Abdul Qadir al-Jilani. Di bawah bimbingan Sayyid Abdul Qadir al-Jailani lah, ia meneruskan jalan spiritualnya. Sekembalinya dari Makkah, Sidi Abu Madyan mulai dikenal. Ia kemudian menetap di Bejaia, di mana ia mendirikan zawiyah untuk pengajaran Sufi.

Karya-karya Sidi Abu Madyan

Sidi Abu Madyan dikenal Wali bukan sekadar klaim dan dongeng. Namun, benar-benar meninggalkan karya ilmiah. Di antara karya Sidi Abu Madyan adalah Bidayat al-Muridin, Diwan, (kumpulan puisinya), Ouns al Wahid, Tahfat al-Arib, dan The Way of Abu Madyan (diterjemahkan oleh Vincent Cornell).

Murid-murid Sidi Abu Madyan

Sidi Abu Madyan memiliki puluhan ribu santri yang kelak dikenal sebagai Wali Besar. Di antara yang populer adalah Syeikhul Akbar Ibnu Arabi dan Sayyid Ibnu Al Masyisyi (guru utama dari Sayyid Abul Hasan Syadzili).

Tags: Biografi Sidi Abu MadyanMaha Guru Ulama NusantaraMakin Tahu IndonesiaSeri Maha Guru AswajaSidi Abu Madyan Al Ghauts
Previous Post

Hikayat Rental Playstation Bojonegoro

Next Post

5 Oleh-oleh Khas Ini Hanya Bisa Ditemui di Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme
Figur

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno
Figur

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

13/06/2026
Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

12/06/2026
Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

11/06/2026
Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

10/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: