Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Bus Kota, Kenangan dan Luka yang Menganga

Muhammad Andrea by Muhammad Andrea
04/02/2020
in Cecurhatan
Bus Kota, Kenangan dan Luka yang Menganga

Di sepanjang jalanan, penuh dengan kenangan dan penuh dengan simpanan. Simpanan bahagia dan duka yang terus menganga.

Sebuah Bus Kota membawaku pergi dari kampung halaman menuju kota Minak Jinggo Banyuwangi. Dan tiba-tiba, kenangan terasa ndusel-ndusel di dalam dada.

Hampir sebelas jam lamanya aku terbawa Bus hingga sampai di perempatan jalan menuju gerbang Pesantren Darussalam Banyuwangi.

Tentu, banyak kesedihan dalam perjalanan, aku selalu mengingat si-dia yang pernah ketemu di terminal Lamongan, kebetulan dia juga seorang santri dari salah satu Pesantren di Kota Gresik.

Entah selang beberapa bulan kemudian, kami tidak lagi bisa meneruskan komunikasi antar sesama, karena terhalang oleh perjalanan dengan bersandang status taarufan, amung kenal lan tresno ora sampai dadi keluargo.

Bekas Terminal Lamongan menjadi kenangan, ketidaksengaajaan bertemu seorang santriwati berparas ala tradisi Jawa, mengenakan jarik dan berjilbab putih.

Awal perkenalan, kami saling catat nomer satu sama lain, karena keterbatasan alat komunikasi, begitulah di pesantren tidak boleh membawa hape.

Selang lebaran tiba, aku harus berdiam diri menikmati suara-suara takbiran sambil meneteskan air mata. Sebab tak bisa kumpul bersama keluarga. Semakin tidak tenang, saat terbayang wajah si dia yang kujumpai di terminal waktu itu, tak memberi kabar juga.

Entah apa yang membuatku resah, disepanjang jalanan, penuh dengan kenangan dan penuh dengan simpanan. Simpanan bahagia dan duka yang terus menganga.

Kadang aku bingung. Hidup sekadar mencari kebaikan dan kebahagiaan, kenapa justru cinta hadir membawa luka yang mendalam, mengisi narasi kehidupan dengan penuh kedustaan, memang saya sadar, aku bukan siapa-siapa, baru saja kenal masa langsung cinta.

Tresno iki wis tak perjuangne sampai batas kemampuan, tetapi Tuhan berkehendak lain, seseorang yang selalu kuimpikan sudah mencintai orang lain, membangun rumah tangga bersama, dan dia sangatlah cepat melupakanku.

 

Muhammad Andrea adalah pengelola air mata dan aktivis yang tidak suka menangis. 

 

 

Tags: Bus kotaKenangan
Previous Post

Kamiskusi dan Kresek Hitam Mahfudin Akbar

Next Post

Lelaki yang Hatinya Dirobek Kenyataan

BERITA MENARIK LAINNYA

Tanda-Tanda Reformasi Jilid 2
Cecurhatan

Tanda-Tanda Reformasi Jilid 2

15/06/2026
Tahun Baru Islam dalam Lintasan Zaman
Cecurhatan

Tahun Baru Islam dalam Lintasan Zaman

14/06/2026
Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro
Cecurhatan

Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

13/06/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Tanda-Tanda Reformasi Jilid 2

Tanda-Tanda Reformasi Jilid 2

15/06/2026
Tahun Baru Islam dalam Lintasan Zaman

Tahun Baru Islam dalam Lintasan Zaman

14/06/2026
Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

13/06/2026
Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

12/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: