Sebuah Resensi Buku “Nalar Kritis Epistemolog Muslim” Karya Dr. Aksin Wijaya
Pada awal Agustus 2024 lalu, tanpa niat dan rencana sebelumnya, tepat setelah menerima gaji bulanan, saya diajak oleh Kang mas...
Read morePada awal Agustus 2024 lalu, tanpa niat dan rencana sebelumnya, tepat setelah menerima gaji bulanan, saya diajak oleh Kang mas...
Read moreBagaimana rasanya bila karya tulis kita tayang (publish) di media cetak atau online?Terhadap masalah ini, penulis wakilkan satu kata “puas”....
Read moreDalam masa Pertempuran Surabaya November 1945, nama Mbah Ho Padangan masyhur sebagai Kiai Penyepuh Senjata sekaligus pembina para Pejuang Kemerdekaan....
Read moreJambore Ranting Kalitidu 2024 diharap mampu jadi kawah candradimuka pembentukan karakter positif. Jambore Ranting Kalitidu tahun 2024 resmi dibuka pada...
Read moreGus Mus, Panjenengan Dicari Ibn Malik Gus, tadi malam, saya bermimpi. Ternyata, dalam mimpi itu, saya bertemu dengan Ibn Malik....
Read moreKematian sederet ilmuwan Timur Tengah ini menimbulkan pertanyaan: apakah mereka meninggal kebetulan? Ataukah ada tangan internasional yang takut jika para...
Read morePerbandingan Implementasi Adagium Hukum antara Ignorantia Facti Excusat dan Ignorantia Juris Non Excusat, dalam Konteks Hukum Positif dan Hukum Islam. ...
Read moreBicara seni mengalirkan ide menulis dan membiasakan membaca, ternyata tumpukan buku yang berada di depan laptop bisa menjadi sarana untuk...
Read moreFestival Merdeka Literasi 2024 diselenggarakan Forum Taman Baca Masyatakat (FTBM) Kabupaten Bojonegoro resmi dibuka. Festival literasi yang dipusatkan di area...
Read moreHadirnya warung kopi (warkop), baik di desa maupun kota, selain menggeliatkan tumbuh suburnya sektor ekonomi, ternyata menjadi ruang produktif bersosialisasi....
Read more